
NWSLogbook entry
DronTech Asia 2026 Hadirkan 150 Merek Sistem Nirawak di Bangkok
Pameran teknologi nirawak DronTech Asia 2026 siap digelar di Bangkok pada 11-13 November 2026 dengan melibatkan 150 merek industri global.
Departures

NWSLogbook entry
Pameran teknologi nirawak DronTech Asia 2026 siap digelar di Bangkok pada 11-13 November 2026 dengan melibatkan 150 merek industri global.
BANGKOK, Selasa (3/11/2026) - Pameran teknologi nirawak DronTech Asia 2026 siap digelar di Bangkok, Thailand, pada 11 hingga 13 November 2026, dengan menghadirkan lebih dari 150 merek industri pesawat tanpa awak dunia.
Penyelenggaraan edisi ketiga ini bertempat di Hall 5 IMPACT Exhibition & Convention Center, Bangkok. Ajang tersebut mempertemukan lembaga pemerintah, organisasi pertahanan, operator komersial, pengembang teknologi, manufaktur, dan integrator sistem dari berbagai negara.
Selain memamerkan perangkat keras dan komponen, acara ini menyiapkan 15 sesi konferensi serta presentasi teknis yang melibatkan 30 pembicara ahli. Panitia juga menyematkan teknologi kecerdasan buatan untuk penerjemahan teks dan suara langsung guna mempermudah komunikasi delegasi internasional.

Ketua GML Exhibition (Thailand) Co. Manu Leopairote dijadwalkan memimpin upacara pembukaan bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintah Thailand dan perwakilan negara Asia. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan fungsi penting sistem nirawak dalam sektor pertahanan, keamanan, dan ekonomi digital.
"Bergabunglah bersama kami untuk memahami pentingnya teknologi nirawak yang terus berkembang di sektor pertahanan, keamanan, dan ekonomi digital Thailand," ujar Manu Leopairote.
Program konferensi internasional menghadirkan forum utama bertajuk World Drone Congress Bangkok Edition yang mendiskusikan peluang low-altitude economy. Forum lain membahas konvergensi ekosistem drone ASEAN dengan masukan dari Civil Aviation Authority of Thailand (CAAT), Digital Economy Promotion Agency (depa), dan Defence Technology Institute (DTI).
Pada sesi presentasi teknis, Amazon Web Services mengulas pemanfaatan komputasi awan dan automasi kecerdasan buatan untuk pertahanan serta agrikultur. Sesi teknis lain mencakup solusi mitigasi gangguan sinyal satelit dari INFOX Navigation Technology, pemetaan tiga dimensi dari CHC Navigation, hingga aplikasi cetak tiga dimensi industri oleh SiS Distribution.
Pameran ini menyediakan area demonstrasi langsung di dalam dan luar ruangan seluas puluhan meter persegi. Badan Promosi Ekonomi Digital Thailand menjadwalkan peragaan drone untuk operasi pencarian dan pertolongan, tanggap darurat bencana, pemadam kebakaran, dan logistik lapangan.
Demonstrasi taktis di dalam ruangan menampilkan zona operasi gabungan multi-domain yang mengintegrasikan pesawat nirawak dengan kendaraan darat tanpa awak (unmanned ground vehicles). Perusahaan robotika Systronics Co. Ltd. juga menjadwalkan unjuk kemampuan robot humanoid dan robot berkaki empat di arena interaktif.
DronTech Asia 2026 dibuka tanpa pungutan biaya masuk bagi pengunjung profesional melalui registrasi daring sebelum kegiatan dimulai pada 11 November 2026.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Kementerian Pertahanan Thailand bersama DTI turut mengisi sesi khusus mengenai sistem militer masa depan untuk membedah kebutuhan operasional pertahanan udara modern. Isu ini sejalan dengan dinamika kawasan ketika industri drone Asia Tenggara mulai berfokus pada integrasi taktis pertahanan dan pengawasan perbatasan.

Sejumlah produsen global maupun regional ikut memamerkan produk mereka, antara lain STM, CT UAV asal Vietnam, DJI Enterprise, Avilon Robotics, NORSITAL GROUP, Sky VIV, Thai Sky Vision, SDT Composites, T-MOTOR, Shenzhen Hobbywing Technology, dan iCreativesystems. Langkah modernisasi armada nirawak ini melengkapi pemanfaatan pesawat nirawak di Thailand yang sebelumnya telah diterapkan oleh lembaga pemerintah, termasuk drone pemantau kualitas air milik Royal Irrigation Department.