
NWSLogbook entry
General Atomics Rancang Drone Otonom Sayap Terbang NextGen
General Atomics mengembangkan konsep drone sayap terbang NextGen berdaya tahan 60 jam, sementara AFRL menuntaskan uji coba sistem misi otonom pada purwarupa XQ-67A.
Departures

NWSLogbook entry
General Atomics mengembangkan konsep drone sayap terbang NextGen berdaya tahan 60 jam, sementara AFRL menuntaskan uji coba sistem misi otonom pada purwarupa XQ-67A.
Produsen kedirgantaraan General Atomics merancang konsep pesawat nirawak sayap terbang bernama NextGen yang mampu menjalankan misi pengintaian serta serangan udara jarak jauh.
Pengembangan pesawat tanpa awak tersebut ditujukan untuk beroperasi secara mandiri maupun semiotonom. Pesawat menggunakan sistem penggerak hibrida-listrik yang dirancang untuk terbang lebih dari 60 jam tanpa pengisian bahan bakar.
Juru Bicara General Atomics C. Mark Brinkley menyatakan NextGen memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan pesawat tempur kolaboratif atau Collaborative Combat Aircraft (CCA). Pesawat dirancang membawa persenjataan lengkap dan perangkat pengintaian berdaya tahan tinggi.
"NextGen bukan CCA, melainkan sayap serang dan intelijen, pengawasan, serta pengintaian yang jauh lebih besar, bersenjata lengkap, dan berperalatan lengkap," kata Brinkley.
Menurut Brinkley, teknologi rancangan sayap terbang NextGen akan diturunkan ke proyek pesawat nirawak yang lebih kecil bernama Gambit 4. Varian tersebut menjadi bagian dari keluarga konsep Gambit yang diperkenalkan General Atomics sejak 2022.
Konsep Gambit memanfaatkan sasis standar yang memadukan mesin, roda pendarat, dan prosesor inti yang sama untuk berbagai bentuk badan pesawat. Selain Gambit 4, keluarga pesawat nirawak ini mencakup purwarupa FQ-42 yang masuk dalam program CCA Angkatan Udara Amerika Serikat.
General Atomics juga menyiapkan varian serang darat bernama Gambit 6 berbasis FQ-42. Varian ini menyimpan persenjataan di dalam ruang senjata internal untuk mempertahankan kemampuan siluman.
Varian lain yang sedang dikembangkan meliputi Gambit 5 untuk kebutuhan operasi kapal induk angkatan laut dan Gambit 3 sebagai sarana simulasi musuh latih udara. Brinkley menyebut pesawat latih nirawak dibutuhkan untuk melatih pilot menghadapi ancaman jet otonom lawan pada masa depan.
Pengembangan armada tanpa awak ini sejalan dengan tren integrasi kecerdasan buatan dalam drone dan perang modern yang makin masif. Kebutuhan sistem nirawak otonom juga mendorong ekspansi pesat pada pasar drone militer AS.
Pada saat bersamaan, Laboratorium Riset Angkatan Udara AS atau Air Force Research Laboratory (AFRL) menguji sistem misi otonom menggunakan purwarupa drone XQ-67A milik General Atomics. Uji terbang berlangsung di Nevada Test and Training Range di bawah program demonstrasi kinerja dan efektivitas tempur bernama Demon APE.
Pengujian tersebut membuktikan integrasi sensor mutakhir, komputer misi, tautan data jarak jauh, dan simulasi gabungan secara langsung di udara. Sistem ini dirancang menghubungkan armada nirawak pengintai dengan pesawat berawak seperti jet tempur dan pengebom, serupa dengan eksperimen kendali di mana pilot jet tempur F-22 AS berhasil kendalikan drone FQ-44 dari kokpit.
"Ini membuktikan arsitektur otonom AFRL dapat memproses dan meneruskan data pertempuran secara andal dalam skenario dunia nyata," kata insinyur kedirgantaraan di direktorat perang udara AFRL Trenton White.
Deputi Pejabat Eksekutif Teknologi Udara Departemen Angkatan Udara AS Kolonel Matthew Caspers menyebut kolaborasi riset ini memangkas waktu transisi antara konsep awal dan kesiapan tempur operasional.
Sebelumnya, General Atomics menerima kontrak senilai 99,3 juta dollar AS dari AFRL pada Mei 2025 untuk membangun pesawat nirawak sayap terbang otonom bernama GHOST. Sebagai langkah lanjutan, perusahaan menjadwalkan uji tembak amunisi serangan darat menggunakan unit Gambit 6 pada awal 2027.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.