
NWSLogbook entry
KSAL Ingatkan Ancaman Drone Murah terhadap Kapal Perang
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memperingatkan ancaman wahana tanpa awak berbiaya murah dan serangan siber pada Latihan Armada Jaya XLIV di Surabaya.
Departures

NWSLogbook entry
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memperingatkan ancaman wahana tanpa awak berbiaya murah dan serangan siber pada Latihan Armada Jaya XLIV di Surabaya.
SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali memperingatkan ancaman wahana tanpa awak berbiaya murah yang dapat merusak kapal perang bernilai tinggi dalam pergeseran karakter perang modern.
Peringatan tersebut disampaikan melalui amanat yang dibacakan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Laksdya TNI Achmad Wibisono saat membuka Latihan Puncak Armada Jaya XLIV Tahun Anggaran 2026 di Surabaya.
Latihan militer tersebut melibatkan 600 prajurit terpilih untuk menguji kesiapan operasional serta koordinasi lintas satuan TNI Angkatan Laut (TNI AL).
"Wahana tanpa awak dengan biaya relatif murah mampu mengancam kapal perang bernilai tinggi, rudal jarak jauh dapat menjangkau sasaran di balik cakrawala, sementara serangan siber berpotensi melumpuhkan sistem komando sebelum satu peluru ditembakkan," kata Ali, dikutip dari keterangan Dinas Penerangan Kodiklatal, Selasa (3/11/2026).
Menurut Ali, pergeseran ini menunjukkan teknologi nirmiliter kini menjadi penentu kekuatan tempur. Fenomena perang asimetris tersebut menuntut prajurit tidak terlena dengan kekuatan armada konvensional semata, melainkan wajib menguasai spektrum siber dan teknologi nirawak.
Perubahan taktik tempur berbasis teknologi nirawak menjadi perhatian pertahanan maritim, seiring meluasnya kajian drone dan perang modern di tingkat global. Kerentanan kapal konvensional terhadap serangan asimetris sebelumnya terbukti saat kapal kargo Contship Jet tenggelam dihantam tiga drone di Laut Hitam. Di matra darat Indonesia, langkah antisipasi teknologi serupa juga diambil ketika Arhanud TNI AD siapkan transformasi hadapi ancaman kawanan drone.
Untuk menjawab dinamika ancaman multidimensi, Latihan Armada Jaya XLIV menguji doktrin dan petunjuk pelaksanaan pedoman operasional prajurit. TNI AL membentuk lima komando tugas gabungan sekaligus guna mengukur efektivitas komando dan pengendalian pasukan.
Unsur yang dikerahkan meliputi Komando Tugas Gabungan Laut, Komando Tugas Gabungan Amfibi, Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi, Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai, serta Satuan Tugas Dukungan Siber.
Seluruh unsur pasukan menjalankan skenario pertempuran di mandala operasi wilayah perairan Indonesia bagian barat serta perairan Indonesia bagian timur sisi selatan.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.