Skydio ISR Command resmi meluncur sebagai perangkat lunak taktis yang memungkinkan satu operator menerbangkan dua unit drone Skydio X10D secara simultan. Sistem kendali ini langsung menghubungkan koordinat sasaran di lapangan ke berbagai armada tempur udara termasuk jet F-16. Pengumuman teknologi ini disampaikan langsung pada ajang pameran militer AUSA 2026 di Washington.
Kehadiran sistem cerdas ini memutus batasan rasio lama yang mengharuskan satu pilot memegang satu drone. Integrasi penuh pada jalur data angkatan darat mempercepat rantai komando penyerangan secara drastis dalam medan pertempuran modern.
Skydio ISR Command menjalankan alur kerja pergantian baterai otomatis antara dua drone tanpa memutus pemantauan objek. Saat baterai drone pertama mulai menipis, sistem segera memerintahkan operator menyiapkan unit kedua.
Drone kedua meluncur mandiri ke titik pengamatan dan langsung mengunci target yang sama di layar kontrol. Pilot hanya perlu menekan layar satu kali untuk mengonfirmasi serah terima pengawasan sebelum drone pertama pulang secara otomatis. Taktik berpasangan ini menjaga mata pengintai tetap tertuju pada sasaran sepanjang waktu tanpa jeda visual.
Sistem menghemat daya karena titik koordinat sasaran diatur lewat penanda TAK sebelum drone menyala. Unit Skydio X10D mengudara dalam tempo 40 detik dan bernavigasi menggunakan kamera onboard saat sinyal satelit terganggu ancaman drone jammer dan cara kerjanya melumpuhkan sinyal pesawat. Fitur pelacak otomatis bernama Shadow mampu mengunci pergerakan mobil maupun personel di jalan terjal secara mandiri.
Skydio ISR Command menyematkan koordinat target langsung ke dalam siaran video resolusi tinggi berbasis standar militer internasional. Sistem menggunakan protokol MISB ST 0601 untuk target diam dan protokol MISB ST 0903 untuk target bergerak.
Drone berbobot 2,14 kilogram ini menjadi wahana udara mini pertama yang sanggup memberikan data tembak presisi bagi armada pemukul berat. Pilot dapat mengunci koordinat silang sasaran dengan koreksi kontur bumi hingga jarak 5 kilometer secara akurat. Data titik sasaran tersebut dibagikan seketika ke pesawat F-16 maupun amunisi serang sekali pakai untuk eksekusi langsung.
Perangkat lunak ini berjalan langsung di dalam pengendali kendali tanpa membutuhkan perangkat komputasi tambahan di ransel prajurit. Seluruh percakapan taktis dan penanda peta tersinkronisasi otomatis dengan ekosistem TAK milik militer.
Berikut perbandingan alur kerja pengintaian drone taktis konvensional dengan sistem kendali cerdas:
Operasi ganda di garis depan kini dapat dikerjakan lewat langkah berurutan yang sangat praktis bagi prajurit lapangan:
Perkembangan teknologi otonom ini memperluas 10 manfaat dan kegunaan drone dalam berbagai bidang yang mencakup keamanan wilayah perbatasan hingga pengawasan infrastruktur strategis negara.