
NWSLogbook entry
Ukraina Jadikan Pusat Data Sasaran Serangan Drone di Rusia
Ukraina mulai menyasar pusat data dan infrastruktur energi Rusia menggunakan drone murah, memicu ancaman baru terhadap fasilitas komputasi global.
Departures

NWSLogbook entry
Ukraina mulai menyasar pusat data dan infrastruktur energi Rusia menggunakan drone murah, memicu ancaman baru terhadap fasilitas komputasi global.
Pusat data penopang dunia digital kini menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak atau drone Ukraina ke wilayah Rusia seiring meluasnya medan pertempuran modern.
Serangan drone murah tersebut menyasar infrastruktur energi penting milik Rusia yang memasok daya ke fasilitas pusat data. Aksi balasan Ukraina ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan pasukan Rusia di berbagai wilayah Ukraina meski sempat ada gencatan senjata lokal.
Fasilitas komputasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini dipandang sebagai front strategis baru. Penggunaan drone berbiaya rendah dinilai mampu menciptakan dampak kerusakan yang masif sekaligus menimbulkan kerugian ekonomi bernilai tinggi bagi pihak lawan.
Wakil Presiden Operasi Intelijen di Babel Street Jessica McFate menjelaskan ada dua pertimbangan utama di balik pemilihan target tersebut. Babel Street merupakan perusahaan pemantau risiko berbasis AI.
"Pertama adalah untuk mengingatkan Rusia bahwa pihak lain juga bisa memainkan permainan tersebut. Dan kedua adalah bahwa ini cara yang sangat efisien untuk memberikan dampak luar biasa besar terhadap negara Rusia dengan biaya yang sangat kecil," kata McFate.
Menurut McFate, dinamika medan tempur saat ini telah bergeser menjadi kompetisi adopsi teknologi. Keberhasilan inovasi memegang peran kunci dalam menentukan keunggulan posisi di lapangan.
"Ini benar-benar perlombaan tentang siapa yang dapat berinovasi dan mendatangkan teknologi luar lebih cepat demi keuntungan strategis. Ini adalah perang penentu kecepatan langkah," ujar McFate.
Perluasan sasaran ke infrastruktur digital menambah babak baru dalam eskalasi drone dan perang modern, menyusul langkah militer sebelumnya ketika serangan drone Ukraina hantam kilang minyak Rusia. Integrasi jaringan komputasi awan (cloud) lintas batas negara membuat hantaman fisik pada satu pusat data berisiko mengganggu operasional korporasi serta pengguna sipil hingga ribuan mil dari lokasi kejadian.
McFate menyebut penyedia layanan skala besar (hyperscale) kini menghadapi keharusan untuk mengubah tata kelola mitigasi risiko. Keamanan lokasi penyimpanan data fisik kini dituntut lebih terjamin dari risiko serangan militer.
"Saya rasa narasinya harus berubah sekarang, bahwa sebagai pihak hyperscale, saya harus memastikan kepada masyarakat bahwa data mereka tidak disimpan di tempat yang pernah diserang atau berkemungkinan diserang lagi," ucap McFate.
Kerentanan serupa berpotensi meluas ke luar zona konflik, termasuk fasilitas AI milik Amerika Serikat yang terus bertambah pesat. Ketersediaan teknologi drone yang murah dan mudah dioperasikan membuat ancaman semacam ini dapat dilancarkan oleh aktor nonmiliter.
"Premis bahwa seseorang tidak harus menjadi bagian dari militer untuk menggunakan taktik drone semacam ini tetap menjadi poin yang sangat jelas," tutur McFate.
Para pakar menilai perlindungan fisik terhadap pusat data, infrastruktur daya, dan perangkat teknologi AI akan menjadi agenda yang kian krusial bagi ketahanan ekonomi global pada masa depan.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.