Training Pengoperasian Drone Untuk Pemetaan dan Monitoring Cadangan Karbon
Kegiatan training drone ini dilaksanakan selama tiga hari, dibuka pada hari selasa, 29 November 2019 dan ditutup pada hari Kamis, 31 November 2019. Adapun alur dari kegiatan training ini adalah sebagai berikut.
Kegiatan pelatihan dibuka Oleh Bapak Kepala Bappeda, sebelumnya juga ada sambutan dari Bapak Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera dan Bapak Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Bapak Kepala Bappeda menyampaikan urgensi pemanfaatan drone dalam mendukung pekerjaan saat ini. Beliau juga sebagai Penasihat FASIDA Provinsi Jambi, menyampaikan perkembangan dunia Aeromodelling.
Setelah pembukaan dari Kepala Bappeda, kegiatan training kemudian diambil alih oleh Saya, Liu Purnomo dan Om Yan Budiman selaku Instruktur kegiatan, mewakili CV. Galeri Angkasa Sejahtera.
Penyampaian Materi Oleh Liu Purnomo
Materi yang disampaikan meliputi ;
Penyampaian Tentang Regulasi Penerbangan Drone
Praktek ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah praktek untuk melakukan penerbangan drone biasa. Karena kondisi hujan, para peserta diarahkan untuk berlajar menggunakan simulator.
Peserta mencoba menerbangkan drone bersama - sama
Setelah peserta bisa menerbangkan drone dan melakukan manuver, peserta kemudian melakukan penerbangan drone untuk pemetaan.
Agar nantinya data yang diambil bisa di hitung cadangan karbonnya, maka harus ada parameter yang diperhatikan, seperti ketinggian, bentuk jalur misi, serta front overlap dan side overlap.
Hari ketiga, para peserta diberikan materi tentang cara mengolah data drone dan cara menghitung cadangan karbon. Mulai dari proses menyatukan foto sampai analisi seberapa banyak cadangan karbon.
Foto penutupan hari ketiga
Untuk materi perhitungan karbon disampaikan oleh Mas Muhamad Rizal dari IPB-FORESTS2020-UIKA, Point utama materi yang disampaikan adalah bahwa pemantauan cadangan karbon bisa dilakukan dengan drone dengan cara mengekstract data drone menjadi point cloud yang akan menjadi peubah Penduga dalam membangun model Penduga cadangan Karbon.
Konsep perhitungan cadangan karbon sesungguhnya tidak sulit. Hanya saja kita harus punya data yang benar agar dapat perkiraan cadangan karbon yang tepat.
Peserta mencoba hand landing drone
Agar karbon bisa dihitung, hal pertama yang harus dilakukan dalam prosesing data drone adalah dengan cara mengklasifikasi data hasil drone.
Data drone diolah menjadi data point clouds. Point clouds tersebut adalah dasar untuk dapat menghitung seberapa banyak pohon yang ada di area of interest kita, setelah itu, dengan algoritma tertentu, kita bisa mendapatkan data cadangan karbon hutan.
Sayangnya, pemetaan cadangan karbon menggunakan drone ini hanya bisa dilakukan untuk menghitung cadangan karbon hutan, tidak bisa dilakukan untuk perhitngan carbon pada tanah.
Karena perhitungan cadangan karbon dari data drone hanya bisa mengkalkulasi jumlah pohon, tinggi pohon dan canopy pohon.
Untuk mendapatkan data cadangan karbon dalam tanah, tetap harus melakukan pengeboran secara manual.