Di tengah lautan konten drone yang kebanyakan berisi tutorial terbang atau review gadget, buku DRONE karya Liu Purnomo mengambil posisi lain.
Buku ini mengajak pembaca memahami drone dari akar konseptualnya, mulai dari sistem penerbangan, sejarahnya yang panjang, sampai makna teknologinya yang terus bergeser tergantung konteks.
Panduan operasional dan katalog spesifikasi memang tidak ada di sini.
Pertanyaan yang menjadi titik berangkatnya jarang dijawab dengan serius. Apa sebenarnya yang kita maksud saat menyebut kata "drone"?
Liu Purnomo, S.Kom berangkat dari lapangan. Ia praktisi drone aktif sejak 2013 dengan ribuan jam terbang nyata, dari pemetaan tambang di pedalaman Kalimantan sampai survei infrastruktur di kota-kota besar.
Ia memegang sertifikasi Master Instructor dari BNSP dan tersertifikasi sebagai Remote Pilot oleh DGCA, FASI, dan APDI.
Kombinasi itu menjadikannya salah satu instruktur drone dengan kualifikasi paling lengkap di Indonesia.
Di luar dunia penerbangan, ia seorang Software Engineer yang membangun platform komunitas Drone Indonesia.
Perpaduan keahlian lapangan dan teknologi inilah yang membuat tulisannya terasa berbeda dari kompilasi teori biasa.
Penulis memulai dari bahasa.
Mengapa satu kata bisa merujuk pada mainan anak-anak, senjata militer, alat pertanian, dan kamera udara sekaligus?
Bab ini membahas perbedaan istilah UAV, UAS, RPAS, UCAV, RPA, dan RC Model, serta asumsi dan perspektif yang dibawa tiap nama terhadap teknologi yang sama.
Penelusuran sejarah yang solid.
Ceritanya dimulai dari penerbangan tanpa awak pertama di Venesia (1849) dan eksperimen kendali jarak jauh Nikola Tesla, lalu berlanjut ke drone Perang Dunia I dan II, era MQ-1 Predator dan War on Terror, sampai ledakan drone konsumer pasca-2010.
Bab ini menegaskan bahwa drone lahir dari akumulasi inovasi selama lebih dari satu abad.
Bab ini menjelaskan berbagai cara mengklasifikasikan drone, yaitu berdasarkan bobot, desain aerodinamis (multirotor, fixed wing, hybrid VTOL), metode take-off dan landing, jangkauan jelajah, altitude, endurance, hingga aplikasi.
Hasilnya, "drone" tampak sebagai keluarga besar dengan anggota yang sangat beragam.
Komponen internal dibahas secara fungsional.
Cakupannya meliputi airframe, sistem propulsi (motor BLDC, ESC, propeler), flight controller, IMU, baterai dan power system, sensor, serta sistem komunikasi dan telemetri.
Detail engineering dijaga tetap ringan, dan kedalamannya cukup untuk membangun pemahaman nyata.
Salah satu bab terkuat dalam buku ini.
Isinya mencakup empat gaya dasar penerbangan, cara kerja propeler, gerakan drone (roll, pitch, yaw), perbedaan multirotor dan fixed wing, ground effect, vortex ring state, stabilisasi otomatis, flight modes, sampai batas-batas fisika yang tidak bisa dinegosiasikan.
Penjelasannya ilmiah dan tetap mudah diikuti.
Bab ini memetakan penggunaan drone di berbagai sektor.
Ada fotografi udara, survei dan pemetaan, precision agriculture, inspeksi infrastruktur, pertambangan, pemantauan hutan, logistik, search and rescue, militer, olahraga, riset, asuransi, real estate, dan telekomunikasi.
Bab yang sangat relevan bagi pembaca Indonesia.
Bab ini juga mengulas Remote ID, no-fly zone, privasi, UTM (Unmanned Traffic Management), dan dimensi etika, topik yang jarang disinggung buku teknis sejenis.
Penutup ini membahas AI dan otonomi penuh, Urban Air Mobility dan eVTOL, tantangan energi, counter-drone, integrasi drone ke kehidupan sehari-hari, serta pertanyaan yang masih terbuka.
Spekulasinya tetap berpijak pada realitas. Penulis tidak berpura-pura tahu segalanya, dan di situlah kejujuran intelektual buku ini terasa.
Buku DRONE cocok untuk kelompok berikut.
DRONE adalah buku yang dibutuhkan industri pesawat tanpa awak Indonesia saat ini.
Dengan fondasi historis yang solid, analisis teknis yang terukur, dan kepedulian pada regulasi serta etika, buku ini mengisi celah yang selama ini kosong dalam literatur drone berbahasa Indonesia.
Bagi siapa pun yang bersinggungan dengan drone, baik sebagai pengguna, regulator, peneliti, maupun pengamat, buku ini layak ada di rak referensi Anda.