Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 26 OCTEDTPencitraan SWIR untuk Inspeksi dan Pemetaan ModernOn time
  2. 26 OCTNWSPeneliti Kembangkan Indeks Spektral Tanpa SWIR untuk Pemetaan MangroveOn time
  3. 26 OCTNWSUkraina Kembangkan Drone Relai Pemancar SinyalOn time
  4. 26 OCTNWSNigeria Berencana Beli 12 Drone Tempur Aksungur Asal TurkiOn time
  5. 26 OCTNWSPeneliti Kembangkan Alat Deteksi Drone Murah Berbasis Medan MagnetOn time
All departures
Planet Luncurkan 20 Satelit Bersama SpaceX ke Orbit

NWSLogbook entry

Planet Luncurkan 20 Satelit Bersama SpaceX ke Orbit

Planet Labs PBC sukses meluncurkan 20 satelit ke orbit menggunakan misi SpaceX dari California. Peluncuran mencakup satelit uji coba Project Suncatcher Google, Tanager-2, dan 18 SuperDove.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 26 Oktober 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Frequencies

  • #Planet Labs
  • #SpaceX
  • #Google
  • #Satelit
  • #Teknologi Luar Angkasa

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

SAN FRANCISCO, Planet Labs PBC meluncurkan 20 satelit ke orbit menggunakan misi tumpangan Transporter-18 milik SpaceX dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California, Amerika Serikat.

Peluncuran tersebut mengangkut satelit misi demonstrasi pertama Project Suncatcher milik Google, satelit hiperspektral Tanager-2, dan 18 satelit observasi SuperDove. Keberhasilan ini menandai peluncuran ke-40 bagi Planet dengan total 718 satelit yang telah diproduksi dan dihantarkan ke orbit.

Pihak perusahaan menyatakan telah berhasil menjalin kontak awal dengan Tanager-2, prototipe Project Suncatcher, dan dua satelit SuperDove untuk memulai proses penyiapan operasional. Sebanyak 16 satelit SuperDove lainnya dijadwalkan menyusul kontak setelah dilepaskan melalui kendaraan transfer orbital D-Orbit ION sesuai jadwal.

Uji Komputasi di Orbit dan Pemantau Emisi

Project Suncatcher yang dibangun melalui kemitraan bersama Google menguji coba unit pemrosesan tensor (Tensor Processing Units atau TPU) buatan Google untuk pertama kalinya di luar angkasa. Misi eksperimental ini meneliti kelayakan pengoperasian sistem komputasi pembelajaran mesin (machine learning) secara langsung di orbit.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Sementara itu, satelit Tanager-2 dikembangkan bersama Carbon Mapper dengan muatan spektroskopi pencitraan inframerah tampak hingga gelombang pendek (VSWIR). Sensor tersebut memotret 426 saluran gelombang bersambung dengan resolusi spektral sekitar lima nanometer pada resolusi spasial 30 meter.

Konfigurasi instrumen Tanager-2 difokuskan mendeteksi emisi gas metana secara presisi, identifikasi unsur tanah jarang, analisis kualitas air, serta pemantauan sektor pertanian. Kehadiran data spektral ini mendukung pemanfaatan data spasial untuk pemantauan lingkungan global yang sebelumnya mengandalkan pasokan citra satelit konvensional.

Planet dan Carbon Mapper merencanakan pembangunan serta peluncuran sedikitnya tiga satelit Tanager tambahan untuk memperluas armada pemantauan emisi. Adapun 18 satelit SuperDove kelompok Flock 4J disiapkan untuk memperkuat konstelasi PlanetScope yang memantau permukaan daratan bumi secara harian.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSEDT10 Oct 2026Starlink di Perang Ukraina dan Dampak Pembatasan DroneStarlink menjadi tulang punggung komunikasi tempur dan operasi drone Ukraina di garis depan. Pembatasan kecepatan internet satelit ini memicu gejolak militer serta perdebatan geopolitik.Via #SpaceXDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS26 Oct 2026Peneliti Kembangkan Indeks Spektral Tanpa SWIR untuk Pemetaan MangrovePeneliti internasional mengembangkan indeks spektral MWDI2 untuk memetakan hutan mangrove beresolusi tinggi tanpa kanal inframerah gelombang pendek.Sector NewsDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS26 Oct 2026Ukraina Kembangkan Drone Relai Pemancar SinyalProdusen dan militer Ukraina merancang drone pengulang sinyal sebagai menara relai terbang guna memperpanjang jarak jangkau drone serang di garis depan.Sector NewsDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS26 Oct 2026Peneliti Kembangkan Alat Deteksi Drone Murah Berbasis Medan MagnetTim peneliti Florida International University menciptakan teknologi deteksi drone berbiaya rendah dengan memanfaatkan tanda magnetik motor penggerak dan kecerdasan buatan.Sector NewsDuration--Boarding
  1. WPT 01Uji Komputasi di Orbit dan Pemantau Emisi

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 26 OCTEDTPencitraan SWIR untuk Inspeksi dan Pemetaan ModernOn time
  2. 26 OCTNWSPeneliti Kembangkan Indeks Spektral Tanpa SWIR untuk Pemetaan MangroveOn time
  3. 26 OCTNWSUkraina Kembangkan Drone Relai Pemancar SinyalOn time
  4. 26 OCTNWSNigeria Berencana Beli 12 Drone Tempur Aksungur Asal TurkiOn time
  5. 26 OCTNWSPeneliti Kembangkan Alat Deteksi Drone Murah Berbasis Medan MagnetOn time
All departures