
NWSLogbook entry
Arhanud TNI AD Siapkan Transformasi Hadapi Ancaman Kawanan Drone
Pussenarhanud TNI AD merumuskan langkah modernisasi alutsista dan penguatan sumber daya manusia untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak dan peperangan modern.
Departures

NWSLogbook entry
Pussenarhanud TNI AD merumuskan langkah modernisasi alutsista dan penguatan sumber daya manusia untuk menghadapi ancaman pesawat nirawak dan peperangan modern.
BATU, Senin (2/11/2026) - Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara Mayjen TNI R. Edi Setiawan mendorong transformasi menyeluruh korps Arhanud TNI AD guna menghadapi ancaman pesawat nirawak hingga kawanan drone dalam peperangan modern.
Langkah strategis tersebut dibahas dalam sarasehan peringatan HUT ke-80 Arhanud TNI AD di Aula A.H. Nasution Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdikarhanud), Kota Batu. Forum ini mengkaji pergeseran ancaman udara yang tidak lagi bertumpu pada pesawat tempur konvensional.
Edi menjelaskan bahwa tantangan pertahanan udara saat ini berkembang pesat lewat pemakaian amunisi bersirkulasi (loitering munition), kawanan nirawak (drone swarm), rudal jelajah, dan serangan udara berlapis. Kondisi ini menuntut penyesuaian doktrin, persenjataan, serta sistem komando.
Menurut Edi, modernisasi persenjataan harus dibarengi dengan pembangunan sistem pertahanan udara yang terintegrasi. Sistem tersebut mencakup kesiapan deteksi, identifikasi sasaran, pengambilan keputusan kilat, hingga tindakan penembakan.
"Kita melihat bahwa karakter peperangan modern telah berubah. Ancaman tidak lagi hanya berasal dari pesawat udara konvensional, tetapi juga berkembang melalui penggunaan drone, rudal presisi, loitering munition, hingga serangan udara secara simultan dan berlapis," kata Edi.

Ia menegaskan bahwa integrasi antara sensor, radar, dan sistem penangkis menjadi kebutuhan mutlak. Keterpaduan data antarsatuan dinilai krusial agar satuan penangkis serangan udara dapat membalas serangan secara presisi, serupa dengan kajian drone dan perang modern yang menuntut respons pertahanan terpadu.
Penguatan radar serta jejaring penangkal nirawak di lingkungan militer nasional sebelumnya juga menjadi perhatian saat Menhan Sjafrie tinjau integrasi radar dan drone PT Len untuk memperkuat kesiapsiagaan teritorial.
Dalam sarasehan bertema "Kuat Bersama Rakyat, Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur" ini, Pussenarhanud memetakan empat pilar prioritas pembangunan kekuatan korps ke depan:
Sarasehan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara periode 2023 Marsma TNI (Purn) R. Agung Sasongkojati, serta Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Prof. Ir. Hadi Suyono.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Paguyuban Purnawirawan Arhanud beserta jajaran perwira tinggi TNI, di antaranya Letjen TNI Chandra Wijaya, Mayjen TNI (Purn) Heboh Susanto, Mayjen TNI (Purn) Nurcahyanto, Danpoltekad Kodiklatad, serta Danlanud Abdulrachman Saleh.
Edi mengingatkan seluruh prajurit agar menjaga kemanunggalan dengan masyarakat di wilayah penugasan sebagai fondasi utama ketahanan semesta. Hasil sarasehan ini akan disusun sebagai dokumen rekomendasi resmi pembinaan kekuatan dan kesiapsiagaan Arhanud TNI AD.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
