HomeBlogTutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Table of Contents

Tulisan Terbaru

Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot

Drone

Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub

Drone

Panduan Fitur Interaksi Blog Ini

Tutorial

Panduan Pengaturan Profil dan Dashboard Pengguna Blog

Tutorial

Mengenal Struktur Homepage Blog dan Navigasi Bertema Aviasi

Tutorial
Radioplane OQ-2: Drone Pertama yang Diproduksi Massal dan Marilyn Monroe

DRNLogbook entry

Radioplane OQ-2: Drone Pertama yang Diproduksi Massal dan Marilyn Monroe

Radioplane OQ-2 adalah drone pertama yang diproduksi massal dengan lebih dari 15.000 unit. Di pabrik pembuatannya, seorang fotografer militer menemukan gadis bernama Norma Jeane - yang kelak dikenal dunia sebagai Marilyn Monroe

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 23 November 2025
Drone
709 views0 comments

Sponsored

Sponsored

Liu PurnomoLiu PurnomoBlog

Jelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

Tentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Bio Links
  • Traktir Author

Others

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Ikuti Saya

  • Github
  • LinkedIn
  • Instagram
  • YouTube
  • X

Hak Cipta © 2026 Liu Purnomo. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
0
0

Tahun 1944. Perang Dunia II sedang berkecamuk. Di sebuah pabrik di California, ribuan wanita bekerja merakit pesawat tanpa awak untuk militer Amerika. Salah satu dari mereka adalah gadis berusia 18 tahun bernama Norma Jeane Dougherty.

Suatu hari, seorang fotografer militer datang untuk mendokumentasikan kontribusi pekerja wanita dalam industri perang. Kameranya berhenti pada Norma Jeane. Foto itu mengubah hidupnya - dan sejarah Hollywood selamanya.

Tapi cerita ini bukan tentang Marilyn Monroe.

Cerita ini tentang benda yang sedang dirakit gadis itu: Radioplane OQ-2 - drone pertama di dunia yang diproduksi secara massal.

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Baca juga

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Drone · 18 menit baca

Awal Mula: Seorang Aktor Hollywood dan Mimpinya

Sebelum ada DJI , sebelum ada istilah "drone", ada seorang pria bernama Reginald Denny.

Denny bukan insinyur. Ia adalah aktor film bisu Hollywood yang populer di era 1920-an. Namun di balik karirnya yang glamor, Denny punya obsesi: pesawat model bertenaga radio.

Pada 1934, Denny membuka toko hobi bernama Reginald Denny Hobby Shops di Hollywood Boulevard. Di sana ia menjual pesawat model dan mulai bereksperimen dengan kendali radio - teknologi yang saat itu masih sangat primitif.

Denny percaya bahwa pesawat tanpa awak punya masa depan. Bukan sebagai mainan, tapi sebagai alat militer.

Sponsored

Ia tidak salah.

Dari Hobi Menjadi Senjata Perang

Ketika Perang Dunia II meletus, militer Amerika menghadapi masalah serius: bagaimana melatih penembak anti-pesawat tanpa mempertaruhkan nyawa pilot ?

Jawabannya datang dari toko hobi Reginald Denny.

Denny dan timnya mengembangkan pesawat tanpa awak yang bisa diterbangkan via remote control, lalu ditembak jatuh oleh penembak yang sedang berlatih. Konsepnya sederhana tapi revolusioner.

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Baca juga

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Drone · 3 menit baca

Pada 1939, Radioplane Company - perusahaan yang didirikan Denny - mempresentasikan prototipe mereka kepada Angkatan Darat AS. Militer tertarik.

Hasilnya adalah Radioplane OQ-2: drone target pertama yang diproduksi secara massal dalam sejarah penerbangan.

Spesifikasi Radioplane OQ-2

Untuk ukuran zamannya, OQ-2 adalah mesin yang mengesankan:

Drone ini diluncurkan menggunakan katapel dan dikendalikan dari darat menggunakan sinyal radio. Setelah sesi latihan selesai - atau jika tidak ditembak jatuh - OQ-2 akan mendarat menggunakan parasut untuk digunakan kembali.

Sponsored

Desainnya simpel, murah, dan bisa diproduksi dalam jumlah besar.

15.000 Unit: Angka yang Mengubah Sejarah

Antara tahun 1940 hingga 1945, Radioplane Company memproduksi lebih dari 15.000 unit OQ-2 dan variannya.

Angka ini menjadikan OQ-2 sebagai drone pertama yang diproduksi secara massal dalam sejarah dunia.

Untuk konteks: pada era yang sama, teknologi "canggih" seperti radar dan komputer analog masih sangat terbatas. Tapi di pabrik Radioplane di Van Nuys, California, drone sudah keluar dari jalur produksi seperti mobil di pabrik Ford.

Jenis-Jenis Drone: Panduan Lengkap Klasifikasi dan Kategori UAV 2025

Baca juga

Jenis-Jenis Drone: Panduan Lengkap Klasifikasi dan Kategori UAV 2025

Drone · 15 menit baca

Setiap unit OQ-2 berharga sekitar $600 - setara dengan sekitar $10.000 dalam nilai mata uang 2024. Jauh lebih murah dibanding pesawat sungguhan, dan yang terpenting: tidak ada pilot yang mati saat latihan.

Norma Jeane dan Foto yang Mengubah Segalanya

Kembali ke tahun 1944.

Perang membutuhkan tenaga kerja. Dengan jutaan pria bertempur di luar negeri, wanita Amerika mengisi kekosongan di pabrik-pabrik. Salah satunya adalah Norma Jeane Dougherty, istri muda seorang pelaut yang sedang bertugas.

Norma Jeane bekerja di pabrik Radioplane. Tugasnya: memeriksa parasut dan menyemprotkan cairan pelindung pada badan pesawat. Pekerjaan yang membosankan, berdebu, dan berbau bahan kimia.

Sponsored

Pada Juni 1945, fotografer militer David Conover datang ke pabrik. Ia ditugaskan untuk mengambil foto propaganda - menunjukkan wanita Amerika yang mendukung upaya perang.

Conover melihat Norma Jeane dan langsung terpukau. Bukan karena ia sedang mencari bintang film, tapi karena gadis itu fotogenik secara luar biasa.

"Kamu seharusnya jadi model," kata Conover.

Foto-foto itu dikirim ke majalah Yank dan Stars and Stripes. Norma Jeane mulai dikenal. Ia kemudian berganti nama, mengecat rambutnya menjadi pirang, dan menandatangani kontrak dengan studio film.

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Baca juga

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Drone · 3 menit baca

Norma Jeane Dougherty menjadi Marilyn Monroe.

Dan semuanya dimulai di pabrik drone.

Ironi Sejarah yang Indah

Ada ironi yang menarik dalam kisah ini.

Radioplane OQ-2 dirancang untuk tidak dilihat. Fungsinya adalah menjadi target - ditembak, dihancurkan, dilupakan. Sebuah alat sekali pakai dalam mesin perang.

Sponsored

Tapi di pabrik yang sama, seorang gadis yang "tidak terlihat" - pekerja pabrik biasa di antara ribuan lainnya - justru ditemukan dan menjadi salah satu wajah paling ikonik abad ke-20.

Drone itu membawa kematian simbolis (sebagai target latihan). Tapi dari pabriknya lahir salah satu simbol kecantikan dan pesona paling abadi dalam sejarah budaya populer.

Warisan OQ-2: Nenek Moyang Drone Modern

Radioplane OQ-2 mungkin bukan drone dalam pengertian modern. Ia tidak punya kamera. Tidak bisa hover. Tidak dikendalikan via smartphone.

Tapi OQ-2 membuktikan sesuatu yang fundamental: pesawat tanpa awak bisa diproduksi massal dan punya nilai strategis.

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Baca juga

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Drone

Pelajaran ini tidak hilang.

Setelah Perang Dunia II, militer di seluruh dunia terus mengembangkan drone. Target drone berkembang menjadi drone pengintai. Drone pengintai berkembang menjadi drone bersenjata. Dan akhirnya, teknologi itu turun ke konsumen.

Garis lurus bisa ditarik dari Radioplane OQ-2 di tahun 1940-an hingga DJI Mavic yang mungkin ada di tas Anda hari ini.

Reginald Denny - aktor Hollywood yang terobsesi dengan pesawat model - adalah kakek buyut dari industri drone bernilai miliaran dolar.

Sponsored

Kesimpulan

Radioplane OQ-2 adalah bukti bahwa inovasi sering datang dari tempat tak terduga.

Sebuah aktor film bisu bermimpi tentang pesawat tanpa awak. Mimpinya menjadi kenyataan di tengah perang paling brutal dalam sejarah manusia. Dan di pabrik tempat mimpi itu diproduksi, seorang gadis biasa ditemukan dan menjadi legenda.

Drone, perang, dan Hollywood - terhubung dalam satu cerita yang aneh dan indah.

Lain kali Anda melihat drone terbang, ingatlah: teknologi itu punya sejarah. Dan sejarah itu dimulai dengan seorang aktor, sebuah toko hobi, dan gadis bernama Norma Jeane yang bekerja di jalur produksi.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Referensi

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Author profile picture

Liu Purnomo

@liupurnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Related Posts

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia

Pelajari aturan drone di Indonesia, syarat sertifikasi remote pilot RPC, pendaftaran wahana di Sidopi Go, dan tata cara mengurus izin terbang resmi.

sekitar 2 tahun yang lalu·
10296
0
0
Panduan Lengkap Regulasi dan Aturan Drone di Indonesia
Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru

Panduan lengkap cara download citra satelit resolusi tinggi gratis dari Google Maps dan sumber lain menggunakan Universal Map Downloader. Cocok untuk pemetaan drone dan GIS.

lebih dari 4 tahun yang lalu·
6628
0
0
Cara Download Citra Satelit Resolusi Tinggi Gratis dan Terbaru
Jenis-Jenis Drone: Panduan Lengkap Klasifikasi dan Kategori UAV 2025
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Jenis-Jenis Drone: Panduan Lengkap Klasifikasi dan Kategori UAV 2025

Mengenal 6 klasifikasi utama drone: bobot (di bawah 250g, 250g-25kg, lebih dari 25kg), aerodinamis (fixed wing, rotary wing, flapping wing), takeoff/landing, range, altitude & endurance, dan aplikasi sesuai regulasi Indonesia.

lebih dari 8 tahun yang lalu·
6425
0
0
Jenis-Jenis Drone: Panduan Lengkap Klasifikasi dan Kategori UAV 2025
Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone

Langkah-langkah praktis mengolah data drone di Agisoft Metashape, cocok untuk pemula hingga mahir.

lebih dari 5 tahun yang lalu·
5710
0
0
Tutorial Agisoft - Cara Mengolah Data Drone
UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia
Liu Purnomo
Liu PurnomoinDrone

UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Pemerintah mengesahkan UU No. 21 Tahun 2025 untuk menata ruang udara nasional, batas vertikal 110 kilometer, hingga aturan wahana udara.

8 bulan yang lalu·
5679
0
0
UU No. 21 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Udara Indonesia

Table of Contents

  • Awal Mula: Seorang Aktor Hollywood dan Mimpinya
  • Dari Hobi Menjadi Senjata Perang
  • Spesifikasi Radioplane OQ-2
  • 15.000 Unit: Angka yang Mengubah Sejarah
  • Norma Jeane dan Foto yang Mengubah Segalanya
  • Ironi Sejarah yang Indah
  • Warisan OQ-2: Nenek Moyang Drone Modern
  • Kesimpulan
  • Referensi

Sponsored

Tulisan Terbaru

  • Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot
    Drone
  • Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub
    Drone
  • Panduan Fitur Interaksi Blog Ini
    Tutorial
  • Panduan Pengaturan Profil dan Dashboard Pengguna Blog
    Tutorial
  • Mengenal Struktur Homepage Blog dan Navigasi Bertema Aviasi
    Tutorial
RQ-4, OQ-2, OQ-3, OQ-7, OQ-13, OQ-14, and TDD
RQ-4, OQ-2, OQ-3, OQ-7, OQ-13, OQ-14, and TDD
SpesifikasiDetail
Panjang2,7 meter (8 kaki 9 inci)
Lebar sayap3,7 meter (12 kaki 3 inci)
Berat47,6 kg (105 pon)
MesinO-15 dua silinder, 6 HP
Kecepatan maksimum140 km/jam (85 mph)
Ketinggian operasihingga 2.400 meter (8.000 kaki)
Durasi terbangsekitar 1 jam
  1. Keane, J.F., & Carr, S.S. (2013). A Brief History of Early Unmanned Aircraft. Johns Hopkins APL Technical Digest.
  2. Zaloga, S.J. (2008). Unmanned Aerial Vehicles: Robotic Air Warfare 1917-2007. Osprey Publishing.
  3. National Museum of the United States Air Force. "Radioplane OQ-2A." Dayton, Ohio.
  4. Banner, L. (2012). Marilyn: The Passion and the Paradox. Bloomsbury Publishing.
  5. Spoto, D. (1993). Marilyn Monroe: The Biography. HarperCollins.