
NWSLogbook entry
Petani Kalsel Dilatih Operasikan Drone Pertanian di Banjar
BPSPTPH Kalimantan Selatan menggelar Sekolah Lapang Pelatihan Praktis Alsintan untuk melatih petani mengoperasikan drone pertanian di Kabupaten Banjar.
Departures

NWSLogbook entry
BPSPTPH Kalimantan Selatan menggelar Sekolah Lapang Pelatihan Praktis Alsintan untuk melatih petani mengoperasikan drone pertanian di Kabupaten Banjar.
BANJAR, Kamis (29/10/2026). Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sekolah Lapang Pelatihan Praktis Alat dan Mesin Pertanian di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Pelatihan tersebut difokuskan pada praktik pengoperasian drone pertanian. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
Modernisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di lapangan. Selain itu, pemanfaatan alat modern ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan di tengah lambatnya penambahan tenaga kerja muda.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman menuturkan, sebagian besar petani saat ini telah berusia lanjut. Penerapan mekanisasi dipandang krusial agar pengelolaan hamparan persawahan tetap optimal.
"Petani kita sudah banyak yang berumur, sementara petani milenial masih lambat bertambah. Karena itu, kita harus beralih ke teknologi. Tidak mungkin mengandalkan tenaga manusia saja untuk mengelola lahan yang luas," ujar Syamsir.

Ia menegaskan, pelatihan pengoperasian drone harus diikuti praktik secara berkelanjutan. Menurut dia, pengenalan alat tidak cukup dilakukan satu kali agar keterampilan teknis dapat diterapkan secara konsisten.
Syamsir juga meminta kelompok tani memanfaatkan seluruh bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah secara optimal. Selain wahana terbang nirawak, bantuan pemerintah pusat mencakup mesin combine harvester dan pompa air untuk mendongkrak produktivitas panen.
Kepala Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Kalsel Wahdah menyampaikan, sekolah lapang ini menjadi sarana pelatihan teknis, khususnya bagi Brigade Pangan. Mereka dipersiapkan untuk menguasai pengoperasian drone di area pertanian.
"Teknologi ini dapat digunakan untuk pemetaan lahan, penyemprotan, hingga pemetaan titik penanaman benih," kata Wahdah.
Wahdah menjelaskan, sekolah lapang alsintan tahun 2026 dilaksanakan di tiga kabupaten, yaitu Tanah Laut, Barito Kuala, dan Banjar. Keterbatasan alokasi anggaran membuat kegiatan pelatihan praktis belum dapat menjangkau seluruh daerah di wilayah Kalimantan Selatan.
"Kami berharap ke depan kegiatan sekolah lapang ini bisa dilaksanakan di lebih banyak kabupaten. Dukungan anggaran sangat diperlukan agar semakin banyak petani mendapatkan pelatihan dan mampu menguasai teknologi pertanian," tutur Wahdah.
Program pelatihan ini diproyeksikan terus diperluas demi mempercepat transformasi kerja di sektor pangan daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menopang target ketahanan pangan secara berkesinambungan.
"Perluasan pelatihan dan pemanfaatan alsintan diharapkan dapat mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendukung ketahanan pangan daerah," ucap Wahdah.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.

Pemanfaatan teknologi nirawak ini melengkapi adopsi armada drone pertanian di Indonesia. Pendekatan serupa diterapkan dalam kegiatan penyemprotan padi memakai drone yang sekaligus menjadi bukti konkret manfaat drone di berbagai bidang kerja.
