
NWSLogbook entry
Rusia Tegaskan Perang Berlanjut Usai Serangan 613 Drone di Moskow
Kremlin menyatakan perang melawan Ukraina harus berlanjut demi keamanan negara setelah Moskow diserang 613 drone saat berlangsungnya KTT Rusia-Afrika.
Departures

NWSLogbook entry
Kremlin menyatakan perang melawan Ukraina harus berlanjut demi keamanan negara setelah Moskow diserang 613 drone saat berlangsungnya KTT Rusia-Afrika.
MOSKOW, Kamis (29/10/2026) - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan perang melawan Ukraina harus terus berlanjut guna melindungi Rusia dari ancaman menyusul gelombang serangan drone ke Moskow.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ratusan drone Ukraina dilaporkan menyasar ibu kota Rusia sepanjang malam pada 28 hingga 29 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, sebanyak 613 drone serang Moskow dalam peristiwa tersebut.
Pemerintah Rusia mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil menangkal seluruh pesawat nirawak tersebut. Otoritas setempat melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat insiden itu.
"Sistem pertahanan udara kami bekerja efektif. Namun hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa situasi masih berlanjut, dan perang harus terus berlanjut agar kami terlindungi dari ancaman," kata Peskov kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Peskov menilai keputusan Ukraina mengorganisasi serangan drone skala masif tersebut sangat aneh. Menurut dia, serangan itu dilancarkan tepat ketika sebuah agenda berskala global sedang berlangsung di ibu kota.
Serangan drone itu terjadi bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika yang digelar pada 28 hingga 29 Oktober 2026. Pertemuan di Istana Grand Kremlin tersebut mempertemukan delegasi dan perwakilan dari 48 negara Afrika.
Ketegangan udara ini terjadi di tengah ketidakpastian rencana perundingan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Hingga kini, ketiga pihak belum menetapkan jadwal resmi perundingan tersebut.
Ajudan Kremlin Yuri Ushakov pada Rabu (28/10/2026) menyebutkan pelaksanaan negosiasi trilateral itu sangat bergantung pada situasi nyata di medan pertempuran. Penggunaan pesawat nirawak sendiri kian mendominasi taktik kedua pihak sebagaimana pola drone dan perang modern belakangan ini.
Pertemuan trilateral tersebut awalnya diproyeksikan berlangsung pada Oktober 2026 setelah utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengunjungi Ukraina serta Rusia. Kunjungan itu sempat menghasilkan kesepakatan prinsip untuk menggelar perundingan.
Kremlin kemudian menolak ambil bagian dalam jadwal awal tersebut. Pihak Moskow menuduh Kyiv melancarkan serangan udara pada hari pemilihan umum pada 20 September.
Di pihak lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pada Rabu (28/10/2026) bahwa ia memperkirakan negosiasi dapat digelar pada pertengahan November 2026. Namun, Washington belum memberikan konfirmasi tanggal perundingan.
Upaya diplomatik terbaru dari Washington bergulir setelah eskalasi saling serang yang mencakup serangan drone dan rudal di berbagai wilayah. Hingga saat ini Moskow tetap menolak proposal gencatan senjata penuh tanpa syarat yang didukung Barat dan Kyiv, sembari menuntut penyerahan wilayah Donbas.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.