Kegiatan pelatihan teknis drone enterprise dan sensor LiDAR berlangsung di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Program ini diikuti oleh tim survei dari PT Singkep Timas Utama dan PT Cipta Persada Mulia.
Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan personel lapangan dalam melakukan pemetaan topografi presisi tinggi. Area kerja industri pertambangan membutuhkan data kontur bumi yang akurat dan dapat diperbarui secara berkala.
Materi kelas diawali dengan pemahaman regulasi drone di Indonesia. Peserta mempelajari tata kelola ruang udara, batasan ketinggian terbang, serta prosedur perizinan operasional di area kerja.
Pembahasan dilanjutkan ke prosedur keselamatan standar. Setiap penerbang wajib menjalankan daftar periksa keselamatan sebelum menyalakan wahana, saat mengudara, hingga mendarat kembali.
Langkah mitigasi risiko menjadi perhatian utama. Peserta mempraktikkan cara merespons kehilangan sinyal komunikasi dan perubahan cuaca ekstrem di sekitar pesisir pulau.
Peserta belajar menyusun rencana jalur terbang otomatis menggunakan aplikasi pengendali. Penentuan parameter terbang seperti tinggi terbang, kecepatan sapuan, dan persentase tampalan lintasan diatur sesuai target kerapatan titik.
Pemanfaatan sensor LiDAR untuk topografi menggunakan drone memerlukan tahapan kalibrasi yang disiplin. Peserta mempraktikkan kalibrasi IMU dengan manuver terbang berbentuk angka delapan secara berkala.
Pengaturan stasiun pangkalan GNSS dilakukan di titik kontrol tanah yang sudah diketahui koordinatnya. Langkah ini memastikan data koordinat point cloud memiliki ketelitian horizontal dan vertikal yang tinggi.
Sesi luar ruangan dilaksanakan langsung di area konsesi tambang Dabo Singkep. Kontur lahan terbuka dan area bervegetasi menjadi lokasi uji coba terbang misi akuisisi data.
Peserta bergantian menjalankan peran sebagai pilot pengendali dan pengamat visual. Komunikasi antar kru dijaga dengan ketat selama wahana beroperasi di udara.
Sensor memindai permukaan tanah secara terus-menerus selama misi berlangsung. Data pantulan laser tersimpan rapi bersama data posisi dari sistem penentuan posisi satelit.
Tahap akhir difokuskan pada pengolahan data mentah di ruang komputer. Data lintasan satelit digabungkan dengan rekaman laser menggunakan perangkat lunak pascaproses.
Peserta melakukan penyaringan data awan titik dari objek vegetasi dan bangunan. Proses klasifikasi ini menghasilkan model elevasi digital murni yang siap dipakai untuk perhitungan volume galian timbunan.


