Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 22 OCTNWSKartel Narkoba Rekrut Veteran Drone Tempur Perang UkrainaOn time
  2. 21 OCTNWSPasar Drone Militer AS Catat Transaksi 800 Juta Dollar ASOn time
  3. 21 OCTNWSDroneAid Kembangkan DRONOLAW Sistem Pelindung Kendaraan dari FPVOn time
  4. 21 OCTNWSDrone TRV-150 Tembak Jatuh Drone Serang dalam Uji Coba di FloridaOn time
  5. 21 OCTNWSPrancis Selidiki Penerbangan Drone Liar di Pangkalan Militer ToulonOn time
All departures
TNI AU Gembleng Calon Penerbang Drone di Skadik 103 Tasikmalaya

NWSLogbook entry

TNI AU Gembleng Calon Penerbang Drone di Skadik 103 Tasikmalaya

TNI Angkatan Udara menempa calon penerbang pesawat tanpa awak di Skadron Pendidikan 103 Tasikmalaya guna mendukung penguatan skuadron operasional militer.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 22 Oktober 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Frequencies

  • #TNI AU
  • #Skadik 103
  • #Pilot Drone
  • #Drone Militer
  • #pesawat tanpa awak
  • #Tasikmalaya

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

TASIKMALAYA, Rabu (21/10/2026) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mendidik calon penerbang pesawat tanpa awak di Skadron Pendidikan 103, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendidikan ini bertujuan mencetak penerbang militer yang siap menjalankan misi operasional pertahanan udara.

Sebelum mendalami pengoperasian pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV), para siswa menempuh pendidikan dasar penerbangan selama tiga bulan di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta. Pada tahap tersebut, siswa mempelajari teori penerbangan di kelas, berlatih simulator, dan terbang langsung menggunakan pesawat latih Grob.

Setelah lulus pendidikan dasar di Yogyakarta, para calon penerbang melanjutkan pelatihan spesialisasi selama sembilan bulan di Skadron Pendidikan (Skadik) 103. Pelatihan di Tasikmalaya ini mencakup tiga tahapan utama, yakni pembelajaran teori, latihan simulator, dan praktik terbang UAV.

Tahapan Latihan Bertingkat

Komandan Skadik 103 Letkol Pnb (N) Galih Kusumayuda menjelaskan, satuan pendidikan ini dibentuk pada Agustus 2023 di bawah naungan Wing Pendidikan 100/Terbang yang berpusat di Yogyakarta. Satuan ini diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara saat itu, Marsekal (Purn) Fadjar Prasetyo.

Pasar Drone Militer AS Catat Transaksi 800 Juta Dollar AS

Baca juga

Pasar Drone Militer AS Catat Transaksi 800 Juta Dollar AS

News

"Tujuannya untuk memberikan pelatihan bagi penerbang pesawat tanpa awak di lingkungan TNI AU, sekaligus untuk sekolah instruktur penerbang bagi UAV," kata Galih di Skadik 103, Tasikmalaya.

Galih memaparkan bahwa pelatihan terbang dimulai dengan pengoperasian pesawat kendali jarak jauh model ARCI sebagai fondasi awal. Setelah menguasai tahap dasar tersebut, siswa beralih menerbangkan UAV Kelas 1 seperti jenis Skywalker.

"Setelah lulus dari UAV Kelas 1, mereka akan melanjutkan ke pelatihan lanjutan menggunakan UAV Kelas 2," ujar Galih.

Selain melatih keterampilan kemudi, Skadik 103 membekali siswa dengan skenario misi penerbangan langsung. Hal ini sejalan dengan tuntutan drone dan perang modern yang menuntut keahlian taktis di ruang udara.

Sponsored

"Oleh karena itu, kami menyelenggarakan pendidikan pelatihan misi. Di sini, kami membekali para siswa keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi yang akan mereka emban di medan operasi," ucap Galih.

Kurikulum dan Penugasan Operasional

Kurikulum Skadik 103 terus diperbarui untuk menyesuaikan kemajuan teknologi aviasi serta dinamika tempur. Saat diaktifkan kembali pada 2023, satuan ini menerapkan kurikulum awal yang kemudian direvisi pada 2024 guna memperkuat pengoperasian UAV taktis Kelas 1.

Lulusan Skadik 103 nantinya ditempatkan di satuan operasional UAV TNI AU, meliputi Skadron 51, Skadron 52, dan Skadron 54. Ketiga skadron operasional tersebut baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026.

Kualifikasi ketat ini membedakan kriteria penerbang militer dari standar sipil, sebagaimana tertuang dalam kajian perbedaan pilot drone dan remote pilot menurut regulasi. Keberadaan satuan ini juga memperkuat pengawasan wilayah kedaulatan, seiring penegakan aturan UU pengelolaan ruang udara taring baru TNI AU.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Siswa Skadik 103 Letda Adm Aditrio Kusumariza menuturkan, proses seleksi pelatihan mencakup pemeriksaan kesehatan, evaluasi psikologi, serta uji bakat. Menurut dia, tantangan terbesar penerbang tanpa awak terletak pada ketergantungan penuh terhadap instrumen sistem kendali.

"Tantangan bagi saya adalah tidak bisa melihat pesawat secara fisik, kami hanya memantau sistem. Seseorang harus percaya penuh pada sistem, 100 persen percaya," tutur Aditrio yang akrab disapa Suma.

Suma dijadwalkan merampungkan pendidikan di Skadik 103 pada 26-27 Oktober 2026. Setelah menyelesaikan fase di Tasikmalaya, para siswa yang memenuhi standar kelulusan akan kembali ke Yogyakarta untuk menjalani tahapan lanjutan sebelum menerima surat penempatan tugas resmi.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS21 Oct 2026Pasar Drone Militer AS Catat Transaksi 800 Juta Dollar ASAngkatan Darat Amerika Serikat mencatat transaksi bursa pengadaan drone melampaui 800 juta dollar AS dengan ekspansi ke sistem darat, laut, dan anti-drone.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS21 Oct 2026Drone TRV-150 Tembak Jatuh Drone Serang dalam Uji Coba di FloridaDrone TRV-150 BAE Systems berhasil mencegat sejumlah drone serang menggunakan roket APKWS dalam latihan militer di Florida.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS20 Oct 2026Pengadaan Drone Militer Afrika Melonjak, Efektivitas Tempur DiujiPengadaan pesawat tanpa awak militer Afrika melonjak drastis hingga 1.054 unit, namun penggunaannya belum mampu menekan ancaman kelompok bersenjata non-negara.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS18 Oct 2026BAE Systems Luncurkan Senjata Gelombang Mikro Pelumpuh Kawanan DroneBAE Systems memperkenalkan senjata gelombang mikro daya tinggi yang mampu melumpuhkan sirkuit elektronik kawanan drone tanpa memerlukan rudal anti-pesawat berbiaya mahal.Via #Drone MiliterDuration--Boarding
  1. WPT 01Tahapan Latihan Bertingkat
  2. WPT 02Kurikulum dan Penugasan Operasional

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 22 OCTNWSKartel Narkoba Rekrut Veteran Drone Tempur Perang UkrainaOn time
  2. 21 OCTNWSPasar Drone Militer AS Catat Transaksi 800 Juta Dollar ASOn time
  3. 21 OCTNWSDroneAid Kembangkan DRONOLAW Sistem Pelindung Kendaraan dari FPVOn time
  4. 21 OCTNWSDrone TRV-150 Tembak Jatuh Drone Serang dalam Uji Coba di FloridaOn time
  5. 21 OCTNWSPrancis Selidiki Penerbangan Drone Liar di Pangkalan Militer ToulonOn time
All departures