Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 30 OCTNWSHouthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di MekkahOn time
  2. 30 OCTNWSUkraina Lumpuhkan 1.039 Kapal Rusia Pakai Drone Sepanjang 2026On time
  3. 30 OCTNWSKilang Minyak Novokuibyshevsk di Rusia Terbakar Usai Serangan DroneOn time
  4. 30 OCTNWSDrone Rekam Orang Utan Berlindung dari Karhutla di Tanjung PutingOn time
  5. 30 OCTNWSTim Gabungan Terjunkan Enam Drone Sisir Karhutla di Teweh SelatanOn time
All departures
Wewenang FCC atas Drone Diuji Lewat Gugatan Hikvision

EDTLogbook entry

Wewenang FCC atas Drone Diuji Lewat Gugatan Hikvision

Gugatan hukum Hikvision terhadap FCC berpeluang membatasi wewenang regulator dalam mencabut izin drone asing yang sudah beredar di pasar.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 13 Oktober 2026
Editorial

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

NOTAMContent noticeREF C3843
Q)

Info only · Claim, credit, or removal on request

E)

Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi. Kalau kamu pemilik gambar atau konten di halaman ini dan ingin mengklaim, meminta kredit, atau meminta penghapusan, saya terbuka untuk permintaan itu. Silakan hubungi saya.

This article is shared for informational purposes. If you own an image or content on this page and would like to claim it, request credit, or ask for its removal, I am open to that. Please contact me.

Contact tower[email protected]WhatsAppFull notice

Frequencies

  • #FCC
  • #Regulasi Drone
  • #Hikvision
  • #DJI
  • #Drone Komersial
  • #Keamanan Siber
  • #Kebijakan Publik

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan PenggunaanContent Notice
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Wewenang FCC atas drone kini memasuki babak penentuan di ruang sidang pengadilan federal Amerika Serikat. Persidangan kasus Hikvision USA melawan Federal Communications Commission pada Oktober 2026 menyoroti hak lembaga komunikasi tersebut dalam membatalkan otorisasi perangkat yang sudah terbit bertahun-tahun lalu. Putusan hakim banding akan menentukan nasib ribuan unit pesawat tanpa awak buatan luar negeri yang saat ini beroperasi di sektor komersial maupun sipil.

Persoalan hukum bermula dari gugatan perkara No. 25-1274 di Pengadilan Banding Distrik Columbia. Tiga hakim federal memeriksa batasan aturan FCC tahun 2025 yang mengizinkan penarikan izin edar perangkat telekomunikasi dalam Covered List. Produsen kamera keamanan Hikvision menentang klausul tersebut karena menganggap FCC melampaui mandat undang-undang federal saat membatalkan izin masa lalu secara sepihak.

Bagaimana Kasus Hikvision Berkaitan dengan Industri Drone

Gugatan Hikvision berkaitan langsung dengan masa depan armada pesawat tanpa awak karena FCC memakai dasar hukum serupa untuk melarang impor drone asing. Regulator menggunakan dalil keamanan nasional guna menghentikan izin edar transmisi radio pada alat terbang nirawak yang masuk kategori militer dan daftar Covered List.

Komisi membuka lembar tanggapan publik melalui PS Docket No. 26-189 pada tanggal 21 Juli 2026. Dokumen proposal mengajukan penghentian aktivitas impor dan pemasaran lanjutan bagi unit pesawat tanpa awak serta komponen kritis buatan luar negeri. Produsen global raksasa seperti DJI terkena dampak langsung rancangan kebijakan jika regulasi resmi disahkan tanpa koreksi pengadilan.

Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi Aviasi

Baca juga

Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi Aviasi

Editorial

Regulator menegaskan bahwa pemilik lama tetap boleh menerbangkan drone yang sudah dibeli sebelumnya. Otoritas komunikasi hanya berencana menutup pintu penjualan baru dan suku cadang resmi di wilayah Amerika Serikat. Kondisi serupa dihadapi Hikvision sehingga putusan perkara D.C. Circuit menjadi yurisprudensi utama bagi kedua belah pihak.

Perbedaan Kebijakan FCC terhadap Perangkat Baru dan Lama

FCC memisahkan perlakuan izin edar menjadi dua kategori demi menghindari penyitaan langsung barang milik konsumen sipil. Pendekatan hukum membedakan jalur perdagangan komersial baru dengan hak operasional alat yang telah beroperasi di lapangan.

Mengapa Sengketa Hukum FCC Menjadi Sorotan Industri Global

Sengketa hukum FCC menarik perhatian pelaku industri global karena putusan pengadilan dapat memicu proteksionisme teknologi di negara lain. Jika pengadilan federal memenangkan regulator, wewenang pembatalan izin radio masa lalu akan diadopsi lembaga telekomunikasi internasional untuk membatasi perangkat kompetitor asing.

Sponsored

Pembatasan perangkat lama merugikan penyedia jasa penerbangan yang sudah menanam investasi armada dalam jumlah besar. Penghentian jalur impor suku cadang resmi membuat perawatan rutin perangkat menjadi mahal. Pilot komersial terancam kesulitan mendapatkan modul pemancar pengganti ketika masa pakai unit mendekati batas operasional.

Dampak Wewenang FCC terhadap Ekosistem Drone Indonesia

Penetapan aturan FCC di Amerika Serikat memberi pelajaran berharga bagi penyusunan tata kelola spektrum frekuensi drone di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengatur pemanfaatan frekuensi radio secara terpisah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.

Industri Drone Asia Tenggara Memasuki Babak Operasional Baru

Baca juga

Industri Drone Asia Tenggara Memasuki Babak Operasional Baru

Editorial

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Operator drone wajib mempersiapkan langkah mitigasi teknis agar operasional bisnis tetap berjalan lancar saat terjadi perubahan regulasi impor. Tindakan pencegahan membantu perusahaan mempertahankan kelangsungan armada survei maupun inspeksi jangka panjang.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01EDTEDT19 Oct 2026Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiPemerintah Beijing menetapkan larangan kepemilikan dan penyimpanan drone warga mulai 15 November 2026 demi memperkuat pertahanan ibu kota. Kebijakan ini menciptakan dinamika unik di tengah ambisi Tiongkok merajai ekonomi ruang udara rendah global.Via #Regulasi Drone · #DJIDuration--Boarding
  2. Gate 02EDTEDT20 Oct 2026Industri Drone Asia Tenggara Memasuki Babak Operasional BaruIndustri drone Asia Tenggara beralih dari sekadar pengujian teknologi menuju integrasi operasional skala besar di sektor komersial dan pertahanan regional.Via #Regulasi DroneDuration--Boarding
  3. Gate 03EDTEDT19 Oct 2026Drone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraUji coba drone first responder di Norfolk membuktikan kecepatan pemantauan udara tanggap darurat tanpa menggantikan peran petugas lapangan.Via #Regulasi DroneDuration--Boarding
  4. Gate 04EDTEDT13 Oct 2026Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026FAA memperbarui format ujian teori Part 107 mulai 26 Oktober 2026 dengan menyematkan peta penerbangan langsung ke soal layar komputer.Via #Regulasi DroneDuration--Boarding
  1. WPT 01Bagaimana Kasus Hikvision Berkaitan dengan Industri Drone
  2. WPT 02Perbedaan Kebijakan FCC terhadap Perangkat Baru dan Lama
  3. WPT 03Mengapa Sengketa Hukum FCC Menjadi Sorotan Industri Global
  4. WPT 04Dampak Wewenang FCC terhadap Ekosistem Drone Indonesia
  5. WPT 05Langkah Operator Drone Menghadapi Ketidakpastian Regulasi Perangkat

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 30 OCTNWSHouthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di MekkahOn time
  2. 30 OCTNWSUkraina Lumpuhkan 1.039 Kapal Rusia Pakai Drone Sepanjang 2026On time
  3. 30 OCTNWSKilang Minyak Novokuibyshevsk di Rusia Terbakar Usai Serangan DroneOn time
  4. 30 OCTNWSDrone Rekam Orang Utan Berlindung dari Karhutla di Tanjung PutingOn time
  5. 30 OCTNWSTim Gabungan Terjunkan Enam Drone Sisir Karhutla di Teweh SelatanOn time
All departures
Segel resmi Federal Communications Commission Amerika Serikat
Federal Communications Commission menghadapi gugatan hukum terkait batas wewenang izin frekuensi radio.
Aspek PenegakanKebijakan Unit BaruKebijakan Unit Lama
Status OtorisasiDitolak otomatisOtorisasi awal dicabut bersyarat
Izin ImporDilarang masuk pelabuhanTidak dapat mengajukan izin impor ulang
Aktivitas PemasaranDilarang dijual di toko resmiDilarang dijual kembali oleh distributor
Legalitas TerbangTidak dapat beroperasi secara legalTetap boleh digunakan pemilik lama
Pasokan KomponenPenghentian sertifikasi modul baruPembatasan pasokan suku cadang resmi

Langkah bertahap dirancang agar layanan operasional industri pemetaan dan inspeksi udara tidak lumpuh mendadak. Anda bisa mempelajari ketatnya aturan wilayah udara di Indonesia melalui panduan regulasi drone untuk melihat perbedaan pendekatan otoritas penerbangan sipil lokal.

Kebijakan dagang Amerika Serikat sering menciptakan efek berantai terhadap pasar ekspor komponen teknologi di Asia Tenggara. Tekanan proteksi pasar radio frekuensi mirip dengan dampak tarif Trump dan industri drone yang mengubah peta rantai pasok manufaktur dunia. Vendor global dipaksa memindahkan fasilitas perakitan demi menghindari status Covered List.

Para praktisi dapat mencermati detail aturan ruang udara domestik lewat berkas download regulasi dan aturan menerbangkan drone di Indonesia agar terhindar dari sanksi hukum. Kebutuhan operasional seperti proyek drone delivery dan peluangnya menuntut kepastian status sertifikasi perangkat radio jarak jauh.

Integrasi perizinan terpadu di Indonesia terus dibenahi agar remote pilot mendapatkan kepastian izin resmi. Informasi terkini seputar sertifikasi alat dan kelaikan terbang dapat dipantau melalui portal Drone Indonesia guna mendukung operasional yang aman.

Langkah Operator Drone Menghadapi Ketidakpastian Regulasi Perangkat

  1. Audit nomor sertifikasi transmisi radio perangkat untuk memastikan legalitas modul pengendali jarak jauh.
  2. Siapkan stok suku cadang resmi yang mencakup modul radio, antena cadangan, baterai, dan papan pengendali penerbangan.
  3. Bangun kemitraan dengan beberapa distributor perangkat alternatif guna mengurangi ketergantungan pada satu pabrikan tertentu.
  4. Catat setiap pembaruan perangkat lunak pengendali penerbangan agar terhindar dari pemblokiran frekuensi otomatis.
  5. Pantau rilis resmi lembaga komunikasi negara tempat armada beroperasi untuk memperbarui dokumen kepatuhan hukum penerbangan.
Apa inti gugatan Hikvision terhadap FCC?
Hikvision menggugat wewenang FCC yang mencabut izin otorisasi perangkat telekomunikasi yang telah disetujui sebelumnya.
Siapa panel hakim yang memimpin sidang banding kasus tersebut?
Panel hakim terdiri dari Hakim Srinivasan, Hakim Millett, dan Hakim Garcia dari Pengadilan Banding D.C. Circuit.
Mengapa proposal FCC berdampak pada industri drone komersial?
Proposal FCC dalam PS Docket No. 26-189 melarang impor dan pemasaran drone asing yang masuk daftar Covered List.
Apakah pemilik drone lama di Amerika dilarang terbang?
Pemilik drone lama tetap diperbolehkan menerbangkan unit yang sudah mereka miliki.
Apa kategori drone yang dibidik FCC dalam dokumen usulannya?
FCC membidik pesawat tanpa awak kategori militer dan komponen kritis buatan luar negeri yang terdaftar di Covered List.
Kapan usulan pembatasan drone FCC dibuka untuk komentar publik?
Usulan pembatasan dibuka untuk konsultasi publik sejak tanggal 21 Juli 2026.
Apa risiko terbesar bagi pengguna drone jika FCC memenangkan sidang?
Pengguna drone menghadapi risiko kelangkaan suku cadang resmi dan penghentian penjualan perangkat di pasar komersial.
Apakah sidang kasus Hikvision secara spesifik membahas drone?
Sidang Hikvision tidak membahas drone secara spesifik, melainkan batas wewenang FCC atas izin perangkat yang disetujui sebelumnya.
Bagaimana nasib penjualan drone baru jika izin otorisasi ditarik?
Distributor dan toko komersial dilarang menjual unit baru yang otorisasi frekuensi radionya telah dicabut.
Mengapa wewenang pencabutan izin FCC dianggap berlebihan oleh penggugat?
Penggugat menilai undang-undang federal tidak memberi mandat bagi FCC untuk membatalkan sertifikasi alat yang terbit sah di masa lalu.