
NWSLogbook entry
Iran Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS dan Ancam Kabel Internet Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran menembak jatuh drone MQ-9 milik militer AS di Selat Hormuz dan mengancam jaringan kabel internet bawah laut.
Departures

NWSLogbook entry
Korps Garda Revolusi Islam Iran menembak jatuh drone MQ-9 milik militer AS di Selat Hormuz dan mengancam jaringan kabel internet bawah laut.
TEHERAN, (20/10/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan telah menembak jatuh pesawat tanpa awak MQ-9 milik militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz menggunakan sistem pertahanan udara generasi baru.
Kantor berita WANA melaporkan, insiden pencegatan ini menambah jumlah kehilangan drone MQ-9 milik Washington di kawasan Timur Tengah menjadi 54 unit. Setiap unit MQ-9 bernilai sedikitnya 30 juta dollar AS atau bahkan lebih mahal untuk versi ekspor.
Pencegatan tersebut dinilai mengurangi kemampuan pengintaian berkala militer AS, sekaligus memaksa mereka menyesuaikan taktik pengamanan ruang operasi udara.
"Sebuah UAV AS ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara canggih generasi baru dari Angkatan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC), yang beroperasi dalam jaringan pertahanan udara terpadu Iran," demikian laporan media Iran.
Pada hari yang sama, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebi memperingatkan ancaman terhadap kabel komunikasi global jika konflik kembali terjadi.
"Kami tidak mengesampingkan kemungkinan konflik yang kembali terjadi, dan kali ini respons Iran akan jauh lebih keras. AS akan menghadapi kesulitan serius, sementara dunia berisiko jatuh ke dalam krisis baru," ujar Mohebi.
Mohebi menjelaskan, terdapat tujuh kabel bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz untuk menopang jaringan internet internasional serta arus data komersial dunia. Jalur infrastruktur transmisi data tersebut berpotensi menjadi target berikutnya apabila eskalasi militer terulang.
Peringatan ini sejalan dengan pernyataan Teheran sebelumnya yang mengancam fasilitas digital penting di kawasan Timur Tengah, meliputi kabel serat optik bawah laut, pusat data, dan instalasi kecerdasan buatan.
Perkembangan teknologi pesawat nirawak dalam pertahanan udara terus memicu pergeseran taktik regional, sebagaimana tercatat dalam analisis drone dan perang modern serta kajian mengenai dinamika pertahanan udara di kawasan perbatasan dan laut. Teheran juga menunjukkan peningkatan kemampuan tempur nirawaknya, selaras dengan dinamika operasi udara yang diulas dalam kapabilitas drone Iran di Inggris dan penarikan B-1B. Pemanfaatan sistem pencegatan terpadu kian memperketat ruang jelajah lintas udara, mirip dengan prinsip pengamanan kedaulatan dalam instrumen teritorial militer seperti UU Pengelolaan Ruang Udara.
Sementara itu, Mohebi menegaskan bahwa lini perakitan rudal dan wahana tanpa awak Iran tetap beroperasi penuh sepanjang konflik berlangsung. Pihaknya menyatakan belum mengerahkan seluruh persenjataan yang dimiliki, dan penggunaan persenjataan lanjutan akan disesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.