China Perketat Kontrol Ekspor Drone dan Komponen Mulai November 2026
Pemerintah China memperketat regulasi ekspor drone, mesin, autopilot, dan sistem komunikasi mulai 18 November 2026. Kebijakan ini mewajibkan verifikasi ketat pengguna akhir serta memperketat izin komponen berkinerja tinggi.
Kementerian Perdagangan Republik Rakyat China memperketat kontrol ekspor drone beserta komponen pendukungnya mulai 18 November 2026 guna menjaga keamanan nasional.
Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) menerbitkan aturan baru yang menyasar mesin, sistem kendali otomatis (autopilot), peralatan komunikasi radio, serta teknologi nirawak lainnya. Pengetatan ini diberlakukan terhadap unit wahana dengan spesifikasi teknis dan kemampuan jelajah tertentu.
Berdasarkan regulasi tersebut, pembatasan diterapkan pada drone yang mampu terbang di luar jarak pandang visual (beyond visual line of sight/BVLOS) secara terkendali antara 30 menit hingga tiga jam, dengan syarat sanggup lepas landas dan mempertahankan terbang stabil pada hembusan angin 46,3 kilometer per jam atau lebih. Kontrol ekspor juga menyasar drone dengan daya tahan terbang minimal tiga jam serta model yang memiliki jangkauan terbang 300 kilometer atau lebih.
Drone DJI FC100 dalam penerbangan uji coba. (Foto: DJI)
MOFCOM menyebutkan bahwa pembaruan kebijakan ini diperlukan untuk melindungi keamanan nasional, memenuhi kewajiban nonproliferasi internasional, serta menjaga stabilitas rantai produksi dan pasok global.
Selain unit drone utuh, pemerintah China memperketat ekspor komponen berkinerja tinggi. Komponen yang dibatasi meliputi autopilot rancangan khusus, mesin pesawat tertentu, peralatan komunikasi radio di dalam wahana, serta motor listrik nirikat (brushless).
Untuk motor listrik brushless, aturan menetapkan ambang batas teknis berupa voltase 48 volt atau lebih, daya keluaran 3 kilowatt atau lebih, rasio daya terhadap bobot minimal 3 kilowatt per kilogram, dan kecepatan putar hingga 3.000 rpm. Pengawasan juga diberlakukan untuk modul electronic speed controller yang sesuai serta bilah baling-baling komposit karbon tertentu.
Dalam pelaksanaan aturan ini, eksportir diwajibkan menyerahkan spesifikasi teknis barang, tujuan penggunaan, dan informasi mengenai pengguna akhir kepada otoritas kepabeanan. Petugas bea cukai berwenang menahan pengiriman untuk pemeriksaan apabila meragukan keabsahan data deklarasi.
Sanksi hukum akan dijatuhkan bagi pihak yang melakukan ekspor ilegal, menjual kembali produk tanpa izin, atau menggunakan barang di luar peruntukan yang dideklarasikan.
Rusia diperkirakan dapat memperoleh komponen tersebut melalui persetujuan resmi pemerintah China guna menopang ketergantungan manufaktur drone militernya. Sementara itu, Ukraina berpotensi menghadapi hambatan berupa keterlambatan pengiriman barang, pemeriksaan dokumen yang lebih ketat, dan kenaikan biaya karena tidak memiliki kedekatan hubungan serupa dengan Beijing.
Sejumlah produk dan suku cadang asal China selama ini tetap masuk ke Ukraina melalui pihak perantara di beberapa negara Eropa, seperti Polandia dan Republik Ceko.
Seluruh rangkaian ketentuan pembaruan kontrol ekspor perangkat drone dan komponen berteknologi tinggi ini mulai diberlakukan secara efektif pada 18 November 2026.
I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
Drone pertanian seri DJI Agras T30 yang dimodifikasi untuk membawa persenjataan. (Foto: Sumber Terbuka)
Kebijakan baru ini diprediksi berdampak pada pasokan komponen rakitan bagi industri drone dan perang modern yang melibatkan Ukraina dan Rusia. Langkah ini memperluas pengawasan perbatasan menyusul kebijakan China memperketat kontrol ekspor drone jarak jauh sebelumnya.