TKDN Drone Pertanian Lokal Capai 66 Persen, Komponen Inti Masih Impor
Tingkat komponen dalam negeri drone pertanian Frogs Indonesia menembus 66 persen, tetapi pasokan baterai, motor listrik, dan baling-baling masih bergantung pada impor.
JAKARTA, Kamis (29/10/2026) — Tingkat komponen dalam negeri drone pertanian buatan produsen lokal Frogs Indonesia mencapai sekitar 66 persen. Namun, industri pesawat nirawak nasional masih menghadapi ketergantungan impor untuk sejumlah komponen penggerak utama di tengah ketatnya persaingan harga pasar.
Capaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tersebut melampaui ketentuan minimal 40 persen yang ditetapkan pemerintah untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada 2026. Meski demikian, keterbatasan rantai pasok komponen dalam negeri dan penurunan daya serap pasar masih menjadi kendala bagi produsen lokal untuk menaikkan skala produksi.
Chief Executive Officer (CEO) Frogs Indonesia Adhitya Chandra menjelaskan, sertifikasi TKDN ditempuh guna memperkuat daya saing produk dalam negeri. Langkah ini diperlukan agar produk lokal mampu bersaing dengan gempuran drone impor yang menawarkan harga lebih murah, terutama dari China.
Unit drone pertanian buatan Frogs Indonesia dipamerkan di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Adhitya mengungkapkan, sertifikasi kandungan lokal belum sepenuhnya membebaskan produsen dari rantai pasok luar negeri. Beberapa komponen utama, seperti baterai drone, motor listrik arus searah tanpa sikat (brushless DC motor), dan baling-baling drone, masih harus didatangkan dari luar negeri.
"Kami melihat untuk bisa bersaing di pasar Indonesia harus memiliki sertifikasi TKDN, sehingga beberapa drone kami lengkapi dengan sertifikasi TKDN," kata Adhitya saat ditemui pada pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta.
Ketergantungan pada komponen impor tersebut berdampak langsung pada penentuan harga jual di pasar komersial. Pada saat yang sama, penjualan perusahaan pada 2026 merosot hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan perkiraan realisasi sekitar 130 unit sepanjang tahun.
"Suatu industri itu akan berjalan dengan baik jika pasarnya ada. Kalau pasarnya itu tidak ada, ya kami tidak akan bisa mencetak volume yang banyak," ujar Adhitya.
Di luar tantangan pasar komersial, potensi kebutuhan pesawat nirawak nasional dinilai tetap terbuka. Kebutuhan unit untuk mendukung program cetak sawah nasional diperkirakan menembus lebih dari 7.000 unit, baik untuk pemetaan maupun aplikasi penyemprotan lahan secara presisi.
Frogs Indonesia sebelumnya memasok unit drone lewat distributor untuk kebutuhan pengadaan Kementerian Pertanian. Penjualan pengadaan instansi tersebut tercatat 50 unit pada tahun pertama, 250 unit pada tahun berikutnya, dan 100 unit pada 2026 dengan nilai investasi lebih dari Rp 20 miliar.
"Kami melihat potensi drone ini sangat luas sampai mungkin 10 hingga 30 tahun ke depan. Karena itu kami membangun perusahaan dari riset untuk menjawab masalah yang ada," tutur Adhitya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan, penguatan industri komponen lokal menjadi pilar utama dalam peta jalan manufaktur nasional. Regulasi merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang diperbarui lewat Perpres Nomor 79 Tahun 2023 serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2022.
Berdasarkan data Kemenperin, populasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia menembus 541 ribu unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut mencakup kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat, kendaraan komersial, hingga unit kendaraan khusus.
"Peningkatan target ini sebenarnya mencerminkan tahapan pengembangan industri yang semakin dalam. Kita bergerak dari pengembangan pasar dan penarikan investasi menuju peningkatan penggunaan baterai dan modul yang diproduksi di dalam negeri, hingga penguatan kemampuan produksi komponen utama termasuk sel baterai di Indonesia," ucap Setia.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebutkan, pembangunan ekosistem industri berbasis baterai memerlukan kepastian insentif jangka menengah, stasiun pengisian kendaraan listrik umum, industri daur ulang baterai, serta pendanaan campuran di luar APBN.
Pemerintah menargetkan ambang batas TKDN naik bertahap menjadi 60 persen pada periode 2027-2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030.
I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
Frogs Indonesia memproduksi drone untuk pemetaan lahan, pengawasan, pengangkutan barang, hingga penyemprotan pupuk dan pestisida. Perusahaan ini juga telah mengembangkan sistem kendali terbang atau flight controller secara mandiri untuk memperkuat porsi rekayasa teknologi lokal.