Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 28 OCTNWSSerangan Rudal dan Drone Iran Rusak Pangkalan Militer ASOn time
  2. 28 OCTTCHSamsung Sindir Masalah Layar Retak iPhone Duo Lewat Iklan BaruOn time
  3. 28 OCTNWSPasar Analitik Drone Global Diproyeksikan Tembus 17,2 Miliar Dollar AS pada 2030On time
  4. 28 OCTNWSChina Perketat Kontrol Ekspor Drone dan Komponen Mulai November 2026On time
  5. 28 OCTNWSBabinsa Dampingi Penyemprotan Padi Pakai Drone di MalangOn time
All departures
Low-Altitude Economy dari Wuhan, Mengapa Sulit Masuk Indonesia

EDTLogbook entry

Low-Altitude Economy dari Wuhan, Mengapa Sulit Masuk Indonesia

Sepulang dari konferensi teknologi di Wuhan, saya menilai low-altitude economy di Indonesia masih terhalang regulasi, ruang udara, dan izin yang berlapis.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 7 Oktober 2026
Editorial

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Akhir Juli 2026, saya menghadiri konferensi di Wuhan sambil mendengarkan para pembicara membahas low-altitude economy seolah-olah itu sudah menjadi sektor industri yang berjalan, bukan lagi wacana.

Ada kebijakan, ada standar, ada produsen, dan yang paling penting, ada pembeli. Sambil mendengar, sambil membayangkan kondisi Indonesia, tempat untuk menerbangkan satu drone pemetaan di satu lokasi saja kita masih harus mengurus koordinasi berlapis.

Saya hadir di 2026 Hubei International Technology Exchange Conference, dan salah satu topik besarnya adalah ekonomi ketinggian rendah.

Tulisan ini murni analisis dan opini pribadi saya sebagai remote pilot dan instruktur, bukan laporan resmi acara.

Cara Mengubah Mode Sinyal CE ke FCC Drone DJI Lengkap

Baca juga

Cara Mengubah Mode Sinyal CE ke FCC Drone DJI Lengkap

Editorial

Saya tidak akan berpura-pura mencatat semua detail presentasi.

Hanya sebuah kesan lapangan dan perbandingan yang tidak bisa saya hindari.

Jujur saja, ekosistem seperti yang digambarkan di Tiongkok tidak akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat, dan penyebab utamanya bukan teknologi.

Penghalangnya ada di regulasi, tata kelola ruang udara, dan cara kita memandang drone selama ini.

Sponsored

Apa sebenarnya yang dibicarakan di Wuhan

Low-altitude economy merujuk pada seluruh aktivitas ekonomi yang memanfaatkan ruang udara rendah, umumnya di bawah sekitar 1.000 meter.

Isinya sangat beragam. Ada drone logistik untuk pengiriman barang, eVTOL untuk angkutan penumpang jarak pendek, inspeksi jaringan listrik, penyemprotan lahan pertanian, pemadaman dan penyelamatan, sampai wisata udara. 

Tiongkok memperlakukan ini sebagai industri strategis. Sejak istilah itu masuk ke laporan kerja pemerintah pusat pada 2024, pemerintah daerah berlomba menyiapkan zona uji, insentif, dan infrastruktur.

Di Wuhan, suasananya terasa seperti itu. Orang tidak lagi bertanya apakah ini akan jadi industri, mereka bertanya siapa yang paling cepat menguasai rantai pasoknya.

iPhone Duo Menjawab Era Baru Ponsel Lipat Apple

Baca juga

iPhone Duo Menjawab Era Baru Ponsel Lipat Apple

Editorial

Buat saya, perbedaan terbesar bukan pada gadget yang dipamerkan.

Drone dan eVTOL bisa dibeli atau ditiru oleh siapa saja.

Yang tidak bisa dibeli adalah kesiapan sistem di sekelilingnya, yaitu aturan yang jelas, ruang udara yang dibuka secara terencana, dan satu arah kebijakan yang diikuti banyak instansi sekaligus.

Resep Tiongkok yang sulit disalin begitu saja

Ada tiga hal yang menurut saya membuat Tiongkok melaju.

Sponsored

Kalau satu model bisnis gagal, ongkos belajarnya tidak akan membunuh perusahaan.

Kedua, otoritas penerbangan sipil di sana bergerak maju di sisi sertifikasi pesawat jenis baru.

EHang EH216-S, misalnya, sudah melewati proses sertifikasi dari CAAC. Terlepas dari pro dan kontra soal keamanannya, ada jalur resmi yang bisa dilalui produsen dari prototipe sampai izin operasi komersial.

Kamera Gimbal Terbaik 2026 DJI Melawan Insta360

Baca juga

Kamera Gimbal Terbaik 2026 DJI Melawan Insta360

Editorial

Jalur seperti inilah yang membuat investor berani menaruh uang.

Ketiga, negara bersedia membuka ruang udara secara bertahap dan terkelola.

Pembahasan eVTOL penumpang yang dulu terdengar futuristik, seperti yang pernah saya tulis di artikel drone taxi dan urban air mobility di Indonesia, di sana sudah masuk ke tahap rute dan stasiun lepas landas.

Saya tidak bilang semuanya mulus, tetapi arah dan tanggung jawabnya jelas.

Sponsored

Saya sengaja menyebut tiga hal itu karena Indonesia hanya punya sebagian saja.

Kita punya pasar dan punya pilot yang makin terlatih, tetapi dua faktor lain, yaitu rantai pasok dan keberanian membuka ruang udara, belum sejalan.

Di Indonesia, ruang udara adalah wilayah kedaulatan dan pertahanan yang sangat sensitif. Pengesahan UU No. 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan ruang udara menegaskan hal itu.

Saya melihatnya sebagai langkah penting untuk kepastian hukum, tetapi nadanya lebih ke pengendalian dan penegakan daripada pemanfaatan ekonomi. Untuk ekonomi ketinggian rendah, itu bukan nada yang paling ideal.

Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi Aviasi

Baca juga

Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi Aviasi

Editorial

Di lapangan, pilot yang bekerja di dekat bandara, instalasi vital, atau kawasan militer sudah akrab dengan ritme izinnya.

Itu untuk satu drone, dengan satu pilot, di satu titik. Bayangkan ratusan drone pengantar barang melintas di atas kota yang sama setiap jam.

Konsep yang paling relevan untuk menjembatani ini adalah flexible use airspace, yaitu ruang udara yang dialokasikan fleksibel antara kepentingan sipil dan militer sesuai waktu dan kebutuhan.

Sponsored

Tanpa mekanisme semacam itu yang benar-benar berjalan, low-altitude economy akan tersandung di pintu pertama, sebab tidak ada koridor yang bisa dipakai secara rutin dan dapat diprediksi.

Izin berlapis yang dirasakan operator setiap hari

Saya ingin turun dari level kebijakan ke meja kerja pilot. Satu operasi komersial yang wajar di Indonesia sudah melibatkan banyak pintu.

Berikut beberapa yang paling sering saya temui.

Setiap butir di atas masuk akal kalau dilihat sendiri-sendiri.

Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026

Baca juga

Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026

Editorial

Masalahnya muncul ketika semuanya harus dilalui satu per satu untuk kegiatan yang nilainya kecil.

Operasi di luar jangkauan pandang mata atau BVLOS, yang menjadi fondasi pengiriman barang otomatis, pada praktiknya masih diperlakukan sebagai pengecualian yang butuh persetujuan khusus, bukan sebagai kategori operasi yang punya jalur standar, butuh SORA.

Di China, Regulator berusaha merancang jalur agar bisnis bisa lahir. Di sini, jalur yang ada lebih banyak dirancang untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Kedua sikap itu bisa dimengerti, tetapi hasil ekonominya sangat berbeda. Saya sudah merangkum landasan aturan dasarnya di panduan regulasi dan aturan drone di Indonesia bagi yang ingin membaca akar persoalannya.

Sponsored

Manusia yang belum siap

Kalaupun regulasi tiba-tiba longgar besok pagi, ekonomi ketinggian rendah tidak otomatis berjalan.

Drone kargo butuh titik lepas landas dan pendaratan yang aman, sistem manajemen lalu lintas udara tanpa awak atau UTM, jaringan komunikasi yang andal, serta suplai daya untuk pengisian baterai dalam jumlah besar.

Untuk eVTOL penumpang, kebutuhannya lebih berat lagi, mulai dari vertiport sampai prosedur tanggap darurat. Kita masih jauh dari semua itu, dan drone kargo pun lebih banyak hidup sebagai uji coba terbatas.

Lalu soal sumber daya manusia. Standar kompetensi sudah diatur dalam CASR 107, dan jumlah pilot bersertifikat terus bertambah, tetapi industri ini membutuhkan lebih dari pilot.

Kita perlu teknisi perawatan, perencana rute, analis data, petugas manajemen risiko, sampai auditor keselamatan.

Peran-peran itu belum punya jalur pendidikan yang rapi di sini. Pilot yang tahu airmanship dan pengambilan keputusan adalah modal awal.

Ada satu hal yang sering luput dibahas, yaitu pasar.

Di kota-kota besar Tiongkok, kepadatan penduduk dan kebiasaan belanja digital membuat pengiriman udara punya hitungan bisnis yang masuk akal. Di Indonesia, kemacetan Jakarta memang menggoda, tetapi biaya kurir motor yang murah adalah pesaing berat. Drone harus menang di tempat yang tepat.

Peluang yang menurut saya realistis dikerjakan sekarang

Saya tidak ingin tulisan ini terbaca pesimis total.

Justru karena pintunya sempit, kita perlu cerdas memilih pintu mana yang dibuka lebih dulu.

Menurut saya, peluang paling nyata ada di sektor yang kebutuhannya sudah jelas dan risikonya terkelola, yaitu pemetaan dan survei, pemantauan hutan dan lahan, inspeksi infrastruktur, penanganan bencana, serta logistik ke wilayah terpencil dan kepulauan di mana alternatifnya memang mahal atau lambat.

Geografi kita sebenarnya keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara.

Pengiriman obat atau sampel laboratorium antarpulau dengan drone punya argumen yang jauh lebih kuat daripada pengiriman makanan di perkotaan.

Saya lebih percaya model bisnis seperti ini akan menjadi pembuka jalan, karena regulator lebih mudah melihat manfaat publiknya.

Ketika regulasi akhirnya membuka koridor yang lebih longgar, yang akan dipercaya lebih dulu adalah operator yang rekam jejaknya bersih.

Menyiapkan diri sebelum langit rendah kita dibuka

Kita tidak perlu meniru Tiongkok langkah demi langkah, karena kondisinya berbeda, tetapi kita harus berhenti menunggu.

Regulasi biasanya bergerak mengikuti bukti, dan bukti baru lahir dari operasi nyata yang aman, terdokumentasi, dan bermanfaat.

Buat teman-teman pilot, instruktur, dan pengambil keputusan di institusi, pekerjaan rumahnya ada di tiga hal.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Pahami aturan sampai ke detail, naikkan standar keselamatan di atas minimum yang diwajibkan, dan bangun tim yang paham operasi, data, dan manajemen risiko sekaligus.

Itu modal yang akan terpakai apa pun bentuk akhir kebijakan ruang udara kita nanti.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01EDTEDT20 Oct 2026Cara Mengubah Mode Sinyal CE ke FCC Drone DJI LengkapMode sinyal CE dan FCC menentukan batas daya transmisi radio drone DJI di berbagai kawasan dunia. Pelajari regulasi spektrum, perbedaan teknis, cara kerja, dan konsekuensi hukumnya.Sector EditorialDuration--Boarding
  2. Gate 02EDTEDT20 Oct 2026iPhone Duo Menjawab Era Baru Ponsel Lipat AppleApple resmi merilis iPhone Duo dengan arsitektur layar ganda dan chip A20 Pro. Perangkat lipat ini menghadirkan lompatan besar untuk multitasking dan fotografi profesional.Sector EditorialDuration--Boarding
  3. Gate 03EDTEDT19 Oct 2026Kamera Gimbal Terbaik 2026 DJI Melawan Insta360Persaingan kamera gimbal saku tahun 2026 memanas antara DJI Osmo Pocket 4 Series dan Insta360 Luna Series. Ulasan editorial ini membedah fitur sensor, fleksibilitas layar lepas-pasang, serta kualitas rekaman lapangan.Sector EditorialDuration--Boarding
  4. Gate 04EDTEDT19 Oct 2026Larangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiPemerintah Beijing menetapkan larangan kepemilikan dan penyimpanan drone warga mulai 15 November 2026 demi memperkuat pertahanan ibu kota. Kebijakan ini menciptakan dinamika unik di tengah ambisi Tiongkok merajai ekonomi ruang udara rendah global.Sector EditorialDuration--Boarding
  1. WPT 01Apa sebenarnya yang dibicarakan di Wuhan
  2. WPT 02Resep Tiongkok yang sulit disalin begitu saja
  3. WPT 03Benturan pertama, ruang udara kita belum dirancang untuk lalu lintas rendah
  4. WPT 04Izin berlapis yang dirasakan operator setiap hari
  5. WPT 05Manusia yang belum siap
  6. WPT 06Peluang yang menurut saya realistis dikerjakan sekarang
  7. WPT 07Menyiapkan diri sebelum langit rendah kita dibuka

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 28 OCTNWSSerangan Rudal dan Drone Iran Rusak Pangkalan Militer ASOn time
  2. 28 OCTTCHSamsung Sindir Masalah Layar Retak iPhone Duo Lewat Iklan BaruOn time
  3. 28 OCTNWSPasar Analitik Drone Global Diproyeksikan Tembus 17,2 Miliar Dollar AS pada 2030On time
  4. 28 OCTNWSChina Perketat Kontrol Ekspor Drone dan Komponen Mulai November 2026On time
  5. 28 OCTNWSBabinsa Dampingi Penyemprotan Padi Pakai Drone di MalangOn time
All departures
Konferensi di Wuhan, pembahasan utama nya adalah tentang Low-Altitude Economy
Konferensi di Wuhan, pembahasan utama nya adalah tentang Low-Altitude Economy
“
Penghalangnya ada di regulasi, tata kelola ruang udara, dan cara kita memandang drone selama ini
”
“
Dokter dan ambulance terbang yang dibahas oleh Prabowo adalah salah satu contoh Low-Altitude Economy
”

Pertama, rantai pasok manufakturnya lengkap, dari motor, baterai, flight controller, sensor, sampai LiDAR. Pemain seperti DJI lahir dari ekosistem ini, dan biaya produksi yang rendah membuat eksperimen komersial menjadi murah.

Drone E-VTOL
Drone E-VTOL

Benturan pertama, ruang udara kita belum dirancang untuk lalu lintas rendah

Kita harus paham no fly zone drone, rajin memeriksa NOTAM seperti dibahas di panduan cara membaca NOTAM kegiatan UAV, dan sering harus berkoordinasi dengan banyak pihak untuk satu misi.

Saya ketika menjelaskan tentang regulasi drone di Indonesia dalam salah satu pelatihan drone
Saya ketika menjelaskan tentang regulasi drone di Indonesia dalam salah satu pelatihan drone
  • Pesawat harus terdaftar dan operatornya harus berizin melalui jalur DKPPU, termasuk pencatatan lewat SIDOPIGO.
  • Pilot idealnya memegang Remote Pilot Certificate dan mengikuti ketentuan CASR Part 107 untuk operasi pesawat udara tanpa awak.
  • Penggunaan frekuensi radio harus sesuai dengan aturan spektrum dari kementerian yang berwenang.
  • Lokasi di dekat bandara atau kawasan terbatas menuntut koordinasi tambahan dengan pengelola dan otoritas terkait. Termasuk SC dan SO dari Kementerian Pertahanan
  • Pengambilan data udara untuk pemetaan sering menyentuh isu keamanan data geospasial dan kepentingan pertahanan.
Alur Izin Terbang drone di Indonesia
Alur Izin Terbang drone di Indonesia
Salah satu teknologi drone di Tionkok
Salah satu teknologi drone di Tionkok
Prabowo Berbicara Tentang Ambulan Terbang
YouTube
Prabowo Berbicara Tentang Ambulan Terbang
YouTube

Untuk pelaku di lapangan, strategi paling aman adalah membangun kompetensi dan kredibilitas sekarang. Ikuti pelatihan dan sertifikasi pilot drone secara serius, dokumentasikan setiap operasi dengan rapi, dan biasakan pola kerja yang patuh pada prosedur.

Kalau institusi atau perusahaan Anda ingin menyiapkan SDM drone yang kompeten dan siap menghadapi lanskap regulasi yang terus berubah, program pelatihan Remote Pilot Academy bisa menjadi titik awal yang praktis. Silakan lihat opsi pelatihan dan kemitraannya di halaman kerja sama pelatihan drone, lalu kita diskusikan kebutuhan yang paling sesuai dengan operasi Anda.