HomeBlogTutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Table of Contents

Tulisan Terbaru

Data Spasial dalam SIG, Jenis, Format, dan Sumber Data

Editorial

Harga Pemetaan Drone Terbaru serta Biaya per Hektar

Drone

Remote Pilot Career Path untuk Membangun Karir Profesional di Industri Drone

Drone

Pelatihan Remote Pilot Drone Resmi Sertifikasi DKPPU 2 November 2026

Drone

Panduan Lengkap Sertifikat Remote Pilot Drone DKPPU

Drone
Aeronautical Decision Making (ADM)

DRNLogbook entry

Aeronautical Decision Making (ADM)

Aeronautical Decision Making atau yang sering disingkat ADM adalah proses sistematis dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan penerbangan

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 22 Februari 2022
Drone

Sponsored

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
DMCA.com Protection Status

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator
0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Anda juga bisa membaca Pentingnya Airmanship bagi Remote Pilot: Keterampilan yang Tak Terlihat sebagai pelengkap dalam penerbangan drone yang aman dan menyenangkan.

Memahami Aeronautical Decision Making

ADM bukan sekadar tentang membuat keputusan yang benar. Lebih dari itu, ADM adalah tentang bagaimana mengenali situasi yang memerlukan keputusan, mengidentifikasi pilihan-pilihan yang tersedia, mengevaluasi risiko dari setiap pilihan, dan akhirnya mengeksekusi keputusan terbaik dalam batasan waktu yang sering kali sangat sempit.

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Baca juga

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Drone · 18 menit baca

Dalam dunia penerbangan tradisional, ADM telah terbukti menyelamatkan nyawa. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan penerbangan bukan disebabkan oleh kegagalan mekanis, melainkan oleh kesalahan manusia dalam pengambilan keputusan. Pilot yang terlatih dalam ADM mampu menghindari situasi berbahaya sebelum menjadi tidak terkendali.

Model DECIDE dalam Pengambilan Keputusan

Para ahli keselamatan penerbangan telah mengembangkan berbagai model untuk membantu pilot dalam proses ADM. Salah satu yang paling populer dan mudah diingat adalah model DECIDE, sebuah akronim yang menggambarkan langkah-langkah sistematis dalam mengambil keputusan.

Sponsored

D berikutnya adalah Do, melakukan tindakan yang dipilih. Setelah keputusan dibuat, eksekusi harus dilakukan dengan tegas dan tanpa keraguan. Keraguan dalam situasi kritis bisa sama berbahayanya dengan keputusan yang salah.

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Baca juga

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Drone · 3 menit baca

E terakhir adalah Evaluate, mengevaluasi efektivitas tindakan yang telah diambil. Apakah situasi membaik? Apakah perlu tindakan tambahan? Proses ADM adalah siklus yang terus berulang, bukan keputusan satu kali yang kemudian dilupakan.

Hazardous Attitudes

Sponsored

Setiap hazardous attitude memiliki antidote atau penawarnya. Mengenali sikap berbahaya dalam diri sendiri dan secara sadar menerapkan penawarnya adalah keterampilan penting dalam ADM.

Jenis Drone dan Klasifikasi UAV Lengkap untuk Pilot

Baca juga

Jenis Drone dan Klasifikasi UAV Lengkap untuk Pilot

Drone · 15 menit baca

Model IMSAFE untuk Penilaian Diri

S adalah Stress, apakah sedang mengalami tekanan psikologis yang signifikan? Stres dari pekerjaan, masalah keluarga, atau keuangan bisa sangat mengganggu fokus dan pengambilan keputusan. Pikiran yang terbagi adalah resep untuk kecelakaan.

Sponsored

A berarti Alcohol, apakah ada pengaruh alkohol dalam tubuh? Efek alkohol pada kemampuan motorik dan kognitif sudah sangat jelas. Yang sering dilupakan adalah bahwa efek alkohol bisa bertahan lebih lama dari yang dirasakan.

E terakhir adalah Eating, apakah sudah makan dengan cukup? Kadar gula darah yang rendah bisa menyebabkan pusing, lemas, dan penurunan kemampuan kognitif. Penerbangan yang dilakukan dalam kondisi lapar membawa risiko yang tidak perlu.

Manajemen Risiko dalam Penerbangan Drone

ADM tidak bisa dipisahkan dari manajemen risiko. Setiap penerbangan membawa risiko, dan tugas remote pilot in command adalah mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko tersebut hingga level yang dapat diterima.

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Baca juga

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Drone · 3 menit baca

Proses manajemen risiko dimulai dengan identifikasi hazard atau bahaya potensial. Bahaya ini bisa berasal dari berbagai sumber: kondisi cuaca, lokasi penerbangan, status peralatan, keterbatasan operator, atau faktor eksternal seperti kehadiran orang atau pesawat lain.

Setelah hazard teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi risiko yang ditimbulkan. Risiko adalah kombinasi dari probabilitas terjadinya kejadian berbahaya dan severitas atau tingkat keparahan konsekuensinya. Bahaya dengan probabilitas tinggi dan konsekuensi parah harus mendapat prioritas tertinggi.

Mitigasi adalah langkah untuk mengurangi risiko. Ini bisa berupa menghilangkan hazard sepenuhnya, mengurangi probabilitas terjadinya, atau meminimalkan konsekuensi jika terjadi. Contoh mitigasi termasuk memilih lokasi terbang yang lebih aman, menunggu cuaca membaik, atau memastikan peralatan dalam kondisi prima.

Sponsored

Situational Awareness, Kunci Keputusan Tepat

Situational awareness atau kesadaran situasional adalah pemahaman tentang apa yang terjadi di sekitar dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa situational awareness yang baik, mustahil untuk membuat keputusan yang tepat karena keputusan akan didasarkan pada informasi yang tidak lengkap atau salah.

Level kedua adalah komprehension, kemampuan untuk memahami makna dari informasi yang dipersepsi. Melihat awan gelap adalah persepsi, namun memahami bahwa awan tersebut menandakan potensi badai adalah komprehension.

Level ketiga adalah proyeksi, kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan pemahaman situasi saat ini. Proyeksi memungkinkan operator untuk mengantisipasi masalah sebelum terjadi dan mengambil tindakan preventif.

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Baca juga

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Drone

ADM dalam Praktik Sehari-hari

Penerapan ADM tidak harus selalu dalam situasi dramatis. Setiap keputusan kecil dalam penerbangan adalah kesempatan untuk mempraktikkan ADM. Memilih ketinggian terbang, menentukan rute, memutuskan kapan harus mendarat, semuanya adalah keputusan yang bisa dibuat dengan lebih baik menggunakan prinsip-prinsip ADM.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Setiap penerbangan, baik yang sukses maupun yang bermasalah, adalah kesempatan untuk belajar. Pilot yang bijak melakukan debrief setelah setiap sesi terbang, menganalisis keputusan yang dibuat dan mencari cara untuk improvement di masa depan.

Aeronautical Decision Making pada akhirnya adalah tentang menjadi operator yang bertanggung jawab. Tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, properti, dan juga terhadap reputasi komunitas drone secara keseluruhan. Setiap kecelakaan yang bisa dihindari namun terjadi karena keputusan buruk adalah noda bagi seluruh komunitas penerbangan.

Di langit yang semakin ramai dengan drone dari berbagai ukuran dan keperluan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat menjadi lebih penting dari sebelumnya. ADM bukan sekadar teori yang dipelajari untuk lulus ujian, melainkan keterampilan hidup yang harus terus diasah dan dipraktikkan setiap kali kita mengambil kendali sebuah pesawat tanpa awak.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Author profile picture

Liu Purnomo

@liupurnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Related Posts

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Pelajari aturan drone di Indonesia, syarat sertifikasi remote pilot RPC, pendaftaran wahana di Sidopi Go, dan tata cara mengurus izin terbang resmi.

sekitar 2 tahun yang lalu0
Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia
Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Panduan lengkap cara download citra satelit resolusi tinggi gratis dari Google Maps dan sumber lain menggunakan Universal Map Downloader. Cocok untuk pemetaan drone dan GIS.

lebih dari 4 tahun yang lalu0
Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru
Jenis Drone dan Klasifikasi UAV Lengkap untuk Pilot
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Jenis Drone dan Klasifikasi UAV Lengkap untuk Pilot

Pelajari aneka jenis drone dan klasifikasi UAV terlengkap di Indonesia mulai dari bobot, konfigurasi sayap, daya jangkau, hingga perizinan terbang operasional.

lebih dari 8 tahun yang lalu0
Jenis Drone dan Klasifikasi UAV Lengkap untuk Pilot
Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Langkah-langkah praktis mengolah data drone di Agisoft Metashape, cocok untuk pemula hingga mahir.

lebih dari 5 tahun yang lalu0
Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone
UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Pemerintah mengesahkan UU No. 21 Tahun 2025 untuk menata ruang udara nasional, batas vertikal 110 kilometer, hingga aturan wahana udara.

8 bulan yang lalu0
UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Table of Contents

  • Memahami Aeronautical Decision Making
  • Model DECIDE dalam Pengambilan Keputusan
  • Hazardous Attitudes
  • Model IMSAFE untuk Penilaian Diri
  • Manajemen Risiko dalam Penerbangan Drone
  • Situational Awareness, Kunci Keputusan Tepat
  • ADM dalam Praktik Sehari-hari

Sponsored

Tulisan Terbaru

  • Data Spasial dalam SIG, Jenis, Format, dan Sumber Data
    Editorial
  • Harga Pemetaan Drone Terbaru serta Biaya per Hektar
    Drone
  • Remote Pilot Career Path untuk Membangun Karir Profesional di Industri Drone
    Drone
  • Pelatihan Remote Pilot Drone Resmi Sertifikasi DKPPU 2 November 2026
    Drone
  • Panduan Lengkap Sertifikat Remote Pilot Drone DKPPU
    Drone

Pada suatu sore yang cerah, seorang pilot drone bersiap untuk sesi terbang yang telah direncanakan berminggu-minggu. Cuaca tampak sempurna, peralatan dalam kondisi prima, dan lokasi sudah disurvei dengan teliti. Namun, ketika hendak melakukan takeoff, ia menyadari ada awan gelap di kejauhan yang bergerak mendekat. Haruskah ia tetap terbang sesuai rencana atau membatalkan misi? Keputusan yang diambil dalam hitungan detik ini bisa berarti perbedaan antara penerbangan sukses dan bencana. Inilah esensi dari Aeronautical Decision Making.

Aeronautical Decision Making atau yang sering disingkat ADM adalah proses sistematis dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan penerbangan. Konsep ini awalnya dikembangkan untuk pilot pesawat berawak, namun relevansinya semakin penting di era drone yang memungkinkan siapa saja menjadi operator pesawat tanpa awak.

Bagi operator drone, ADM mungkin tidak selalu menyangkut nyawa manusia secara langsung. Namun, keputusan buruk tetap bisa berakibat fatal, baik bagi orang di sekitar area penerbangan, properti yang mungkin rusak, maupun bagi drone itu sendiri yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Huruf D mewakili Detect, yaitu mendeteksi bahwa ada perubahan atau situasi yang memerlukan perhatian. Pilot harus selalu waspada terhadap kondisi yang berubah, baik itu cuaca, status peralatan, kondisi fisik diri sendiri, atau faktor eksternal lainnya. Kemampuan mendeteksi masalah sejak dini adalah langkah pertama yang krusial.

E berarti Estimate, memperkirakan signifikansi dari perubahan yang terdeteksi. Tidak semua perubahan memerlukan respons segera. Pilot harus mampu menilai seberapa serius situasi tersebut dan seberapa cepat tindakan perlu diambil. Angin yang sedikit bertambah kencang mungkin bukan masalah besar, namun awan cumulonimbus yang mendekat adalah ancaman serius.

C adalah Choose, memilih tujuan atau hasil yang diinginkan. Dalam situasi darurat, pilot harus dengan cepat menentukan apa yang ingin dicapai. Apakah prioritasnya menyelamatkan drone? Melindungi orang di bawah? Menyelesaikan misi? Kejelasan tujuan akan memandu langkah-langkah selanjutnya.

I mewakili Identify, mengidentifikasi tindakan-tindakan yang bisa diambil untuk mencapai tujuan. Di sinilah kreativitas dan pengalaman berperan. Pilot yang berpengalaman akan memiliki lebih banyak opsi dalam repertoarnya dibandingkan pemula. Semakin banyak alternatif yang teridentifikasi, semakin besar kemungkinan menemukan solusi optimal.

Salah satu aspek paling penting dalam ADM adalah mengenali sikap-sikap berbahaya yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan. Para psikolog penerbangan telah mengidentifikasi lima hazardous attitudes yang umum ditemukan pada pilot dan operator drone.

Anti-authority adalah sikap menolak aturan dan prosedur. Operator dengan sikap ini cenderung berpikir bahwa regulasi penerbangan tidak berlaku untuk mereka atau bahwa mereka lebih tahu dari para pembuat aturan. Sikap ini sangat berbahaya karena regulasi penerbangan umumnya ditulis berdasarkan pengalaman kecelakaan sebelumnya.

Impulsivity adalah kecenderungan untuk bertindak tanpa berpikir panjang. Remote pilot impulsif akan langsung mengambil tindakan pertama yang terlintas tanpa mempertimbangkan alternatif atau konsekuensi. Dalam situasi darurat, kecepatan memang penting, namun kecepatan tanpa pertimbangan sering berakhir dengan bencana.

Invulnerability adalah perasaan kebal dari bahaya. Remote pilot dengan sikap ini percaya bahwa kecelakaan hanya terjadi pada orang lain, bukan pada dirinya. Mereka meremehkan risiko dan mengabaikan tanda-tanda peringatan karena yakin bahwa mereka akan selalu baik-baik saja.

Macho adalah sikap yang mendorong seseorang untuk membuktikan kemampuannya dengan mengambil risiko yang tidak perlu. Pilot drone dengan sikap macho akan terbang dalam kondisi berbahaya hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bisa. Tekanan sosial dari teman atau penonton sering memperburuk sikap ini.

Resignation adalah sikap pasrah yang membuat pilot merasa tidak memiliki kendali atas situasi. Mereka percaya bahwa apapun yang akan terjadi, akan terjadi, dan usaha mereka tidak akan membuat perbedaan. Sikap ini membuat operator tidak berusaha maksimal dalam situasi kritis.

Sebelum setiap penerbangan, operator drone yang bijak akan melakukan penilaian diri menggunakan model IMSAFE. Akronim ini membantu memastikan bahwa kondisi fisik dan mental operator memadai untuk melakukan penerbangan yang aman.

I adalah Illness, apakah ada penyakit atau kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi kemampuan terbang? Bahkan flu ringan bisa mengganggu konsentrasi dan waktu reaksi. Remote pilot yang sedang tidak sehat sebaiknya menunda penerbangan.

M mewakili Medication, apakah sedang mengonsumsi obat-obatan yang bisa mempengaruhi kesadaran atau kemampuan kognitif? Banyak obat umum termasuk obat flu dan antihistamin memiliki efek samping mengantuk yang bisa berbahaya bagi Remote pilot drone.

F adalah Fatigue, apakah dalam kondisi lelah? Kelelahan memiliki efek yang mirip dengan alkohol dalam hal kemampuan konsentrasi dan waktu reaksi. Remote pilot yang kurang tidur atau kelelahan fisik sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terbang.

Penerbangan drone harus selalu memperhatikan kondisi sekitar
Penerbangan drone harus selalu memperhatikan kondisi sekitar

Keputusan go atau no-go adalah kulminasi dari proses manajemen risiko. Setelah semua risiko dievaluasi dan mitigasi diterapkan, operator harus memutuskan apakah risiko residual masih dalam batas yang dapat diterima. Keputusan ini harus dibuat secara objektif, tanpa dipengaruhi oleh tekanan eksternal atau hazardous attitudes.

Situational awareness memiliki tiga level. Level pertama adalah persepsi, kemampuan untuk mendeteksi informasi relevan dari lingkungan. Remote pilot in command harus mampu melihat dan mendengar apa yang terjadi, baik di sekitar drone maupun di sekitar dirinya.

Kehilangan situational awareness adalah salah satu penyebab utama kecelakaan penerbangan. Remote pilot yang terlalu fokus pada satu aspek bisa kehilangan gambaran besar. Teknik seperti scanning secara berkala dan checklist membantu mempertahankan situational awareness sepanjang penerbangan.

Remote pilot dan operator drone yang berpengalaman menjadikan ADM sebagai kebiasaan yang otomatis. Mereka secara natural melakukan scanning untuk hazard, mengevaluasi risiko, dan membuat keputusan berdasarkan analisis objektif. Kebiasaan ini tidak terbentuk dalam semalam, melainkan hasil dari latihan dan refleksi yang konsisten.