
DRNLogbook entry· 3 min read
Poor Judgment Chain dan DECIDE Model
Penjelasan Poor Judgment Chain dan model DECIDE untuk pengambilan keputusan aman dalam operasi drone.
3 min read

DRNLogbook entry· 3 min read
Penjelasan Poor Judgment Chain dan model DECIDE untuk pengambilan keputusan aman dalam operasi drone.
Konsep "Poor Judgment Chain" dalam manajemen penerbangan, atau dalam konteks yang lebih spesifik, dalam operasi drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicles), merujuk pada serangkaian keputusan yang kurang tepat yang dapat memicu kecelakaan atau insiden serius. Kegagalan dalam mengambil keputusan yang tepat dalam operasi drone dapat berdampak buruk, mengingat kompleksitas dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi ini, terutama di area padat atau dalam situasi darurat.
Dalam pengoperasian drone, _poor judgment chain_ bisa diilustrasikan melalui serangkaian keputusan yang tampaknya kecil namun krusial, yang ketika digabungkan, dapat membawa kepada hasil yang fatal. Ini adalah pengingat bahwa dalam operasi UAV, keputusan yang tampaknya sederhana atau sepele—seperti memilih terbang pada kondisi cuaca yang tidak ideal, atau mengabaikan peringatan baterai rendah—dapat memicu rangkaian masalah yang lebih besar.
Konteks ini sangat relevan mengingat peran drone yang semakin meningkat dalam berbagai sektor seperti pengawasan, pemetaan, pengiriman barang, dan bahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Oleh karena itu, kesalahan dalam pengambilan keputusan bisa memiliki konsekuensi yang tidak hanya berdampak pada kegagalan misi tetapi juga bisa membahayakan nyawa dan mengakibatkan kerugian materi yang signifikan.
Berikut adalah beberapa contoh kasus di mana _poor judgment chain_ telah memainkan peran kritis dalam operasi drone:
2. Pengabaian Peringatan Baterai: Keputusan untuk terus terbang meskipun ada peringatan baterai rendah, berpikir bahwa masih ada cukup waktu untuk menyelesaikan misi sebelum drone kehabisan daya.
3. Kelebihan Beban Payload: Membebani drone dengan kargo atau peralatan yang melebihi kapasitas maksimum yang dianjurkan, yang dapat mempengaruhi stabilitas dan efisiensi penerbangan.
4. Kegagalan dalam Komunikasi dan Koordinasi: Dalam operasi tim, kesalahan komunikasi antara operator di lapangan dan tim pendukung bisa menyebabkan kebingungan dan keputusan yang tidak sesuai dengan kondisi aktual.
Model DECIDE adalah kerangka kerja yang sangat efektif dalam membantu operator drone untuk membuat keputusan yang lebih aman dan lebih terinformasi selama operasi UAV. Struktur model ini memungkinkan analisis yang sistematis dan tindakan yang terkontrol untuk mengelola risiko dan meningkatkan keamanan penerbangan. Berikut adalah aplikasinya dalam konteks operasi drone:
1. Detect (Deteksi): Mengidentifikasi perubahan kondisi atau potensi masalah yang mempengaruhi operasi drone, seperti perubahan cuaca mendadak atau munculnya pesawat terbang lain di area yang sama.
2. Estimate (Perkiraan): Menilai kebutuhan untuk bereaksi terhadap perubahan atau masalah yang teridentifikasi. Hal ini termasuk mengukur seberapa serius masalah tersebut dan apa dampak potensial terhadap keselamatan dan keberhasilan misi.
3. Choose (Pilih): Menentukan opsi tindakan yang mungkin untuk mengatasi situasi tersebut. Memilih pendekatan yang paling sesuai berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan.
4. Identify (Identifikasi): Memilih solusi atau tindakan terbaik dari opsi yang tersedia berdasarkan evaluasi dan prioritas yang ditetapkan.
5. Do (Lakukan): Melaksanakan tindakan yang telah dipilih, seperti mengubah jalur penerbangan, mengadjust tinggi terbang, atau kembali ke titik awal.
6. Evaluate (Evaluasi): Menilai efektivitas tindakan yang telah diambil. Mengevaluasi apakah masalah telah teratasi atau jika ada kebutuhan untuk mengambil langkah lebih lanjut.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!
@liupurnomo
I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!


Pelajari aturan drone di Indonesia, syarat sertifikasi remote pilot RPC, pendaftaran wahana di Sidopi Go, dan tata cara mengurus izin terbang resmi.



Panduan lengkap cara download citra satelit resolusi tinggi gratis dari Google Maps dan sumber lain menggunakan Universal Map Downloader. Cocok untuk pemetaan drone dan GIS.



Pelajari aneka jenis drone dan klasifikasi UAV terlengkap di Indonesia mulai dari bobot, konfigurasi sayap, daya jangkau, hingga perizinan terbang operasional.



Langkah-langkah praktis mengolah data drone di Agisoft Metashape, cocok untuk pemula hingga mahir.



Pemerintah mengesahkan UU No. 21 Tahun 2025 untuk menata ruang udara nasional, batas vertikal 110 kilometer, hingga aturan wahana udara.

1. Mengabaikan Kondisi Cuaca: Remote Pilot In Command yang memutuskan untuk melanjutkan misi survei di tengah kondisi cuaca yang buruk—misalnya angin kencang—tanpa menilai dengan seksama bagaimana kondisi tersebut akan mempengaruhi operasi dan keselamatan UAV.
Dalam operasi drone yang semakin kompleks dan berisiko, pemahaman yang mendalam tentang "Poor Judgment Chain" dan penerapan model DECIDE adalah kunci untuk mengelola risiko dan meningkatkan keamanan. Melalui pendekatan yang sistematis dan terstruktur, operator drone dapat mengurangi risiko kecelakaan dan insiden, memastikan bahwa setiap misi dilakukan dengan aman dan efektif. Ini tidak hanya membantu dalam menghindari kerugian material dan finansial, tetapi yang lebih penting, menjaga keselamatan publik dan integritas lingkungan operasional.