JAKARTA, Kamis (15/10/2026) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan sertifikasi kompetensi pekerja Badan Usaha Milik Negara harus berbasis kemampuan nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 BUMN Summit 2026 di Jakarta.
Afriansyah menjelaskan, perkembangan teknologi dan dinamika bisnis menuntut tenaga kerja terampil, berintegritas, serta adaptif. Kompetensi pekerja harus selaras dengan standar industri, risiko pekerjaan, dan kebutuhan operasional di lapangan.
Menurut dia, LSP P2 di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peran penting karena memahami proses bisnis serta tuntutan jabatan. Pemahaman mendalam tersebut menjadi modal utama penyusunan skema sertifikasi yang tepat sasaran.
"Kedekatan itu harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat, seperti asesor kompeten, metode tepat, bukti memadai, dan keputusan objektif sesuai ketentuan. Kredibilitas menjadi modal utama. Sertifikat juga harus mencerminkan kompetensi nyata, bukan formalitas," kata Afriansyah.
Ia menilai pengembangan kompetensi perlu berjalan sebagai siklus berkesinambungan. Tahapan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan industri, penyusunan standar kompetensi, pelatihan kerja, asesmen, sertifikasi, hingga penerapan langsung dalam kinerja harian.
Afriansyah juga menyoroti pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sertifikasi kompetensi. Pengelolaan data terpadu dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan mutu pengambilan keputusan tanpa mengorbankan integritas.
"Teknologi memperkuat proses, bukan menggantikan integritas asesmen dan profesionalisme," ucap Afriansyah.
Untuk mewujudkan ekosistem yang kredibel, Afriansyah mendorong kolaborasi lintas sektor. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merumuskan kebijakan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memperkuat sistem, sementara Danantara dan BUMN memetakan kebutuhan talenta.
Kebutuhan penguatan kompetensi ini juga tecermin pada layanan jasa sertifikasi di sektor industri profesional. Penerapan standar uji kompetensi memperjelas mengapa sertifikasi adalah tiket masuk karir Anda di dunia kerja, sebagaimana diterapkan pada program pelatihan kerja SDM maupun pelatihan dan sertifikasi pilot drone.
"Sertifikasi bukan sekadar sertifikat, melainkan pengakuan yang dibangun melalui standar jelas, integritas, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan," tutur Afriansyah.