Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 30 OCTNWSHouthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di MekkahOn time
  2. 30 OCTNWSUkraina Lumpuhkan 1.039 Kapal Rusia Pakai Drone Sepanjang 2026On time
  3. 30 OCTNWSKilang Minyak Novokuibyshevsk di Rusia Terbakar Usai Serangan DroneOn time
  4. 30 OCTNWSDrone Rekam Orang Utan Berlindung dari Karhutla di Tanjung PutingOn time
  5. 30 OCTNWSTim Gabungan Terjunkan Enam Drone Sisir Karhutla di Teweh SelatanOn time
All departures
Aeronautical Decision Making (ADM)

DRNLogbook entry

Aeronautical Decision Making (ADM)

Aeronautical Decision Making atau yang sering disingkat ADM adalah proses sistematis dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan penerbangan

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 22 Februari 2022
Drone

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

NOTAMContent noticeREF C2599
Q)

Info only · Claim, credit, or removal on request

E)

Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi. Kalau kamu pemilik gambar atau konten di halaman ini dan ingin mengklaim, meminta kredit, atau meminta penghapusan, saya terbuka untuk permintaan itu. Silakan hubungi saya.

This article is shared for informational purposes. If you own an image or content on this page and would like to claim it, request credit, or ask for its removal, I am open to that. Please contact me.

Contact tower[email protected]WhatsAppFull notice

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan PenggunaanContent Notice
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Anda juga bisa membaca Pentingnya Airmanship bagi Remote Pilot: Keterampilan yang Tak Terlihat sebagai pelengkap dalam penerbangan drone yang aman dan menyenangkan.

Memahami Aeronautical Decision Making

ADM bukan sekadar tentang membuat keputusan yang benar. Lebih dari itu, ADM adalah tentang bagaimana mengenali situasi yang memerlukan keputusan, mengidentifikasi pilihan-pilihan yang tersedia, mengevaluasi risiko dari setiap pilihan, dan akhirnya mengeksekusi keputusan terbaik dalam batasan waktu yang sering kali sangat sempit.

Pelatihan Drone Pemetaan Resmi DJI Hadir untuk Matrice 4E dan Zenmuse L3

Baca juga

Pelatihan Drone Pemetaan Resmi DJI Hadir untuk Matrice 4E dan Zenmuse L3

Drone

Dalam dunia penerbangan tradisional, ADM telah terbukti menyelamatkan nyawa. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan penerbangan bukan disebabkan oleh kegagalan mekanis, melainkan oleh kesalahan manusia dalam pengambilan keputusan. Pilot yang terlatih dalam ADM mampu menghindari situasi berbahaya sebelum menjadi tidak terkendali.

Model DECIDE dalam Pengambilan Keputusan

Para ahli keselamatan penerbangan telah mengembangkan berbagai model untuk membantu pilot dalam proses ADM. Salah satu yang paling populer dan mudah diingat adalah model DECIDE, sebuah akronim yang menggambarkan langkah-langkah sistematis dalam mengambil keputusan.

Sponsored

D berikutnya adalah Do, melakukan tindakan yang dipilih. Setelah keputusan dibuat, eksekusi harus dilakukan dengan tegas dan tanpa keraguan. Keraguan dalam situasi kritis bisa sama berbahayanya dengan keputusan yang salah.

Review Antigravity A1 Drone 360 dengan Kontrol Jam Pintar

Baca juga

Review Antigravity A1 Drone 360 dengan Kontrol Jam Pintar

Drone

E terakhir adalah Evaluate, mengevaluasi efektivitas tindakan yang telah diambil. Apakah situasi membaik? Apakah perlu tindakan tambahan? Proses ADM adalah siklus yang terus berulang, bukan keputusan satu kali yang kemudian dilupakan.

Hazardous Attitudes

Sponsored

Setiap hazardous attitude memiliki antidote atau penawarnya. Mengenali sikap berbahaya dalam diri sendiri dan secara sadar menerapkan penawarnya adalah keterampilan penting dalam ADM.

DJI Mavic 4 Pro untuk Fotogrametri: Trik Misi Otomatis Tanpa SDK

Baca juga

DJI Mavic 4 Pro untuk Fotogrametri: Trik Misi Otomatis Tanpa SDK

Drone

Model IMSAFE untuk Penilaian Diri

S adalah Stress, apakah sedang mengalami tekanan psikologis yang signifikan? Stres dari pekerjaan, masalah keluarga, atau keuangan bisa sangat mengganggu fokus dan pengambilan keputusan. Pikiran yang terbagi adalah resep untuk kecelakaan.

Sponsored

A berarti Alcohol, apakah ada pengaruh alkohol dalam tubuh? Efek alkohol pada kemampuan motorik dan kognitif sudah sangat jelas. Yang sering dilupakan adalah bahwa efek alkohol bisa bertahan lebih lama dari yang dirasakan.

E terakhir adalah Eating, apakah sudah makan dengan cukup? Kadar gula darah yang rendah bisa menyebabkan pusing, lemas, dan penurunan kemampuan kognitif. Penerbangan yang dilakukan dalam kondisi lapar membawa risiko yang tidak perlu.

Manajemen Risiko dalam Penerbangan Drone

ADM tidak bisa dipisahkan dari manajemen risiko. Setiap penerbangan membawa risiko, dan tugas remote pilot in command adalah mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko tersebut hingga level yang dapat diterima.

Distribusi DJI Enterprise di Indonesia

Baca juga

Distribusi DJI Enterprise di Indonesia

Drone

Proses manajemen risiko dimulai dengan identifikasi hazard atau bahaya potensial. Bahaya ini bisa berasal dari berbagai sumber: kondisi cuaca, lokasi penerbangan, status peralatan, keterbatasan operator, atau faktor eksternal seperti kehadiran orang atau pesawat lain.

Setelah hazard teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi risiko yang ditimbulkan. Risiko adalah kombinasi dari probabilitas terjadinya kejadian berbahaya dan severitas atau tingkat keparahan konsekuensinya. Bahaya dengan probabilitas tinggi dan konsekuensi parah harus mendapat prioritas tertinggi.

Mitigasi adalah langkah untuk mengurangi risiko. Ini bisa berupa menghilangkan hazard sepenuhnya, mengurangi probabilitas terjadinya, atau meminimalkan konsekuensi jika terjadi. Contoh mitigasi termasuk memilih lokasi terbang yang lebih aman, menunggu cuaca membaik, atau memastikan peralatan dalam kondisi prima.

Sponsored

Situational Awareness, Kunci Keputusan Tepat

Situational awareness atau kesadaran situasional adalah pemahaman tentang apa yang terjadi di sekitar dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa situational awareness yang baik, mustahil untuk membuat keputusan yang tepat karena keputusan akan didasarkan pada informasi yang tidak lengkap atau salah.

Level kedua adalah komprehension, kemampuan untuk memahami makna dari informasi yang dipersepsi. Melihat awan gelap adalah persepsi, namun memahami bahwa awan tersebut menandakan potensi badai adalah komprehension.

Level ketiga adalah proyeksi, kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan pemahaman situasi saat ini. Proyeksi memungkinkan operator untuk mengantisipasi masalah sebelum terjadi dan mengambil tindakan preventif.

Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Baca juga

Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Drone

ADM dalam Praktik Sehari-hari

Penerapan ADM tidak harus selalu dalam situasi dramatis. Setiap keputusan kecil dalam penerbangan adalah kesempatan untuk mempraktikkan ADM. Memilih ketinggian terbang, menentukan rute, memutuskan kapan harus mendarat, semuanya adalah keputusan yang bisa dibuat dengan lebih baik menggunakan prinsip-prinsip ADM.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Setiap penerbangan, baik yang sukses maupun yang bermasalah, adalah kesempatan untuk belajar. Pilot yang bijak melakukan debrief setelah setiap sesi terbang, menganalisis keputusan yang dibuat dan mencari cara untuk improvement di masa depan.

Aeronautical Decision Making pada akhirnya adalah tentang menjadi operator yang bertanggung jawab. Tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, properti, dan juga terhadap reputasi komunitas drone secara keseluruhan. Setiap kecelakaan yang bisa dihindari namun terjadi karena keputusan buruk adalah noda bagi seluruh komunitas penerbangan.

Di langit yang semakin ramai dengan drone dari berbagai ukuran dan keperluan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat menjadi lebih penting dari sebelumnya. ADM bukan sekadar teori yang dipelajari untuk lulus ujian, melainkan keterampilan hidup yang harus terus diasah dan dipraktikkan setiap kali kita mengambil kendali sebuah pesawat tanpa awak.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01DRNDRN20 Oct 2026Pelatihan Drone Pemetaan Resmi DJI Hadir untuk Matrice 4E dan Zenmuse L3DJI Enterprise meluncurkan program sertifikasi Advanced GEO Products Training Services untuk mengoptimalkan drone pemetaan Matrice 4E dan sensor Zenmuse L3.Sector DroneDuration--Boarding
  2. Gate 02DRNDRN20 Oct 2026Review Antigravity A1 Drone 360 dengan Kontrol Jam PintarAntigravity A1 Follow Me Bundle menghadirkan Watch Remote dan Ring Remote untuk menerbangkan drone video 360 derajat tanpa goggle FPV.Sector DroneDuration--Boarding
  3. Gate 03DRNDRN20 Oct 2026DJI Mavic 4 Pro untuk Fotogrametri: Trik Misi Otomatis Tanpa SDKPanduan praktis memaksimalkan DJI Mavic 4 Pro untuk fotogrametri dan pemetaan 3D. Pelajari trik waypoint otomatis tanpa SDK aplikasi pihak ketiga.Sector DroneDuration--Boarding
  4. Gate 04DRNDRN18 Oct 2026Distribusi DJI Enterprise di IndonesiaStruktur distribusi DJI Enterprise di Indonesia kini bergeser ke ekosistem IT enterprise. Simak analisis rantai pasok dan tips memilih mitra resminya.Sector DroneDuration--Boarding
  1. WPT 01Memahami Aeronautical Decision Making
  2. WPT 02Model DECIDE dalam Pengambilan Keputusan
  3. WPT 03Hazardous Attitudes
  4. WPT 04Model IMSAFE untuk Penilaian Diri
  5. WPT 05Manajemen Risiko dalam Penerbangan Drone
  6. WPT 06Situational Awareness, Kunci Keputusan Tepat
  7. WPT 07ADM dalam Praktik Sehari-hari

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 30 OCTNWSHouthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di MekkahOn time
  2. 30 OCTNWSUkraina Lumpuhkan 1.039 Kapal Rusia Pakai Drone Sepanjang 2026On time
  3. 30 OCTNWSKilang Minyak Novokuibyshevsk di Rusia Terbakar Usai Serangan DroneOn time
  4. 30 OCTNWSDrone Rekam Orang Utan Berlindung dari Karhutla di Tanjung PutingOn time
  5. 30 OCTNWSTim Gabungan Terjunkan Enam Drone Sisir Karhutla di Teweh SelatanOn time
All departures

Pada suatu sore yang cerah, seorang pilot drone bersiap untuk sesi terbang yang telah direncanakan berminggu-minggu. Cuaca tampak sempurna, peralatan dalam kondisi prima, dan lokasi sudah disurvei dengan teliti. Namun, ketika hendak melakukan takeoff, ia menyadari ada awan gelap di kejauhan yang bergerak mendekat. Haruskah ia tetap terbang sesuai rencana atau membatalkan misi? Keputusan yang diambil dalam hitungan detik ini bisa berarti perbedaan antara penerbangan sukses dan bencana. Inilah esensi dari Aeronautical Decision Making.

Aeronautical Decision Making atau yang sering disingkat ADM adalah proses sistematis dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan penerbangan. Konsep ini awalnya dikembangkan untuk pilot pesawat berawak, namun relevansinya semakin penting di era drone yang memungkinkan siapa saja menjadi operator pesawat tanpa awak.

Bagi operator drone, ADM mungkin tidak selalu menyangkut nyawa manusia secara langsung. Namun, keputusan buruk tetap bisa berakibat fatal, baik bagi orang di sekitar area penerbangan, properti yang mungkin rusak, maupun bagi drone itu sendiri yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Huruf D mewakili Detect, yaitu mendeteksi bahwa ada perubahan atau situasi yang memerlukan perhatian. Pilot harus selalu waspada terhadap kondisi yang berubah, baik itu cuaca, status peralatan, kondisi fisik diri sendiri, atau faktor eksternal lainnya. Kemampuan mendeteksi masalah sejak dini adalah langkah pertama yang krusial.

E berarti Estimate, memperkirakan signifikansi dari perubahan yang terdeteksi. Tidak semua perubahan memerlukan respons segera. Pilot harus mampu menilai seberapa serius situasi tersebut dan seberapa cepat tindakan perlu diambil. Angin yang sedikit bertambah kencang mungkin bukan masalah besar, namun awan cumulonimbus yang mendekat adalah ancaman serius.

C adalah Choose, memilih tujuan atau hasil yang diinginkan. Dalam situasi darurat, pilot harus dengan cepat menentukan apa yang ingin dicapai. Apakah prioritasnya menyelamatkan drone? Melindungi orang di bawah? Menyelesaikan misi? Kejelasan tujuan akan memandu langkah-langkah selanjutnya.

I mewakili Identify, mengidentifikasi tindakan-tindakan yang bisa diambil untuk mencapai tujuan. Di sinilah kreativitas dan pengalaman berperan. Pilot yang berpengalaman akan memiliki lebih banyak opsi dalam repertoarnya dibandingkan pemula. Semakin banyak alternatif yang teridentifikasi, semakin besar kemungkinan menemukan solusi optimal.

Salah satu aspek paling penting dalam ADM adalah mengenali sikap-sikap berbahaya yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan. Para psikolog penerbangan telah mengidentifikasi lima hazardous attitudes yang umum ditemukan pada pilot dan operator drone.

Anti-authority adalah sikap menolak aturan dan prosedur. Operator dengan sikap ini cenderung berpikir bahwa regulasi penerbangan tidak berlaku untuk mereka atau bahwa mereka lebih tahu dari para pembuat aturan. Sikap ini sangat berbahaya karena regulasi penerbangan umumnya ditulis berdasarkan pengalaman kecelakaan sebelumnya.

Impulsivity adalah kecenderungan untuk bertindak tanpa berpikir panjang. Remote pilot impulsif akan langsung mengambil tindakan pertama yang terlintas tanpa mempertimbangkan alternatif atau konsekuensi. Dalam situasi darurat, kecepatan memang penting, namun kecepatan tanpa pertimbangan sering berakhir dengan bencana.

Invulnerability adalah perasaan kebal dari bahaya. Remote pilot dengan sikap ini percaya bahwa kecelakaan hanya terjadi pada orang lain, bukan pada dirinya. Mereka meremehkan risiko dan mengabaikan tanda-tanda peringatan karena yakin bahwa mereka akan selalu baik-baik saja.

Macho adalah sikap yang mendorong seseorang untuk membuktikan kemampuannya dengan mengambil risiko yang tidak perlu. Pilot drone dengan sikap macho akan terbang dalam kondisi berbahaya hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bisa. Tekanan sosial dari teman atau penonton sering memperburuk sikap ini.

Resignation adalah sikap pasrah yang membuat pilot merasa tidak memiliki kendali atas situasi. Mereka percaya bahwa apapun yang akan terjadi, akan terjadi, dan usaha mereka tidak akan membuat perbedaan. Sikap ini membuat operator tidak berusaha maksimal dalam situasi kritis.

Sebelum setiap penerbangan, operator drone yang bijak akan melakukan penilaian diri menggunakan model IMSAFE. Akronim ini membantu memastikan bahwa kondisi fisik dan mental operator memadai untuk melakukan penerbangan yang aman.

I adalah Illness, apakah ada penyakit atau kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi kemampuan terbang? Bahkan flu ringan bisa mengganggu konsentrasi dan waktu reaksi. Remote pilot yang sedang tidak sehat sebaiknya menunda penerbangan.

M mewakili Medication, apakah sedang mengonsumsi obat-obatan yang bisa mempengaruhi kesadaran atau kemampuan kognitif? Banyak obat umum termasuk obat flu dan antihistamin memiliki efek samping mengantuk yang bisa berbahaya bagi Remote pilot drone.

F adalah Fatigue, apakah dalam kondisi lelah? Kelelahan memiliki efek yang mirip dengan alkohol dalam hal kemampuan konsentrasi dan waktu reaksi. Remote pilot yang kurang tidur atau kelelahan fisik sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terbang.

Penerbangan drone harus selalu memperhatikan kondisi sekitar
Penerbangan drone harus selalu memperhatikan kondisi sekitar

Keputusan go atau no-go adalah kulminasi dari proses manajemen risiko. Setelah semua risiko dievaluasi dan mitigasi diterapkan, operator harus memutuskan apakah risiko residual masih dalam batas yang dapat diterima. Keputusan ini harus dibuat secara objektif, tanpa dipengaruhi oleh tekanan eksternal atau hazardous attitudes.

Situational awareness memiliki tiga level. Level pertama adalah persepsi, kemampuan untuk mendeteksi informasi relevan dari lingkungan. Remote pilot in command harus mampu melihat dan mendengar apa yang terjadi, baik di sekitar drone maupun di sekitar dirinya.

Kehilangan situational awareness adalah salah satu penyebab utama kecelakaan penerbangan. Remote pilot yang terlalu fokus pada satu aspek bisa kehilangan gambaran besar. Teknik seperti scanning secara berkala dan checklist membantu mempertahankan situational awareness sepanjang penerbangan.

Remote pilot dan operator drone yang berpengalaman menjadikan ADM sebagai kebiasaan yang otomatis. Mereka secara natural melakukan scanning untuk hazard, mengevaluasi risiko, dan membuat keputusan berdasarkan analisis objektif. Kebiasaan ini tidak terbentuk dalam semalam, melainkan hasil dari latihan dan refleksi yang konsisten.