Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures
Pilot Jet Tempur F-22 AS Berhasil Kendalikan Drone FQ-44 dari Kokpit

NWSLogbook entry

Pilot Jet Tempur F-22 AS Berhasil Kendalikan Drone FQ-44 dari Kokpit

Untuk pertama kalinya, pilot jet tempur siluman F-22 Raptor berhasil mengendalikan drone tempur YFQ-44A Fury langsung dari kokpit saat terbang di California.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 18 Oktober 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Frequencies

  • #Angkatan Udara AS
  • #F-22 Raptor
  • #YFQ-44A Fury
  • #Anduril
  • #Drone Tempur
  • #CCA

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Seorang pilot jet tempur siluman F-22 Raptor Angkatan Udara Amerika Serikat berhasil mengendalikan drone tempur YFQ-44A Fury langsung dari kokpit untuk pertama kalinya dalam uji penerbangan di California.

Demonstrasi kendali taktis di udara tersebut diumumkan bersama oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan kontraktor utama pembuat Fury, Anduril. Pengujian ini menandai langkah awal integrasi operasional jet F-22 sebagai pengarah taktis bagi pesawat tempur tanpa awak dalam pertempuran udara masa depan.

Juru bicara Anduril mengonfirmasi kepada TWZ bahwa pengujian tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan antara jet F-22 dan purwarupa YFQ-44A. Sebelum demonstrasi ini, Anduril telah menguji terbang formasi antara Fury dan jet F-35, tetapi saat itu pilot belum mengirimkan instruksi kendali di udara.

Kendali Taktis dari Kokpit

Dalam siaran pers Angkatan Udara AS, kedua pesawat lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, lalu bergabung di udara. Pilot jet F-22 kemudian bertindak sebagai pengatur taktis dengan mengirimkan instruksi terbarukan melalui tautan data taktis.

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

Baca juga

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

News

"During the demonstration, an F-22 pilot served as an airborne ‘quarterback,’ issuing high-level tactical directives to a single YFQ-44A," tulis siaran pers resmi Angkatan Udara AS.

Perangkat lunak otonom pada drone kemudian menerjemahkan instruksi tersebut secara seketika untuk melakukan manuver penerbangan dinamis serta simulasi misi tempur. Kegiatan ini melibatkan personel dari 412th Test Wing, 422nd Test and Evaluation Squadron, 309th Software Engineering Group, Experimental Operations Unit (EOU), Kantor Program Sistem F-22, serta CCA Software Autonomy and Teaming Branch.

Kolaborasi Berawak dan Nirawak

Sekretaris Angkatan Udara AS Troy Meink menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan kolaborasi erat antara militer dan industri untuk menghadirkan teknologi tempur secara cepat.

Sponsored

"This achievement demonstrates what is possible when we are aligned with industry on a shared imperative: delivering capability to the warfighter at unprecedented speed," kata Meink.

Ia menambahkan bahwa pihak militer mendorong percepatan akuisisi mulai dari integrasi cepat, pembelajaran terbang, hingga penilaian terukur guna mengubah teknologi menjadi kapabilitas tempur.

Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Ken Wilsbach menyampaikan hal senada terkait pentingnya kolaborasi sistem berawak dan nirawak.

"This flight shows the power of crewed-uncrewed teaming and the advantage it provides our warfighters," ujar Wilsbach.

Dominion Energy Tambah 100 Drone Skydio untuk Inspeksi Listrik

Baca juga

Dominion Energy Tambah 100 Drone Skydio untuk Inspeksi Listrik

News

Pabrikan F-22, Lockheed Martin, juga terus mengembangkan antarmuka kokpit layar sentuh untuk F-22 dan F-35. Konsep ini sebelumnya memunculkan perhatian terkait potensi beban kerja pilot jet kursi tunggal yang harus menerbangkan pesawat sekaligus memandu formasi tanpa awak.

Target 500 Armada pada 2032

Uji coba kendali dari kokpit ini bukan yang pertama bagi armada F-22. Pada November 2025, General Atomics mendemonstrasikan kendali F-22 terhadap drone MQ-20 Avenger sebagai pengganti purwarupa uji.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Direktur Operasi EOU Letnan Kolonel Lyndon Bartlett mengungkapkan bahwa integrasi skala besar akan diuji lebih lanjut dalam waktu dekat.

"We have not yet done a LFE [large-force employment exercise] with these [CCAs], for real. The first one is going to be Emerald Flag. That’s in December," kata Bartlett.

Angkatan Udara AS menargetkan sedikitnya 500 unit drone tempur CCA Increment 1 siap beroperasi pada 2032. Pengiriman gelombang perdana ke satuan operasional dijadwalkan berlangsung menjelang akhir dekade ini sebelum pengadaan fase berikutnya, Increment 2, dimulai.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS18 Oct 2026DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan ObjekDJI meluncurkan pembaruan firmware v01.04.12.16 untuk Osmo Pocket 4 yang menghadirkan pintasan ActiveTrack pada tombol kustom dan transfer berkas otomatis.Sector NewsDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS18 Oct 2026Dominion Energy Tambah 100 Drone Skydio untuk Inspeksi ListrikDominion Energy menambah 100 unit drone otomatis Skydio dan melatih teknisi listrik menjadi pilot jarak jauh untuk memeriksa gardu induk.Sector NewsDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS18 Oct 2026Zipline Bukukan 3 Juta Pengiriman 10 Tahun di RwandaZipline memperingati 10 tahun operasi drone medis di Rwanda dengan capaian lebih dari tiga juta pengiriman dan perluasan kerja sama ke Pantai Gading.Sector NewsDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS18 Oct 2026Drone LiDAR Ungkap Gua Perlindungan dan Seni Cadas di AustraliaPeneliti University of Sydney dan komunitas Aborigin Dharug menemukan ceruk batu dan seni cadas tersembunyi di tebing Blue Mountains menggunakan drone LiDAR.Sector NewsDuration--Boarding
  1. WPT 01Kendali Taktis dari Kokpit
  2. WPT 02Kolaborasi Berawak dan Nirawak
  3. WPT 03Target 500 Armada pada 2032

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures
Jet tempur F-22 Raptor terbang di atas dan drone tempur YFQ-44A Fury di bawah
Jet tempur F-22 Raptor dan drone tempur otonom YFQ-44A Fury.

EOU yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Nellis, Nevada, menjadi unit pelaksana utama persiapan integrasi taktik tempur nirawak tersebut. Dokumen anggaran Angkatan Udara AS sebelumnya mencatat bahwa integrasi perangkat berupa komputer tablet dan kabel pendukung disiapkan di kokpit F-22 guna memfasilitasi kendali istilah drone militer semiotonom tersebut.

Jet tempur siluman F-22 Raptor di landasan pacu
Jet tempur siluman F-22 Raptor milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Operator di kursi belakang pesawat uji menggunakan perangkat tablet untuk kendali drone
Pengujian antarmuka perangkat layar sentuh untuk kendali drone dari dalam kokpit pesawat.

Wakil Presiden Autonomous Airpower Anduril Mark Shushnar menyebutkan bahwa program pesawat tempur kolaboratif Amerika Serikat ditargetkan menjadi yang pertama mengoperasikan armada secara nyata. Kerja sama ini bertujuan membuktikan keandalan sistem, merumuskan prosedur operasi, dan membangun kepercayaan pilot terhadap sistem sayap nirawak otonom dalam doktrin drone dan perang modern.

Grafik perbandingan desain drone FQ-42 Vengeance dan FQ-44 Fury di udara
Ilustrasi desain drone FQ-42 Vengeance dan FQ-44 Fury dalam program CCA.

Saat ini Angkatan Udara AS telah memesan produksi FQ-44A buatan Anduril dan FQ-42A Vengeance buatan General Atomics di bawah program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Increment 1. Proyek ini juga dikoordinasikan bersama program serupa milik Korps Marinir AS dan Angkatan Laut AS guna memperkuat kapabilitas drone tempur lintas matra.