Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 04 NOVADVSertifikasi General Banking Jenjang Kualifikasi 4 BNSPOn time
  2. 04 NOVACTTraining Project Management untuk Sukses Proyek TeknikOn time
  3. 04 NOVACTPengelolaan dan Pengembangan SDM untuk Efektivitas OrganisasiOn time
  4. 04 NOVEDTBand Satelit Landsat dari Generasi Pertama hingga Landsat 10On time
  5. 04 NOVNWSDJI Rilis Cuplikan Drone Lipat Termal untuk Peluncuran 5 NovemberOn time
All departures
General Atomics Rancang Drone Otonom Sayap Terbang NextGen

NWSLogbook entry

General Atomics Rancang Drone Otonom Sayap Terbang NextGen

General Atomics mengembangkan konsep drone sayap terbang NextGen berdaya tahan 60 jam, sementara AFRL menuntaskan uji coba sistem misi otonom pada purwarupa XQ-67A.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 4 November 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

NOTAMContent noticeREF C8913
Q)

Info only · Claim, credit, or removal on request

E)

Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi. Kalau kamu pemilik gambar atau konten di halaman ini dan ingin mengklaim, meminta kredit, atau meminta penghapusan, saya terbuka untuk permintaan itu. Silakan hubungi saya.

This article is shared for informational purposes. If you own an image or content on this page and would like to claim it, request credit, or ask for its removal, I am open to that. Please contact me.

Contact tower[email protected]WhatsAppFull notice

Frequencies

  • #General Atomics
  • #AFRL
  • #Drone Militer
  • #XQ-67A
  • #Teknologi Penerbangan

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan PenggunaanContent Notice
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Produsen kedirgantaraan General Atomics merancang konsep pesawat nirawak sayap terbang bernama NextGen yang mampu menjalankan misi pengintaian serta serangan udara jarak jauh.

Pengembangan pesawat tanpa awak tersebut ditujukan untuk beroperasi secara mandiri maupun semiotonom. Pesawat menggunakan sistem penggerak hibrida-listrik yang dirancang untuk terbang lebih dari 60 jam tanpa pengisian bahan bakar.

Juru Bicara General Atomics C. Mark Brinkley menyatakan NextGen memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan pesawat tempur kolaboratif atau Collaborative Combat Aircraft (CCA). Pesawat dirancang membawa persenjataan lengkap dan perangkat pengintaian berdaya tahan tinggi.

"NextGen bukan CCA, melainkan sayap serang dan intelijen, pengawasan, serta pengintaian yang jauh lebih besar, bersenjata lengkap, dan berperalatan lengkap," kata Brinkley.

Pemberontak Ethiopia Gunakan Drone Serang Markas Militer

Baca juga

Pemberontak Ethiopia Gunakan Drone Serang Markas Militer

News

Rangkaian Seri Gambit

Menurut Brinkley, teknologi rancangan sayap terbang NextGen akan diturunkan ke proyek pesawat nirawak yang lebih kecil bernama Gambit 4. Varian tersebut menjadi bagian dari keluarga konsep Gambit yang diperkenalkan General Atomics sejak 2022.

Konsep Gambit memanfaatkan sasis standar yang memadukan mesin, roda pendarat, dan prosesor inti yang sama untuk berbagai bentuk badan pesawat. Selain Gambit 4, keluarga pesawat nirawak ini mencakup purwarupa FQ-42 yang masuk dalam program CCA Angkatan Udara Amerika Serikat.

General Atomics juga menyiapkan varian serang darat bernama Gambit 6 berbasis FQ-42. Varian ini menyimpan persenjataan di dalam ruang senjata internal untuk mempertahankan kemampuan siluman.

Varian lain yang sedang dikembangkan meliputi Gambit 5 untuk kebutuhan operasi kapal induk angkatan laut dan Gambit 3 sebagai sarana simulasi musuh latih udara. Brinkley menyebut pesawat latih nirawak dibutuhkan untuk melatih pilot menghadapi ancaman jet otonom lawan pada masa depan.

Sponsored

Pengembangan armada tanpa awak ini sejalan dengan tren integrasi kecerdasan buatan dalam drone dan perang modern yang makin masif. Kebutuhan sistem nirawak otonom juga mendorong ekspansi pesat pada pasar drone militer AS.

Uji Sistem Misi AFRL

Pada saat bersamaan, Laboratorium Riset Angkatan Udara AS atau Air Force Research Laboratory (AFRL) menguji sistem misi otonom menggunakan purwarupa drone XQ-67A milik General Atomics. Uji terbang berlangsung di Nevada Test and Training Range di bawah program demonstrasi kinerja dan efektivitas tempur bernama Demon APE.

Pengujian tersebut membuktikan integrasi sensor mutakhir, komputer misi, tautan data jarak jauh, dan simulasi gabungan secara langsung di udara. Sistem ini dirancang menghubungkan armada nirawak pengintai dengan pesawat berawak seperti jet tempur dan pengebom, serupa dengan eksperimen kendali di mana pilot jet tempur F-22 AS berhasil kendalikan drone FQ-44 dari kokpit.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

"Ini membuktikan arsitektur otonom AFRL dapat memproses dan meneruskan data pertempuran secara andal dalam skenario dunia nyata," kata insinyur kedirgantaraan di direktorat perang udara AFRL Trenton White.

Deputi Pejabat Eksekutif Teknologi Udara Departemen Angkatan Udara AS Kolonel Matthew Caspers menyebut kolaborasi riset ini memangkas waktu transisi antara konsep awal dan kesiapan tempur operasional.

Sebelumnya, General Atomics menerima kontrak senilai 99,3 juta dollar AS dari AFRL pada Mei 2025 untuk membangun pesawat nirawak sayap terbang otonom bernama GHOST. Sebagai langkah lanjutan, perusahaan menjadwalkan uji tembak amunisi serangan darat menggunakan unit Gambit 6 pada awal 2027.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS4 Nov 2026Pemberontak Ethiopia Gunakan Drone Serang Markas MiliterPemberontak wilayah utara Ethiopia diduga mulai mengerahkan drone untuk menyerang markas komando pertahanan dan pangkalan militer di dekat ibu kota.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS3 Nov 2026Iran Tembak Jatuh Tiga Drone AS di Kawasan Selat HormuzKorps Garda Revolusi Islam Iran menembak jatuh satu drone MQ-9 dan dua drone MQM-170 milik Amerika Serikat di Selat Hormuz saat proses negosiasi kedua negara bergulir.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS30 Oct 2026Arab Saudi Cegat Drone Houthi di Dekat MekkahKoalisi Arab Saudi menghancurkan drone Yaman di dekat Mekkah, sementara Houthi membantah menargetkan kota suci tersebut.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS28 Oct 2026Serangan Rudal dan Drone Iran Rusak Pangkalan Militer ASFoto-foto dokumentasi terbaru mengungkap kerusakan luas pada fasilitas pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah akibat serangan rudal dan drone Iran.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  1. WPT 01Rangkaian Seri Gambit
  2. WPT 02Uji Sistem Misi AFRL

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 04 NOVADVSertifikasi General Banking Jenjang Kualifikasi 4 BNSPOn time
  2. 04 NOVACTTraining Project Management untuk Sukses Proyek TeknikOn time
  3. 04 NOVACTPengelolaan dan Pengembangan SDM untuk Efektivitas OrganisasiOn time
  4. 04 NOVEDTBand Satelit Landsat dari Generasi Pertama hingga Landsat 10On time
  5. 04 NOVNWSDJI Rilis Cuplikan Drone Lipat Termal untuk Peluncuran 5 NovemberOn time
All departures