
NWSLogbook entry
China Perketat Kontrol Ekspor Drone Berdaya Terbang Tiga Jam
Kementerian Perdagangan China memperbarui aturan kontrol ekspor drone dengan daya jelajah tiga jam serta kapasitas tangki semprot di atas 80 liter.
Departures

NWSLogbook entry
Kementerian Perdagangan China memperbarui aturan kontrol ekspor drone dengan daya jelajah tiga jam serta kapasitas tangki semprot di atas 80 liter.
Pemerintah China memperbarui kebijakan kontrol ekspor untuk barang dwi-fungsi, termasuk pesawat tanpa awak atau drone berdaya tahan terbang tiga jam atau lebih. Kebijakan ini juga membatasi pengiriman drone dengan sistem penyemprot cairan berkapasitas besar ke luar negeri.
Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) mengumumkan bahwa aturan pengetatan ekspor tersebut resmi berlaku pada 18 November. Langkah ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap barang berisiko tinggi tanpa menghambat perdagangan sipil yang sah.
Selain menyasar drone berdaya jelajah tinggi, aturan baru ini mencakup drone berkemampuan khusus, suku cadang mesin, dan perangkat komunikasi. Pemerintah juga memasukkan kapal keruk serta mesin rekayasa canggih ke dalam daftar kontrol ekspor.
"Barang yang tercakup dalam kebijakan ini memiliki karakteristik dwi-fungsi yang jelas," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kontrol ekspor ini sesuai dengan praktik umum internasional. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keamanan nasional sekaligus memenuhi komitmen non-proliferasi senjata internasional.
Berdasarkan pengumuman resmi MOFCOM, kontrol ekspor berlaku untuk produk yang memenuhi ambang batas teknis tertentu. Sistem kendali terbang otomatis atau autopilot yang dirancang khusus untuk drone dilarang diekspor tanpa izin resmi.
Pemerintah membatasi drone dan kapal udara tanpa awak yang mampu terbang di luar batas pandang visual operator dengan daya tahan terbang tiga jam atau lebih. Regulasi ini juga menyasar drone yang membawa sistem penyemprot aerosol berkapasitas lebih dari 80 liter serta memiliki sistem kendali mandiri.
Drone dengan daya tahan terbang 30 menit hingga kurang dari tiga jam tetap masuk dalam pengawasan. Namun, produk yang mampu menahan hembusan angin 46,3 kilometer per jam ini mendapat fasilitas prosedur yang lebih ringkas lewat pelaporan dokumen sebelum pengapalan.
Pembatasan ekspor juga menyasar mesin dan perangkat pendukung, antara lain:
Pemimpin Redaksi majalah Aerospace Knowledge di Beijing Wang Yanan menyebutkan pemisahan kategori ini menunjukkan penyesuaian aturan terhadap kemajuan industri. Produk yang dulunya sensitif kini banyak dipakai untuk sektor komersial seperti pertanian dan inspeksi industri.
"Drone dengan daya tahan lebih lama, kapasitas muatan lebih besar, dan kemampuan operasi lebih tinggi dapat menimbulkan risiko lebih besar jika disalahgunakan dari tujuan sipil," kata Wang.
Peneliti senior Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation Zhou Mi menyatakan kontrol ekspor bukan berarti larangan total penjualan ke luar negeri. Pengawasan ketat ini bertujuan mencegah risiko tumpahan konflik internasional.
"Langkah ini merespons perubahan lingkungan keamanan dan perdagangan internasional agar prosedur ekspor lebih transparan dan efisien bagi produk yang patuh aturan," tutur Zhou.
Kementerian Perdagangan China menyatakan telah memberitahukan pembaruan aturan ini kepada negara mitra dagang melalui mekanisme dialog kontrol ekspor. Pemerintah China menegaskan permohonan izin ekspor yang memenuhi ketentuan legal akan tetap diproses dan disetujui.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Di panggung global, regulasi teknologi penerbangan tanpa awak terus menjadi perhatian banyak negara. Lanskap industri produsen drone global dapat dilihat dalam daftar perusahaan drone terbaik 2026. Sementara itu, dinamika industri aviasi di ibu kota China pernah dibahas lewat artikel larangan drone di Beijing dan paradoks ekonomi aviasi. Kebutuhan standarisasi keamanan ini sejalan dengan arah penataan wilayah udara sipil sebagaimana tercantum dalam panduan regulasi drone.