GRAFENWÖHR, Kamis (29/10/2026) - Prajurit militer Amerika Serikat menguji sistem peperangan elektronik penangkal drone baru berbasis kontainer di area latihan Grafenwöhr, Jerman.
Perwakilan dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Korps Marinir AS terlibat langsung dalam uji coba peralatan tersebut. Latihan lapangan ini menjadi bagian dari kursus gabungan antarmatra bagi para operator sistem penangkal wahana terbang nirawak.
Sistem bernama RD-SUADS tersebut dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Trust Automation. Perangkat dirancang khusus untuk melindungi instalasi militer serta pos komando di wilayah operasi tempur.
Menurut laporan Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika, sistem RD-SUADS berwujud modul tunggal berukuran 170 kali 274 kali 229 sentimeter. Dimensi tersebut memenuhi standar palet kargo penerbangan militer 463L, sehingga memudahkan pemindahan kilat maupun penerjunan payung melalui pesawat angkut militer.
Kemampuan beroperasi secara mandiri didukung generator diesel bawaan di dalam unit. Generator tersebut menyimpan cadangan bahan bakar yang cukup untuk empat hari pengoperasian tanpa henti.
Unit kontainer ini juga dapat disambungkan langsung ke jaringan listrik pangkalan militer atau generator cadangan eksternal apabila infrastruktur energi telah tersedia di lokasi penempatan.
Pada atap kontainer terpasang tiang yang memuat empat panel radar untuk pengawasan udara 360 derajat. Tiang tersebut juga memuat kamera optoelektronik serta antena penangkal gangguan gelombang untuk melumpuhkan drone sasaran, serupa dengan cara kerja perangkat drone jammer.
Selain tipe kontainer bergerak, pabrikan juga merancang varian penempatan permanen bernama Fixed Site Small-Unmanned Air Defense System (FS-SUADS). Varian ini dipasang langsung pada tiang menara stasioner untuk pertahanan area tetap, melengkapi opsi perlindungan dari ancaman udara seperti halnya sistem pertahanan antidrone di instalasi pertahanan lain.
Sebelum uji coba RD-SUADS, militer AS juga memasang sistem penangkal DroneSentry-X Mk2 pada armada kendaraan regu infanteri milik Angkatan Darat AS. Proyek integrasi pada kendaraan taktis darat tersebut dikerjakan melalui kontrak bersama Satuan Tugas Gabungan 401.