
DRNLogbook entry· 4 min read
Remote Pilot In Command, Hal penting yang harus anda ketahui!
Penjelasan lengkap tentang peran, kualifikasi, dan tanggung jawab RPIC dalam operasi drone.
4 min read
Departures

DRNLogbook entry· 4 min read
Penjelasan lengkap tentang peran, kualifikasi, dan tanggung jawab RPIC dalam operasi drone.
Remote Pilot in Command (RPIC) memegang peran penting dalam keselamatan dan kepatuhan operasi drone komersial terhadap regulasi Kementerian Perhubungan. Untuk memahami istilah-istilah teknis seperti UAV, UAS, RPAS yang sering digunakan dalam regulasi, baca artikel Istilah Resmi untuk Drone.
Seorang Remote Pilot in Command harus memiliki sertifikat remote pilot dengan rating untuk _small unmanned aircraft systems_ yang dikeluarkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU), Kementerian Perhubungan.
Sertifikat ini adalah bukti bahwa RPIC memahami ketentuan dan memiliki keterampilan untuk mengoperasikan drone dengan aman sesuai regulasi yang berlaku.
2. Mempersiapkan misi: Remote Pilot In Command harus mempersiapkan misi dengan baik dan memastikan bahwa semua peralatan dan dokumen yang diperlukan tersedia sebelum memulai operasi.
3. Menentukan tujuan dan resiko misi: Remote Pilot In Command harus menentukan tujuan dan resiko misi sebelum memulai operasi dan memastikan bahwa operasi dapat dilakukan secara aman.
5. Mengawasi kondisi cuaca dan lingkungan: Remote Pilot In Command harus memantau kondisi cuaca dan lingkungan selama operasi dan memastikan bahwa drone dapat beroperasi secara aman dalam kondisi tersebut.
6. Mengendalikan drone: Remote Pilot In Command harus mengendalikan drone dengan baik dan memastikan bahwa drone beroperasi sesuai dengan regulasi DGCA.
7. Mengambil tindakan yang diperlukan: Jika ada masalah atau situasi darurat selama operasi, Anda harus siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memastikan bahwa drone dapat diterbangkan dengan aman.
8. Peran Tim dalam Operasi Drone:
Visual Observer (VO): Dukungan VO sangat kritikal dalam membantu RPIC mengawasi kondisi sekitar drone dan memberikan laporan situasional selama penerbangan.
Person Manipulating the Controls: Orang ini bekerja di bawah arahan RPIC untuk mengendalikan drone, memastikan penerbangan sesuai dengan protokol keselamatan.
Pendidikan terus-menerus dan pembaruan sertifikasi sangat penting bagi RPIC untuk tetap terinformasi tentang perubahan regulasi dan teknologi terbaru dalam industri drone.
Untuk menjadi RPIC yang bersertifikat, Anda perlu mengikuti jalur pelatihan dan sertifikasi resmi. Pelajari lebih lanjut di artikel Pelatihan dan Sertifikasi Pilot Drone di Indonesia.
Pendidikan ini membantu memastikan bahwa operasi drone tidak hanya aman tetapi juga efisien.
Remote Pilot in Command adalah tulang punggung keberhasilan operasi drone yang aman dan patuh.
Dengan mengikuti pelatihan yang tepat dan menjaga kerja sama tim yang efektif, RPIC memastikan bahwa operasi drone berlangsung tanpa hambatan, memenuhi semua regulasi dan standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Sebagai pengendali utama dalam operasi drone, RPIC memastikan bahwa semua aktivitas penerbangan mematuhi standar yang ditetapkan. Pemahaman tentang airmanship bagi remote pilot juga sangat penting untuk menjadi RPIC yang profesional. Selain itu, RPIC harus memahami kru dalam pengoperasian drone dan peran masing-masing anggota tim. Untuk memahami kerangka regulasi lengkap, baca Panduan Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia.

“— FAA
The Pilot in Command is responsible for EVERYTHING related to the safe
operations of his aircraft. Therefore, do a pre-flight. If you’re not ready,
DON’T fly.
”
1. Mempelajari regulasi DGCA: Sebelum memulai operasi drone, Remote Pilot In Command harus mempelajari regulasi DGCA dan memahami peraturan yang berlaku untuk operasi drone. Memahami sejarah perkembangan drone dan berbagai jenis drone juga penting untuk konteks yang lebih luas. Pelajari panduan lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia.
4. Menentukan jalur terbang: Remote Pilot In Command harus menentukan jalur terbang yang aman dan efisien dan memastikan bahwa drone tidak akan membahayakan penerbangan udara lain. Penting untuk memahami cara membaca NOTAM kegiatan UAV sebelum menentukan jalur terbang.
RPIC perlu memahami perbedaan antara regulasi operasi drone hobi dan komersial, memastikan bahwa semua penerbangan komersial memenuhi standar yang lebih ketat yang ditetapkan untuk kegiatan komersial. Jika Anda baru memulai, baca Tips Drone untuk Pemula untuk memahami dasar-dasarnya. Untuk operasi komersial seperti pemetaan menggunakan drone, standar yang lebih tinggi dan sertifikasi yang tepat sangat diperlukan.