
NWSLogbook entry
Prancis Selidiki Penerbangan Drone Liar di Pangkalan Militer Toulon
Otoritas Prancis menyelidiki dugaan penerbangan drone tanpa izin di sekitar pangkalan angkatan laut Toulon selama latihan gabungan berlangsung.
Departures

NWSLogbook entry
Otoritas Prancis menyelidiki dugaan penerbangan drone tanpa izin di sekitar pangkalan angkatan laut Toulon selama latihan gabungan berlangsung.
TOULON, Rabu (21/10/2026). Otoritas Prancis membuka penyelidikan yudisial menyusul deteksi sejumlah pesawat tanpa awak tanpa izin di dekat instalasi militer sekitar Toulon, pangkalan utama Angkatan Laut Prancis, selama latihan militer gabungan berlangsung.
Prefektur Maritim Mediterania menyatakan drone liar tersebut memasuki kawasan terlarang terbang di atas kawasan pelabuhan Toulon. Sistem antipenetralan drone langsung diaktifkan setiap kali kontak terdeteksi, bekerja sama dengan aparat keamanan internal setempat.
Meski demikian, prefektur memastikan tidak ada infrastruktur sensitif yang terancam oleh penerbangan ilegal itu. Pihak berwenang belum merinci jumlah perangkat yang terbang, titik koordinat yang disusupi, status intersepsi, maupun pihak di balik kendali perangkat tersebut.
Penyusupan udara itu terpantau di tengah gelaran latihan gabungan berskala besar bertajuk Typhon yang berlangsung pada 5 Oktober 2026 hingga 16 Oktober 2026. Latihan ini dirancang untuk melatih kesiapan militer dan kepolisian dalam melindungi pangkalan strategis di kawasan pesisir.
Latihan gabungan tersebut dipimpin oleh Komandan Tertinggi Mediterania Wakil Laksamana Laurent Hermann. Operasi mencakup manuver darat, udara, dan laut yang melibatkan Toulon beserta 10 munisipalitas di sekitarnya, dengan puncak kegiatan pada 13 Oktober 2026 sampai 15 Oktober 2026.
Secara hukum, wilayah udara Toulon masuk dalam zona larangan terbang permanen berkode LF-P 62 berdasarkan ketetapan 20 September 2017. Regulasi no-fly zone drone tersebut berlaku dari permukaan tanah hingga batas ketinggian 5.943 meter selama 24 jam penuh, sehingga setiap penerbangan membutuhkan izin khusus yang ketat.
Sebelum latihan Typhon digelar, Angkatan Udara dan Antariksa Prancis juga menyelenggarakan latihan nasional BASEX pada 23 September 2026 hingga 2 Oktober 2026. Latihan tersebut menyimulasikan berbagai ancaman pangkalan militer modern, termasuk skenario serangan zat kimia menggunakan drone di Pangkalan Udara Luxeuil-Saint-Sauveur serta pengujian drone jammer.
Insiden masuknya drone liar di Toulon bukan peristiwa pertama bagi militer Prancis. Pada 24 Maret 2026, gendarmerie maritim menangkap seorang operator yang menerbangkan drone di dermaga Quai Cronstadt, sebelum pangkalan mengajukan tuntutan hukum dua hari berselang.
Gangguan serupa juga menimpa pangkalan kapal selam rudal balistik Ile Longue di Brittany pada 4 Desember 2025. Selain itu, militer Swedia melumpuhkan drone asing di dekat kapal induk Charles de Gaulle saat bersandar di Malmo pada Februari 2026, yang terkonfirmasi meluncur dari kapal intelijen Rusia Zhigulevsk.
Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis menegaskan bahwa segala bentuk penerbangan drone tanpa izin di sekitar instalasi militer merupakan pelanggaran pidana. Proses penegakan hukum terhadap para pelaku akan terus dilanjutkan ke pengadilan.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.