Operasional tambang membutuhkan data spasial dan dokumentasi visual yang cepat dan presisi. PT Masmindo Dwi Area menggelar program pelatihan dan sertifikasi pilot drone untuk membekali tim teknis di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecakapan personel dalam mengoperasikan wahana udara tanpa awak. Seluruh peserta dipersiapkan menguasai standar keselamatan kerja tambang dan regulasi penerbangan nasional.
Wilayah konsesi pertambangan memiliki kondisi bentang alam yang luas serta topografi yang menantang. Tim teknis di site memerlukan pemantauan berkala pada area eksplorasi, batas konsesi, dan infrastruktur proyek.
Drone memberikan data berkala untuk tim survei lapangan, lingkungan hidup, dan keamanan kerja. Personel yang bertugas wajib memiliki lisensi resmi agar setiap penerbangan berjalan tertib dan legal.
Pelaksanaan training ini merujuk pada ketentuan regulasi drone di Indonesia. Standar ini menjadi pedoman utama tim saat mengudara di sekitar fasilitas operasional perusahaan.
Sesi kelas berfokus pada penguasaan teori penerbangan dan kepatuhan aturan udara. Peserta mendalami pengetahuan ruang udara, faktor cuaca mikro, dan prinsip aerodinamika wahana multirotor.
Materi menekankan tanggung jawab seorang remote pilot in command. Pilot memegang kendali penuh atas keputusan terbang dan keselamatan orang di sekitar area operasi.
Peserta juga mempelajari konsep Aeronautical Decision Making. Pendekatan ini melatih pilot mengenali bahaya, mengelola risiko, dan mengambil langkah pencegahan insiden sejak tahap persiapan.
Beberapa materi teori yang dipelajari peserta meliputi daftar berikut.
Setelah penguasaan teori, peserta beralih ke sesi praktik terbang di area terbuka. Setiap personel mempraktikkan pemeriksaan pra-terbang secara teratur sebelum unit lepas landas.
Pemeriksaan mencakup kekuatan sinyal kompas, status satelit GNSS, kalibrasi sensor, dan kebersihan baling-baling. Langkah ini mencegah kegagalan teknis saat unit berada di udara.
Peserta mempraktikkan beragam manuver manual mulai dari terbang stabil, orientasi arah hidung wahana, hingga pola persegi. Manuver manual melatih refleks pilot ketika fitur otomatisasi hilang secara mendadak.
Simulasi keadaan darurat dipraktikkan langsung di bawah pengawasan instruktur. Peserta melatih tindakan cepat saat wahana mengalami hilang sinyal radio remote control atau terjadi penurunan voltase mendadak.
Pelatihan ditutup dengan rangkaian uji kompetensi tertulis dan uji terbang mandiri. Pengujian mengukur ketepatan prosedur, ketenangan pilot mengambil keputusan, serta kepatuhan standar operasi perusahaan.
Personel yang lulus evaluasi memperoleh sertifikat remote pilot. Sertifikat ini mengonfirmasi standar keahlian teknis peserta dalam mengoperasikan armada drone perusahaan.
Perusahaan Anda dapat menyelenggarakan program in-house serupa lewat layanan kerja sama pelatihan drone. Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri Anda.



