
NWSLogbook entry
Tim Gabungan Terjunkan Enam Drone Sisir Karhutla di Teweh Selatan
Tim gabungan mengerahkan enam unit drone untuk memantau titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.
Departures

NWSLogbook entry
Tim gabungan mengerahkan enam unit drone untuk memantau titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.
TEWEH SELATAN, Kamis (29/10/2026) - Tim gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan menerjunkan enam unit drone untuk menyisir kawasan rawan bencana di wilayah Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Patroli udara serentak tersebut menyasar medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemantauan difokuskan pada enam titik rawan serta area bekas kebakaran di Desa Trahean, Desa Bintang Ninggi 1, Desa Bintang Ninggi 2, dan Desa Trinsing.
Berdasarkan pantauan visual udara, seluruh titik api pada lahan bekas terbakar dipastikan padam total. Petugas di lapangan tidak menemukan sisa bara yang berpotensi memicu kemunculan titik panas baru.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara yang juga menjabat Sekretaris Komisi II Ardianto mengapresiasi kesiapsiagaan tim gabungan di lapangan. Ia menilai pemanfaatan teknologi nirawak sangat penting untuk menghasilkan data visual secara cepat dan tepat.
"Berdasarkan hasil pemantauan udara hari ini, alhamdulillah daerah bekas titik kebakaran dipastikan sudah aman dan padam total. Ini adalah bukti nyata kerja keras dan kolaborasi solid dari seluruh tim gabungan di lapangan," kata Ardianto saat memantau patroli.
Ardianto menambahkan bahwa pencegahan harus terus diperkuat agar kabut asap tidak mengganggu perekonomian warga. "Kita sangat berharap tidak ada lagi kemunculan titik api baru, khususnya di wilayah Kecamatan Teweh Selatan ini. Mari kita jaga bersama lingkungan sekitar agar terbebas dari bahaya kabut asap," ucap Ardianto.
Operasi pencegahan ini melibatkan personel gabungan dari Polda Kalteng, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), dan Dinas Komunikasi dan Informatika Barito Utara. Unsur Masyarakat Peduli Api Trahean serta pihak swasta dari PT BIMA turut memperkuat patroli tersebut.
Pemanfaatan armada nirawak untuk pemantauan titik api serupa sebelumnya juga diterapkan ketika Polda Kalteng kerahkan 16 drone untuk awasi karhutla di berbagai wilayah rawan gambut. Efektivitas teknologi pesawat tanpa awak ini menjadi bagian dari pengembangan sistem fire monitoring drone solusi nyata karhutla di Indonesia.
Tim gabungan menjadwalkan patroli udara secara berkala untuk mendeteksi potensi titik api sedini mungkin. Warga dan perangkat desa setempat diminta tetap bersiaga menghadapi potensi perubahan cuaca kemarau yang ekstrem.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.