KEF Robotics diterima bergabung dalam konsorsium pengadaan cepat Komando Operasi Khusus Amerika Serikat. Perusahaan teknologi ini bersiap menawarkan perangkat lunak navigasi drone tanpa sinyal GPS kepada unit militer khusus.
Konsorsium bernama SOF RACER tersebut mempermudah industri pertahanan menawarkan inovasi tanpa melewati alur kontrak Pentagon yang panjang. Keanggotaan ini bersifat gratis tanpa kontrak langsung, tetapi memberi akses resmi bagi mitra industri untuk mengajukan penawaran saat kebutuhan baru diumumkan.
Juru bicara SOCOM Komandan Angkatan Laut AS Joe Vermette menyebutkan, konsorsium telah menerima lebih dari 1.800 permohonan keanggotaan. Direktorat Pengadaan SOCOM resmi meluncurkan wadah ini pada 6 Agustus 2026 bersama perusahaan kecerdasan buatan GovSignals dan konsultan BMNT.
Presiden BMNT Brian Miller menjelaskan bahwa peserta yang menang akan menerima kesepakatan kewenangan transaksi khusus atau Other Transaction Authority ketimbang kontrak standar. "Prototipe yang sukses dapat beralih ke kontrak produksi tanpa kompetisi baru ketika pihak pemesan ingin melangkah lebih jauh," kata Miller.
SOF RACER memetakan 12 bidang minat teknologi, dengan drone dan sistem robotika sebagai fokus utama. Arah pengadaan ini sejalan dengan rencana militer AS yang bersiap menghadapi kemungkinan medan tempur tanpa dukungan pemosisian satelit akibat gangguan radio atau jamming.
Kebutuhan navigasi alternatif menjadi agenda mendesak setelah pengarahan kantor program pesawat sayap tetap SOCOM yang dipimpin Kolonel Justin Bronder pada Mei 2026. Dokumen militer tersebut meminta pelaku industri merancang teknologi pertahanan dengan asumsi ketiadaan jaringan GPS di masa depan.
Kebutuhan navigasi optik terus menguat seiring langkah militer menguji drone mendarat tanpa GPS di kapal perang di kawasan rawan peretasan frekuensi. Skenario tersebut kian lumrah dalam dinamika drone dan perang modern yang mendorong percepatan belanja teknologi di pasar drone militer AS.
Perangkat lunak Tailwind buatan KEF memanfaatkan kamera terpasang untuk menjaga panduan autopilot saat sinyal satelit terputus. Sistem penglihatan komputer ini telah diuji di Fort McClellan, Alabama, pada Agustus 2026 di depan personel Komando Pasukan Khusus ke-1 Angkatan Darat AS.
Sebelum masuk ke konsorsium pasukan khusus, KEF mengantongi 11 kontrak pertahanan dari Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan NASA sejak 2019. Proyek terbarunya berupa hibah senilai 1,25 juta dollar AS dari Angkatan Udara yang berjalan mulai 1 Juni 2026 untuk membiayai sistem pemosisian drone kecil.
Pusat inovasi SOCOM, SOFWERX, menjadwalkan evaluasi kemampuan teknologi drone kecil pada kuartal pertama tahun anggaran 2027 di Tampa, Florida, yang berlangsung hingga Desember 2026. Ajang evaluasi lapangan tersebut berpeluang menjadi pintu masuk pengujian langsung perangkat lunak navigasi KEF bagi kebutuhan pasukan khusus AS.