
DRNLogbook entry· 4 min read
Frank Wang dan Kisah Sukses Mendirikan DJI Raja Drone
Frank Wang mendirikan DJI dari kamar asrama hingga memimpin industri drone global. Ketekunan riset flight controller miliknya melahirkan seri DJI Phantom.
4 min read
Departures

DRNLogbook entry· 4 min read
Frank Wang mendirikan DJI dari kamar asrama hingga memimpin industri drone global. Ketekunan riset flight controller miliknya melahirkan seri DJI Phantom.
Frank Wang adalah pendiri sekaligus pemimpin Da-Jiang Innovations atau DJI yang merevolusi industri pesawat tanpa awak sipil di seluruh dunia. Pria bernama asli Wang Tao ini mengawali mimpinya dari perakitan sistem kendali terbang helikopter hingga membawa perusahaannya menguasai lebih dari 70 persen pasar drone global. Pengalaman riset perangkat keras yang ia jalani di kampus berhasil membuka akses penerbangan foto udara bagi masyarakat umum.
Keberhasilan perusahaan raksasa asal Shenzhen ini berakar dari rasa penasaran teknis yang sangat mendalam. Anda dapat melihat bagaimana teknologi kendali terbang drone yang stabil kini dipakai luas oleh fotografer, pembuat film, juru ukur tambang, hingga tim penanggulangan bencana.
Frank Wang lahir pada tahun 1980 di Hangzhou, Tiongkok, dengan ketertarikan kuat pada bidang aeromodelling sejak membaca buku komik tentang helikopter merah. Masa kecilnya dihabiskan untuk membongkar dan merakit kembali berbagai model pesawat kendali jarak jauh.
Ketertarikan tersebut mendorong Frank Wang remaja berfokus pada mekanika gerak udara dan stabilitas motor terbang. Nilai akademis sekolah menengah membawanya melanjutkan studi sarjana di Hong Kong University of Science and Technology pada jurusan teknik elektro dan komputer pada tahun 2003.
Frank Wang memusatkan perhatian tugas akhirnya pada modul pengendali terbang otomatis. Riset ini menjadi titik awal terbentuknya komponen pengendali helikopter nirawak yang andal di kemudian hari.
Uji terbang tugas akhir Frank Wang sempat mengalami insiden jatuh beberapa hari sebelum penilaian dosen sehingga ia memperoleh nilai C. Frank Wang tetap melanjutkan penyempurnaan kode pengendali terbang tersebut dengan memanfaatkan sisa uang beasiswa kuliah.
DJI Phantom diluncurkan pada Januari 2013 sebagai drone empat baling-baling pertama di dunia yang langsung siap terbang begitu keluar dari kemasan. Peluncuran produk ini menghapus kerumitan perakitan manual yang selama bertahun-tahun membatasi pertumbuhan hobi dirgantara.
Sebelum kehadiran Phantom, setiap orang yang ingin mengambil foto udara harus merakit rangka, menyolder kabel motor, mengatur modul kendali, dan menyetel dudukan kamera secara mandiri. DJI Phantom datang dengan modul navigasi GPS bawaan, pengendali jarak jauh yang terhubung rapi, serta dudukan kamera aksi yang langsung bisa dipakai.
Produk ini menjadi standar baru bagi konsumen foto udara global. Penjualan Phantom meledak di pasar Amerika Serikat dan Eropa karena stabilitas terbangnya memudahkan pengguna awam untuk menghasilkan rekaman visual berkualitas tinggi.
Berikut adalah deretan inovasi produk yang dibangun Frank Wang bersama tim insinyurnya:
Ekosistem perangkat keras DJI kini mendominasi pasar global lewat integrasi perangkat lunak dan dukungan sensor pintar. Anda dapat mempelajari lebih mendalam bagaimana perusahaan ini mempertahankan rantai pasok dan portofolio produknya lewat ulasan ekosistem DJI.
Frank Wang dikenal menerapkan standar mutu produk yang ketat tanpa toleransi terhadap cacat desain atau kelemahan fungsi teknis. Pendekatan manajemen ini menuntut setiap insinyur DJI untuk berfokus penuh pada pemecahan kendala mekanik dan kestabilan perangkat lunak.
Frank Wang jarang tampil pada wawancara media massa dan lebih memilih menghabiskan jam kerja di ruang laboratorium perakitan. Semboyan kerja yang terpampang di kantor pusat DJI adalah membutuhkan kecerdasan pikiran dan ketulusan hati.
Inovasi terus digulirkan secara cepat melalui pembagian tim riset internal yang saling bersaing membuat purwarupa terbaik. Cara kerja ini melahirkan berbagai jenis drone mutakhir yang terus merajai penjualan pasar internasional hingga hari ini.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Frank Wang mendirikan DJI pada tahun 2006 dari kamar asramanya di Hong Kong University of Science and Technology bersama dua rekan kuliahnya. Penjualan awal perusahaan berfokus pada modul flight controller yang dijual langsung ke komunitas hobi aeromodelling internasional.
Profesor pembimbingnya, Zexiang Li, melihat potensi komersial riset kendali otonom ini lalu menyuntikkan modal awal serta membimbing pengembangan bisnis awal. Tim kecil ini kemudian memindahkan markas perakitan ke sebuah unit apartemen sederhana di Shenzhen untuk menekan biaya produksi dan mendekati pusat rantai pasok elektronik dunia. Model bisnis ini sejalan dengan sejarah perkembangan sejarah drone komersial yang beralih dari hobi rumit menuju perangkat siap pakai.
Kepemimpinan Frank Wang membawa perusahaan menghasilkan ragam platform terbang yang mencakup drone kelas konsumen, sinema profesional, hingga drone industri pemetaan. Pengembangan produk dilakukan dengan mengintegrasikan sistem kamera, stabilizer gimbal, serta aerodinamika propeller drone secara mandiri.
| Tahun | Model Drone | Inovasi Utama |
|---|---|---|
| 2006 | Modul XP3.1 | Sistem pengendali terbang otonom untuk helikopter hobi |
| 2012 | Ace One | Autopilot GPS canggih untuk helikopter tanpa awak |
| 2013 | DJI Phantom 1 | Platform quadcopter siap terbang pertama untuk kamera aksi |
| 2014 | Inspire 1 | Desain lengan serat karbon terangkat otomatis dengan kamera 4K |
| 2016 | Mavic Pro | Drone lipat ringkas pertama dengan jangkauan sinyal jauh |
| 2017 | Matrice 200 | Platform tahan cuaca untuk misi inspeksi industri |
| 2020 | Agras T30 | Drone penyemprot pertanian kapasitas muatan besar |