Nigeria Berencana Beli 12 Drone Tempur Aksungur Asal Turki
Angkatan Udara Nigeria mengumumkan rencana pengadaan 12 unit drone tempur Aksungur buatan Turki. Armada nirawak ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan wilayah dan misi pertahanan.
ABUJA, Minggu (25/10/2026), Angkatan Udara Nigeria mengumumkan rencana pengadaan 12 unit drone tempur Aksungur buatan industri kedirgantaraan Turki untuk memperkuat pertahanan udara negara tersebut.
Rencana tersebut disampaikan melalui infografik resmi di akun media sosial X milik dinas militer tersebut. Dalam publikasi itu, 12 drone Aksungur tercatat sebagai armada tambahan yang diharapkan dapat segera bergabung.
Pengumuman resmi tersebut belum merinci nilai kontrak pembelian maupun jadwal pengiriman unit ke pangkalan militer. Pihak Angkatan Udara Nigeria juga belum memastikan apakah kontrak pengadaan telah resmi difinalisasi bersama pihak produsen.
Pasukan militer Nigeria berpatroli dengan kendaraan tempur di wilayah rawan gangguan keamanan.
Berdasarkan data Global Firepower Index 2026, Nigeria menempati posisi ketiga kekuatan militer terbesar di Afrika, tepat di bawah Mesir dan Aljazair. Di tingkat dunia, Nigeria menduduki peringkat ke-33 dari 145 negara dengan skor indeks kekuatan militer 0,6097.
Langkah modernisasi ini sejalan dengan tren kawasan saat pengadaan drone militer Afrika melonjak di era pemanfaatan drone dan perang modern. Sebelum pengumuman ini, Angkatan Udara Nigeria telah menerima pengiriman lima helikopter baru pada September 2026.
Pada waktu yang sama, enam unit pesawat L-39ZA menjalani pembaruan teknologi di Slowakia dan Nigeria. Satu pesawat angkut C-130 milik militer Nigeria juga telah menyelesaikan program pemeliharaan di Portugal.
Nigeria menghadapi ancaman kelompok Boko Haram dan cabangnya, Islamic State West Africa Province (ISWAP), di wilayah timur laut selama lebih dari satu dekade. Militer setempat juga harus menangani aksi kekerasan kelompok bandit bersenjata dan kasus penculikan massal di kawasan barat laut.
Pemerintah Nigeria berupaya menaikkan kesejahteraan prajurit guna mendukung kesiapan operasi tempur. Pada Agustus 2026, Presiden Bola Tinubu menyetujui kenaikan gaji sebesar 30 persen hingga 80 persen bagi sekitar 250.000 personel militer, yang membuat anggaran gaji tahunan naik menjadi ₦924 miliar atau setara 679 juta dollar AS.
Drone Aksungur dikembangkan oleh pabrikan Turkish Aerospace Industries dengan konfigurasi mesin ganda dan kemampuan medium-altitude long-endurance. Wahana udara nirawak ini dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta serangan presisi.
Menurut keterangan pabrikan, Aksungur memiliki bentang sayap sepanjang 24 meter dan daya angkut muatan lebih dari 750 kilogram. Pesawat nirawak ini mampu bertahan terbang hingga 50 jam serta dapat dipasangi radar, sensor kamera termal, dan amunisi berpemandu.
Selain digunakan oleh militer Turki, drone tipe ini telah dioperasikan oleh Dinas Penjaga Perbatasan Kirgizstan. Di benua Afrika, Chad telah mengoperasikan sedikitnya satu unit Aksungur beramunisi sejak April 2024, disusul Niger yang mulai menerbangkannya pada September 2026.
Angola tercatat telah menyepakati pembelian drone buatan Turki pada 2023, dengan nama Aksungur masuk dalam laporan pengadaan tersebut. Namun, belum ada keterangan publik yang memastikan apakah unit pesanan Angola telah diterima dan diterbangkan secara operasional.
Jika rencana pengadaan terealisasi, 12 unit Aksungur akan melengkapi armada udara nirawak Nigeria yang saat ini telah mengoperasikan drone Bayraktar TB2 buatan Turki serta drone buatan pabrikan China.
I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!