
ACTLogbook entry· 3 min read
Training Mapping Using Drone Untuk Kementerian Keuangan
Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan drone untuk pemetaan.
3 min read
Departures

ACTLogbook entry· 3 min read
Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan drone untuk pemetaan.
Pada bulan Januari yang lalu, saya diminta untuk melatih teman-teman di Kementerian Keuangan untuk belajar mengoperasikan drone, kegiatan ini dilakukan selama 2 hari di Bogor dan diikuti oleh 10 peserta.

Pelatihan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi saya sebagai instruktur.
Selama dua hari di Bogor, sepuluh peserta dari Kementerian Keuangan berkumpul dengan semangat belajar yang tinggi. Tujuan utama pelatihan ini adalah agar peserta mampu mengoperasikan drone jenis copter (DJI Phantom) untuk kebutuhan fotografi dan videografi, terutama dalam konteks dokumentasi dan pemetaan.
Hari pertama dimulai dengan sesi teori di kelas. Kami membahas dasar-dasar teknologi drone, mulai dari komponen utama, cara kerja, hingga regulasi penerbangan yang berlaku.
Diskusi berlangsung interaktif, banyak peserta yang bertanya tentang tantangan di lapangan dan bagaimana drone bisa membantu pekerjaan mereka. Saya juga menekankan pentingnya memahami angle, komposisi, dan timing dalam pengambilan gambar agar hasil dokumentasi benar-benar optimal.
Setelah teori, peserta diajak untuk praktik langsung. Di sinilah antusiasme mereka benar-benar terlihat.
Mulai dari merakit drone, melakukan kalibrasi, hingga menerbangkan drone di area terbuka. Beberapa peserta sempat gugup saat pertama kali memegang remote, namun dengan bimbingan dan latihan, mereka semakin percaya diri. Kami juga membahas cara troubleshooting jika terjadi kendala teknis di lapangan.
Mengapa penggunaan drone sangat penting dalam konteks ini? Drone memberikan keunggulan yang tidak bisa didapatkan dari metode konvensional. Dengan drone, dokumentasi dan pemetaan bisa dilakukan secara cepat, akurat, dan efisien.
Data visual yang dihasilkan sangat membantu dalam pengambilan keputusan, baik untuk perencanaan, monitoring, maupun pelaporan. Drone juga mampu menjangkau area yang sulit diakses, sehingga risiko bagi petugas di lapangan bisa diminimalisir.
Hari kedua diisi dengan praktik lanjutan dan simulasi misi pemetaan. Peserta diajak untuk merencanakan jalur terbang, menentukan titik pengambilan gambar, dan mengolah data hasil terbang menjadi peta digital. Di akhir pelatihan, kami melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas pengalaman belajar yang luar biasa.
Saya berharap pelatihan ini bisa menjadi awal transformasi digital di lingkungan Kementerian Keuangan, di mana teknologi drone menjadi bagian penting dalam mendukung tugas-tugas dokumentasi, pemetaan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan selama dua hari di Bogor:
Untuk memantapkan teori yang sudah didapat, maka peserta kita ajak untuk langsung ke Lapangan, untuk melakukan praktek langsung menerbangan drone.
Semoga pelatihan ini bisa membantu teman - teman di Kementerian Keuangan untuk mendapatkan hasil Dokumentasi baik foto maupun video yang baik ya.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.



