Kemampuan drone mendarat tanpa GPS di atas kapal perang yang sedang berlayar kini terbukti berhasil dijalankan secara mandiri. Uji coba terbaru dari Naval Air Warfare Center Aircraft Division (NAWCAD) menunjukkan bahwa wahana tanpa awak sanggup menyelesaikan misi dan mendarat mulus tanpa panduan kendali jarak jauh pilot. Terobosan ini menjadi jawaban atas kerentanan sistem satelit navigasi di wilayah perairan yang penuh gangguan sinyal.
Dalam skenario drone dan perang modern, musuh biasanya langsung memutus jaringan navigasi satelit dan komunikasi radio. Ancaman seperti drone jammer dan cara kerjanya melumpuhkan sinyal pesawat membuat drone konvensional kehilangan arah dan gagal pulang ke pangkalan. Melalui pembaruan perangkat lunak navigasi maritim, wahana nirawak tetap bisa mengenali dek pendaratan meski sinyal global navigation satellite system (GNSS) dimatikan total.
Drone mendarat tanpa GPS dengan memanfaatkan kamera optik standar, sensor gerak inersia, dan perangkat lunak pemandu jalur penerbangan. Kamera di badan drone memindai siluet fisik kapal perang secara visual seperti cara mata pilot manusia mengenali landasan pacu. Pada saat bersamaan, algoritma pengendali memprediksi ayunan dek kapal akibat ombak secara langsung agar sentuhan kaki pendarat tetap stabil.
Metode pendaratan mandiri ini berjalan melalui tahapan terstruktur berikut:
Pendaratan konvensional drone kapal selama ini menuntut instalasi radar mahal dan perlengkapan penangkap mekanis di geladak. Pemasangan perangkat tambahan tersebut memakan waktu berbulan-bulan dan menyita ruang sempit kapal perang. Sistem modular NAWCAD mengeliminasi kebutuhan modifikasi fisik kapal lewat optimalisasi perangkat lunak internal drone.
Berikut ringkasan perbedaan metode pendaratan konvensional dengan teknologi baru NAWCAD:
Sistem otonom berbasis visi komputer ini memberikan keleluasaan besar bagi unit operasi laut. Menurut Rear Adm. Todd Evans selaku komandan NAWCAD, teknologi ini mempercepat penyebaran armada tanpa awak ke berbagai jenis kapal tanpa membebani anggaran logistik kapal perang.