
NWSLogbook entry
TNI AU Gembleng Calon Penerbang Drone di Skadik 103 Tasikmalaya
TNI Angkatan Udara menempa calon penerbang pesawat tanpa awak di Skadron Pendidikan 103 Tasikmalaya guna mendukung penguatan skuadron operasional militer.
Departures

NWSLogbook entry
TNI Angkatan Udara menempa calon penerbang pesawat tanpa awak di Skadron Pendidikan 103 Tasikmalaya guna mendukung penguatan skuadron operasional militer.
TASIKMALAYA, Rabu (21/10/2026) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mendidik calon penerbang pesawat tanpa awak di Skadron Pendidikan 103, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendidikan ini bertujuan mencetak penerbang militer yang siap menjalankan misi operasional pertahanan udara.
Sebelum mendalami pengoperasian pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV), para siswa menempuh pendidikan dasar penerbangan selama tiga bulan di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta. Pada tahap tersebut, siswa mempelajari teori penerbangan di kelas, berlatih simulator, dan terbang langsung menggunakan pesawat latih Grob.
Setelah lulus pendidikan dasar di Yogyakarta, para calon penerbang melanjutkan pelatihan spesialisasi selama sembilan bulan di Skadron Pendidikan (Skadik) 103. Pelatihan di Tasikmalaya ini mencakup tiga tahapan utama, yakni pembelajaran teori, latihan simulator, dan praktik terbang UAV.
Komandan Skadik 103 Letkol Pnb (N) Galih Kusumayuda menjelaskan, satuan pendidikan ini dibentuk pada Agustus 2023 di bawah naungan Wing Pendidikan 100/Terbang yang berpusat di Yogyakarta. Satuan ini diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara saat itu, Marsekal (Purn) Fadjar Prasetyo.
"Tujuannya untuk memberikan pelatihan bagi penerbang pesawat tanpa awak di lingkungan TNI AU, sekaligus untuk sekolah instruktur penerbang bagi UAV," kata Galih di Skadik 103, Tasikmalaya.
Galih memaparkan bahwa pelatihan terbang dimulai dengan pengoperasian pesawat kendali jarak jauh model ARCI sebagai fondasi awal. Setelah menguasai tahap dasar tersebut, siswa beralih menerbangkan UAV Kelas 1 seperti jenis Skywalker.
"Setelah lulus dari UAV Kelas 1, mereka akan melanjutkan ke pelatihan lanjutan menggunakan UAV Kelas 2," ujar Galih.
Selain melatih keterampilan kemudi, Skadik 103 membekali siswa dengan skenario misi penerbangan langsung. Hal ini sejalan dengan tuntutan drone dan perang modern yang menuntut keahlian taktis di ruang udara.
"Oleh karena itu, kami menyelenggarakan pendidikan pelatihan misi. Di sini, kami membekali para siswa keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi yang akan mereka emban di medan operasi," ucap Galih.
Kurikulum Skadik 103 terus diperbarui untuk menyesuaikan kemajuan teknologi aviasi serta dinamika tempur. Saat diaktifkan kembali pada 2023, satuan ini menerapkan kurikulum awal yang kemudian direvisi pada 2024 guna memperkuat pengoperasian UAV taktis Kelas 1.
Lulusan Skadik 103 nantinya ditempatkan di satuan operasional UAV TNI AU, meliputi Skadron 51, Skadron 52, dan Skadron 54. Ketiga skadron operasional tersebut baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026.
Kualifikasi ketat ini membedakan kriteria penerbang militer dari standar sipil, sebagaimana tertuang dalam kajian perbedaan pilot drone dan remote pilot menurut regulasi. Keberadaan satuan ini juga memperkuat pengawasan wilayah kedaulatan, seiring penegakan aturan UU pengelolaan ruang udara taring baru TNI AU.
Siswa Skadik 103 Letda Adm Aditrio Kusumariza menuturkan, proses seleksi pelatihan mencakup pemeriksaan kesehatan, evaluasi psikologi, serta uji bakat. Menurut dia, tantangan terbesar penerbang tanpa awak terletak pada ketergantungan penuh terhadap instrumen sistem kendali.
"Tantangan bagi saya adalah tidak bisa melihat pesawat secara fisik, kami hanya memantau sistem. Seseorang harus percaya penuh pada sistem, 100 persen percaya," tutur Aditrio yang akrab disapa Suma.
Suma dijadwalkan merampungkan pendidikan di Skadik 103 pada 26-27 Oktober 2026. Setelah menyelesaikan fase di Tasikmalaya, para siswa yang memenuhi standar kelulusan akan kembali ke Yogyakarta untuk menjalani tahapan lanjutan sebelum menerima surat penempatan tugas resmi.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.