Dalam dunia drone, terdapat dua jenis motor yang umum digunakan, yakni motor brushed dan motor brushless. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan diperuntukkan bagi segmen pasar yang berbeda pula.
Motor brushed merupakan jenis motor yang lebih sederhana dan ekonomis. Motor ini menggunakan sikat atau brush untuk mengalirkan arus listrik ke bagian rotor. Karena konstruksinya yang sederhana, motor brushed lebih mudah dikontrol dan harganya pun lebih terjangkau.
Kendati demikian, motor brushed memiliki beberapa kelemahan. Sikat yang bergesekan dengan komponen lain menyebabkan motor ini lebih cepat aus dan menghasilkan panas berlebih. Efisiensi energinya pun relatif lebih rendah. Oleh karena itu, motor brushed umumnya hanya digunakan pada drone mainan atau micro drone yang tidak memerlukan performa tinggi.
Drone DJI yang sering anda lihat juga menggunakan jenis motor brushless.
Bagi para penggemar drone, memahami spesifikasi motor adalah hal yang penting. Motor brushless umumnya ditandai dengan kode angka empat digit, misalnya 2306. Kode ini bukan sekadar angka acak, melainkan menyimpan informasi penting tentang dimensi motor.
Dua digit pertama menunjukkan diameter stator dalam satuan milimeter, sementara dua digit terakhir menggambarkan tinggi stator. Dengan demikian, motor berkode 2306 memiliki stator berdiameter 23 milimeter dengan tinggi 6 milimeter. Semakin besar dimensi stator, semakin besar pula tenaga yang dapat dihasilkan motor tersebut.
Selain dimensi, spesifikasi penting lainnya adalah nilai KV. Angka KV menunjukkan berapa putaran per menit (RPM) yang dapat dicapai motor untuk setiap volt tegangan yang diberikan dalam kondisi tanpa beban. Motor dengan nilai KV tinggi, misalnya di atas 2000, akan berputar sangat cepat dan cocok dipasangkan dengan propeller berukuran kecil. Jenis ini ideal untuk drone racing yang mengutamakan kecepatan.
Sebaliknya, motor dengan nilai KV rendah, yakni di bawah 1000, menghasilkan torsi yang lebih besar meski putarannya tidak secepat motor KV tinggi. Motor semacam ini lebih cocok untuk drone yang menggunakan propeller besar atau drone yang dirancang untuk mengangkut beban.
Memilih motor drone tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan agar drone dapat beroperasi secara optimal.
Pertama, ukuran frame atau rangka drone menjadi penentu utama. Frame yang lebih besar membutuhkan motor yang lebih besar pula agar dapat menghasilkan gaya angkat yang memadai. Ukuran motor juga harus disesuaikan dengan propeller yang akan digunakan.
Kedua, berat total drone harus diperhitungkan dengan cermat. Para ahli merekomendasikan agar total gaya dorong yang dihasilkan keempat motor minimal dua kali lipat dari berat total drone. Rasio ini memungkinkan drone untuk hover atau melayang diam di udara. Untuk mendapatkan performa yang lebih agresif, rasio thrust terhadap berat sebaiknya mencapai tiga banding satu atau lebih.
Keempat, kompatibilitas dengan baterai tidak boleh diabaikan. Tegangan baterai akan mempengaruhi pemilihan nilai KV motor. Motor dengan KV rendah lebih cocok dipasangkan dengan baterai bertegangan tinggi seperti 6S, sedangkan motor KV tinggi lebih optimal digunakan dengan baterai 3S atau 4S.
Layaknya komponen mekanis lainnya, motor drone memerlukan perawatan rutin agar performanya tetap optimal. Pembersihan secara berkala sangat dianjurkan untuk menghilangkan debu dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja motor.
Bearing atau bantalan motor perlu diperiksa secara berkala. Jika bearing terasa kasar saat diputar atau mengeluarkan suara berisik, sudah saatnya untuk menggantinya dengan yang baru. Motor yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan getaran berlebih yang pada akhirnya merusak komponen drone lainnya.
Penggunaan drone secara terus-menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan motor mengalami overheat. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan jeda istirahat di antara sesi penerbangan. Kabel-kabel yang terhubung ke motor juga perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak ada yang aus atau terkelupas.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi drone, inovasi pada komponen motor pun terus berlanjut. Para produsen berlomba-lomba menghadirkan motor yang lebih ringan, lebih efisien, dan lebih bertenaga.