AerosoarX Taiwan Gandeng Dua Perusahaan AS Kembangkan Drone AI
Pengembang drone Taiwan, AerosoarX, menandatangani nota kesepahaman dengan Rajant dan SiMa.ai asal AS untuk mengembangkan sistem pesawat nirawak berbasis kecerdasan buatan.
TAIPEI, Rabu (28/10/2026) — Pengembang pesawat nirawak asal Taiwan, AerosoarX, menandatangani nota kesepahaman kerja sama strategis dengan dua perusahaan Amerika Serikat, Rajant dan SiMa.ai, untuk mengembangkan sistem tanpa awak berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kemitraan tersebut menggabungkan platform drone buatan AerosoarX dengan teknologi jaringan mesh bergerak dari Rajant serta sistem komputasi AI onboard dari SiMa.ai. Keterangan resmi perusahaan menyebutkan bahwa integrasi ini memungkinkan pesawat nirawak memproses data sensor secara langsung di perangkat sekaligus saling bertukar informasi antarwahana.
Sistem terintegrasi tersebut dirancang untuk mendukung operasi terkoordinasi dengan tingkat ketergantungan yang lebih rendah pada kendali stasiun darat secara terus-menerus.
Ketua AerosoarX Max Lo menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama strategis di Taipei, Taiwan.
Ketua AerosoarX Max Lo mengatakan, perusahaannya telah menjadi pemasok platform dan komponen pesawat nirawak di Amerika Serikat melalui kemitraan bersama Rajant. AerosoarX juga telah mengirimkan personel ke fasilitas Rajant di Kentucky pada September untuk pekerjaan integrasi teknis.
"Perusahaan menargetkan kesiapan produksi drone first-person-view (FPV) berukuran 15 inci berbasis AI pada November mendatang," kata Lo.
Integrasi teknologi tersebut memanfaatkan prosesor Modalix dari SiMa.ai untuk menangani tugas komputasi AI di wahana, termasuk persepsi visual. Sementara itu, teknologi jaringan dari Rajant menangani pertukaran serta transmisi data antarpesawat nirawak, serupa dengan pemanfaatan jaringan mesh drone pada operasi taktis modern.
“ Perusahaan menargetkan kesiapan produksi drone first-person-view (FPV) berukuran 15 inci berbasis AI pada November mendatang ”
— Max Lo
Menurut Lo, SiMa.ai menjadi satu-satunya solusi yang sanggup memenuhi kebutuhan komputasi sebesar 50 triliun operasi per detik (trillion operations per second/TOPS) di dalam batas konsumsi daya wahana. Efisiensi energi dinilai krusial karena menentukan daya tahan terbang wahana di udara.
Pendiri sekaligus CEO SiMa.ai Krishna Rangasayee menuturkan, efisiensi daya dan waktu terbang merupakan faktor penentu keberhasilan sistem nirawak. SiMa.ai saat ini bekerja sama dengan lebih dari 30 perusahaan drone secara global guna mempercepat pengembangan aplikasi mitra.
Wakil Presiden Sistem Rajant Corp. Don Gilbreath menjelaskan, peningkatan kapasitas komputasi di wahana memungkinkan kawanan drone mengoordinasikan tugas, ketinggian, serta jarak secara mandiri tanpa operator mengelola setiap unit satu per satu.
"Semakin besar kekuatan komputasi yang kami miliki di drone, semakin banyak yang bisa kami lakukan," kata Gilbreath.
Lo menegaskan bahwa setiap wahana dalam kawanan tidak memerlukan spesifikasi perangkat keras yang sama. Drone pengoordinasi dapat dibekali komputasi lebih tinggi, sedangkan unit pelaksana tugas sederhana memakai konfigurasi yang lebih ekonomis.
Dalam keterangannya mengenai ekspansi di pasar Amerika Serikat, Lo menyatakan AerosoarX bertindak sebagai pemasok platform dan mitra kerja Rajant, bukan kontraktor utama. Perusahaan membidik keterlibatan pada Fase III Program Dominasi Drone AS yang dijadwalkan berjalan pada 2027.
I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
Kolaborasi ketiga pihak ini dilaporkan telah menghasilkan penjualan unit drone ke laboratorium penelitian Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS yang mengkaji demonstrasi kawanan (swarm). Perkembangan ini memperkuat posisi industri pertahanan pulau tersebut, menyusul langkah manufaktur lain seperti Qisda yang menyiapkan fasilitas produksi drone di Taoyuan.