
NWSLogbook entry
Ukraina Kembangkan Drone Relai Pemancar Sinyal
Produsen dan militer Ukraina merancang drone pengulang sinyal sebagai menara relai terbang guna memperpanjang jarak jangkau drone serang di garis depan.
Departures

NWSLogbook entry
Produsen dan militer Ukraina merancang drone pengulang sinyal sebagai menara relai terbang guna memperpanjang jarak jangkau drone serang di garis depan.
Militer dan industri pertahanan Ukraina mengembangkan drone pengulang sinyal sebagai menara relai terbang guna memperluas jangkauan operasi pesawat nirawak di medan tempur.
Perangkat tersebut beroperasi di antara pengendali dan wahana penyerang. Fungsinya meneruskan instruksi pilot ke wahana sekaligus mengirimkan kembali umpan video serta data intelijen.
Keberadaan pemancar terbang dibutuhkan karena drone menyumbang lebih dari 95 persen kerugian Rusia di garis depan. Pesawat nirawak pengulang sinyal mampu terbang lebih tinggi dibandingkan antena darat, sehingga tautan radio tetap terjaga dari ancaman pemblokiran sinyal.
Produsen senjata Ukraina, Twist Robotics, memodifikasi wahana Saker Scout menjadi pemancar nirkabel terbang. Wahana ini awalnya dirancang untuk operasi pengintaian dan serangan langsung.
"Platform kecil yang serbaguna menjadi solusi," kata Co-founder dan Chief Information Officer Twist Robotics Rostyslav Olenchyn.
Olenchyn menyebutkan pesawat berawak besar sulit bertahan di ruang udara yang dipenuhi sistem pertahanan udara. Karena kebutuhan operasi jarak jauh terus bertambah, Saker Scout diubah fungsinya dan mulai diproduksi massal sejak 2023.
Menurut klaim pabrikan, Saker Scout mampu memperpanjang jarak operasional wahana tempur hingga lebih dari 50 kilometer. Twist Robotics juga memanfaatkan wahana penyerang lain bernama Signal Hunter sebagai stasiun relai cadangan.
Perusahaan pertahanan Ukraina lain mengambil langkah serupa. Roboneers mengembangkan varian wahana Wardog yang mampu mengangkut beban modul transmisi seberat tiga kilogram, sedangkan Skyriper memproduksi Skyriper-R khusus untuk fungsi pengulang sinyal.
Chief Executive Officer TAF Industries Volodymyr Zinovskyi menuturkan perusahaannya mulai memproduksi drone relai tahun lalu atas permintaan unit lapangan. Kebutuhan tersebut kini telah bergeser dari opsi tambahan menjadi perangkat wajib.
Platform inovasi pemerintah Ukraina, Brave1, menyatakan operasi wahana berjarak jauh atau di medan berbukit membutuhkan pemancar khusus. Alat ini melipatgandakan jangkauan sinyal yang stabil di area pertempuran.
Stasiun relai udara juga dirancang untuk memperkecil risiko pelacakan posisi pilot. Lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat kedua pihak yang berkonflik kerap melacak sumber sinyal pengendali untuk dihantam artileri.
Analis evaluasi Resimen Sistem Nirawak ke-413 Ukraina Dmytro Zhluktenko berujar pasukan di garis depan menjaga kestabilan komunikasi radio lewat pemanfaatan massal pesawat pengulang sinyal.
"Kami mengoptimalkan pesawat pengulang sinyal ini untuk bertahan di udara sangat lama, sekitar satu jam lebih," ucap Zhluktenko.
Menurut Zhluktenko, sebagian unit memakai wahana sayap tetap (fixed-wing), sementara unit lain memanfaatkan wahana pengebom yang dialihfungsikan. Beban bom diganti dengan modul transmisi agar mampu mengawal operasi penyerangan dari udara.
Twist Robotics menjadwalkan pembaruan teknologi wahana relai sinyal secara berkala setiap dua pekan guna mengimbangi taktik perang elektronik lawan di garis depan.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.


Komandan Peleton Zeni UAV ke-2 International Defense Legion of Ukraine Oleksiy menyebutkan unitnya memanfaatkan pemancar terbang guna memperluas cakrawala radio. Taktik serupa telah digunakan dalam dinamika drone dan perang modern untuk menembus wilayah lawan.
Pihak Rusia diketahui turut menerapkan metode menara terbang ini agar wahana penyerang mereka dapat terbang lebih dalam ke teritori Ukraina. Penggunaan alat pemancar membantu mengatasi taktik pertahanan musuh yang mengandalkan drone jammer.
Eksperimen perluasan jangkauan kendali jarak jauh kini juga dilakukan Korps Marinir Amerika Serikat dengan menguji helikopter sebagai pemancar induk kendali wahana FPV. Kestabilan transmisi menjadi faktor penentu efektivitas komunikasi taktis pada sistem transmisi radio drone.