
NWSLogbook entry
Kapal Perang Swedia Lumpuhkan Drone Militer Rusia di Selat Öresund
Kapal perang Swedia HMS Rapp melumpuhkan drone intai Rusia di Selat Öresund saat mengawal kapal induk Perancis Charles de Gaulle di Malmö.
Departures

NWSLogbook entry
Kapal perang Swedia HMS Rapp melumpuhkan drone intai Rusia di Selat Öresund saat mengawal kapal induk Perancis Charles de Gaulle di Malmö.
STOCKHOLM — Kapal perang Angkatan Laut Swedia HMS Rapp melumpuhkan sebuah pesawat nirawak Rusia di Selat Öresund. Tindakan pengacauan sinyal itu dilakukan saat kapal mengawal kunjungan kapal induk Perancis Charles de Gaulle di Malmö, Swedia selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Februari saat kapal intelijen sinyal Rusia Zhigulevsk melintasi selat sempit pemisah Swedia dan Denmark. Sistem deteksi pada HMS Rapp menangkap aktivitas penerbangan nirawak dari kapal Rusia tersebut sebelum awak kapal mengaktifkan sistem pengacau sinyal.
Menteri Pertahanan Swedia Pål Jonson menyampaikan apresiasi kepada komandan serta seluruh awak kapal atas kesiapsiagaan mereka di perairan perbatasan.
"Awak HMS Rapp layak mendapat pengakuan besar. Melalui kesiapan tinggi dan tindakan cepat, penerbangan drone Rusia yang melanggar hukum berhasil dicegah," tulis Jonson di platform X.
Jonson menjelaskan bahwa HMS Rapp mengemban misi pemantauan dan pengamanan gugus tempur kapal induk Perancis. Ketika kapal Zhigulevsk melintas, kapal perang Swedia itu terus membayangi pergerakannya hingga mendeteksi wahana nirawak yang diterbangkan ke udara.
Penggunaan perangkat pengacau sinyal menjadi benteng pertahanan maritim krusial, serupa dengan prinsip teknis drone jammer dan cara kerjanya melumpuhkan sinyal pesawat tanpa perlu melepaskan tembakan amunisi kinetik.
Angkatan Bersenjata Swedia mengonfirmasi bahwa wahana udara nirawak tersebut meluncur langsung dari geladak kapal Zhigulevsk. Jonson menyebut penerbangan tanpa izin itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Wilayah Tertentu serta melanggar kedaulatan ruang udara Swedia.
Saat insiden berlangsung, kapal induk Charles de Gaulle tengah bersandar di Malmö dengan membawa sekitar 1.800 awak kapal. Kehadiran kapal bertenaga nuklir Perancis tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan militer Orion 26.
Potensi gangguan wahana nirawak terhadap armada laut kian menjadi sorotan pertahanan global, sebagaimana peringatan bahwa ancaman drone murah terhadap kapal perang menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap kapal patroli perbatasan.
Duta Besar Perancis untuk Swedia Thierry Carlier menyampaikan terima kasih kepada otoritas pertahanan Swedia atas perlindungan yang diberikan kepada armada negaranya.
"Banyak terima kasih kepada Angkatan Laut Swedia dan Angkatan Bersenjata Swedia atas komitmen, dedikasi, dan kinerja mengesankan yang teguh. Hal ini menunjukkan tingkat kerja sama dan saling percaya yang belum pernah terjadi sebelumnya antara angkatan laut kita," tulis Carlier di X.
Gesekan wilayah udara akibat aktivitas nirawak militer di kawasan Baltik dan Skandinavia juga mempertegas dinamika keamanan regional, mengingat rentannya ancaman ruang udara perbatasan di sekeliling negara anggota aliansi pertahanan Eropa.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.