Drone tempur Bayraktar AKINCI buatan Turki berhasil menguji amunisi presisi Otonom LACIN TV yang memiliki kemampuan memilih sasaran tembak secara mandiri.
Dalam pengujian persenjataan tersebut, AKINCI melepaskan tiga amunisi yang terdiri atas dua unit MAM-L dan satu unit Otonom LACIN TV. Seluruh amunisi dilaporkan sukses menghantam sasaran masing-masing dalam uji coba gabungan antara produsen drone Baykar dan perusahaan persenjataan Roketsan.
Rekaman uji coba penembakan dibagikan oleh Ketua Dewan Direksi Baykar Selcuk Bayraktar melalui akun media sosial resminya. Direktur Utama Roketsan Murat Ikinci menyampaikan konfirmasi terkait keberhasilan integrasi teknologi penargetan visual mandiri tersebut.
"Serangan presisi di udara, tepat mengenai sasaran. Dalam penembakan dari platform Bayraktar AKINCI, MAM-L mengenai sasaran dengan tepat, sedangkan LACIN untuk pertama kalinya berhasil memperlihatkan kemampuan pemilihan sasaran secara otonom menggunakan kepala pencari TV," kata Ikinci sebagaimana dikutip Anadolu Ajansi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ikinci, kemampuan memilih sasaran secara mandiri merupakan lonjakan teknologi yang berbeda dari sekadar mengarahkan bom ke titik koordinat tertentu. Sistem penargetan elektro-optik pada senjata memungkinkan proses identifikasi serta penguncian objek dilakukan langsung oleh perangkat pencari di amunisi.
Keluarga perangkat pemandu LACIN dikembangkan oleh Roketsan untuk mengubah bom konvensional menjadi amunisi berpresisi tinggi. Perangkat pemandu ini kompatibel dengan bom serbaguna MK-82 yang umum digunakan dalam armada tempur udara.
Pada versi sebelumnya, sistem LACIN menggunakan sensor inframerah serta navigasi satelit dan inersial dengan pendekatan man-in-the-loop. Konfigurasi tersebut memanfaatkan perangkat transmisi data L-POD agar operator manusia tetap memantau citra kamera sekaligus mengendalikan arah luncur senjata.
Konfigurasi baru Otonom LACIN TV kini mempercayakan proses pelacakan objek pada analisis citra visual secara mandiri. Perangkat pencari TV menangkap kontur visual target, lalu perangkat lunak memproses data tersebut untuk mengarahkan lintasan bom hingga tumbukan.
Integrasi amunisi otonom pada berbagai mengenal jenis-jenis drone tempur menandai babak baru perlengkapan militer modern. Keberhasilan pengujian ini memperkuat efektivitas pemanfaatan drone dan perang modern yang menuntut respons cepat terhadap perubahan dinamika medan tempur.
Roketsan menyatakan pengujian variasi sensor pencari ini bertujuan memperluas opsi operasional bagi angkatan bersenjata guna menyesuaikan persenjataan dengan kondisi lingkungan serta jenis target di lapangan.