
NWSLogbook entry
Pano AI Hubungkan Kamera Pendeteksi Karhutla Langsung ke Drone
Pano AI meluncurkan program integrasi kamera deteksi asap langsung ke armada drone otonom guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Departures

NWSLogbook entry
Pano AI meluncurkan program integrasi kamera deteksi asap langsung ke armada drone otonom guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
SAN FRANCISCO, Rabu (4/11/2026) – Perusahaan teknologi Pano AI resmi membuka akses platform deteksi kebakaran hutan miliknya untuk produsen wahana udara nirawak. Sistem ini memungkinkan sinyal deteksi asap dikirim langsung ke drone pemadam tanpa menunggu verifikasi petugas pengirim panggilan darurat.
Integrasi tersebut diperkenalkan dalam program bertajuk Drone Partner Program pada konferensi teknologi kebakaran Red Sky Summit di San Francisco, Amerika Serikat. Empat mitra awal yang digandeng mencakup Seneca, Rain, BRINC, dan Censys Technologies, disusul keikutsertaan Skydio dalam pengumuman terpisah.
Melalui skema baru ini, kamera Pano AI yang memantau area vegetasi akan menghitung koordinat titik api saat mendeteksi kepulan asap awal. Sistem antarmuka pemrograman aplikasi langsung meneruskan data lokasi ke stasiun kendali drone agar armada terbang otomatis menuju titik koordinat sebelum regu darat tiba.

Stasiun kamera Pano AI saat ini memantau lebih dari 38,4 juta hektar lahan di 18 negara bagian Amerika Serikat. Berdasarkan data internal perusahaan, kamera mereka mendeteksi 735 kebakaran vegetasi sepanjang tahun 2025 dengan tingkat akurasi peringatan dini mencapai 60 persen sebelum laporan warga masuk.
Startup Seneca memanfaatkan integrasi ini untuk menyiagakan lima unit drone pemadam milik Aspen Fire Protection District di Colorado. Setiap pesawat nirawak Seneca memiliki kapasitas muatan bahan pemadam api hingga 45 kilogram.
"Kirim pemadaman ke udara saat petugas darat masih dalam perjalanan menuju lokasi," kata Pendiri Seneca Stuart Landesberg.
Mitra lain seperti Rain menyediakan modul otonom pemadam yang dipasang pada helikopter eksisting di kawasan terpencil. Sementara itu, BRINC dan Censys Technologies berperan mengoperasikan drone pengintai untuk menyiarkan rekaman video langsung ke pos komando bencana.
Skema deteksi otomatis berbasis kamera dan wahana nirawak menjadi relevan dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Selama ini, pemantauan api di lapangan kerap mengandalkan patroli darurat yang memakan waktu respons cukup lama ketika titik panas terdeteksi.
Pano AI menegaskan ketersediaan layanan sistem integrasi ini bergantung pada kemitraan komersial tiap dinas kebakaran. Badan pemadam kebakaran yang memakai kamera Pano AI tetap harus membeli unit drone secara mandiri serta mengurus izin ruang udara dari otoritas penerbangan sebelum pengoperasian dimulai.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Kementerian dan pemerintah daerah di Indonesia mulai memperkuat deteksi dini menggunakan fire monitoring drone untuk menyisir kawasan gambut. Pemanfaatan teknologi serupa juga diterapkan saat Pemkot Palangka Raya kerahkan lima tim drone pantau karhutla secara mandiri.
Selain pemantauan visual, riset nasional turut diarahkan pada teknologi intervensi cuaca jarak jauh, sebagaimana BRIN uji drone modifikasi cuaca dan pemadam di lahan gambut Kalimantan. Integrasi otomatis antara sensor darat dan unit pemadam udara seperti milik Pano AI dapat memangkas jeda birokrasi komando pemadaman di area rawan.