Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 04 NOVADVSertifikasi General Banking Jenjang Kualifikasi 4 BNSPOn time
  2. 04 NOVACTTraining Project Management untuk Sukses Proyek TeknikOn time
  3. 04 NOVACTPengelolaan dan Pengembangan SDM untuk Efektivitas OrganisasiOn time
  4. 04 NOVEDTBand Satelit Landsat dari Generasi Pertama hingga Landsat 10On time
  5. 04 NOVNWSDJI Rilis Cuplikan Drone Lipat Termal untuk Peluncuran 5 NovemberOn time
All departures
ETH Zurich Kembangkan FlexiQuad, Drone Fleksibel Tahan Tabrakan

NWSLogbook entry

ETH Zurich Kembangkan FlexiQuad, Drone Fleksibel Tahan Tabrakan

Peneliti ETH Zurich merancang FlexiQuad, pesawat nirawak berbingkai melingkar lentur yang mampu menyerap benturan dan tetap melanjutkan penerbangan.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 4 November 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

NOTAMContent noticeREF C3672
Q)

Info only · Claim, credit, or removal on request

E)

Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi. Kalau kamu pemilik gambar atau konten di halaman ini dan ingin mengklaim, meminta kredit, atau meminta penghapusan, saya terbuka untuk permintaan itu. Silakan hubungi saya.

This article is shared for informational purposes. If you own an image or content on this page and would like to claim it, request credit, or ask for its removal, I am open to that. Please contact me.

Contact tower[email protected]WhatsAppFull notice

Frequencies

  • #ETH Zurich
  • #FlexiQuad
  • #Drone
  • #Robotika
  • #Teknologi Penerbangan

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan PenggunaanContent Notice
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

ZURICH, Selasa (3/11/2026). Peneliti dari ETH Zurich mengembangkan FlexiQuad, drone fleksibel yang mampu menahan tabrakan dengan rintangan dan tetap melanjutkan penerbangan di udara.

Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah operasi pesawat nirawak di ruang sempit dan lingkungan berisiko tinggi. Desain fisik fleksibel digunakan untuk mengurangi dampak benturan secara mekanis, bukan semata-mata mengandalkan sensor penghindar rintangan.

FlexiQuad memanfaatkan rangka drone berbentuk cincin yang lentur, berbeda dari struktur kaku pada sebagian besar kuadkopter konvensional. Saat menabrak penghalang, rangka melingkar tersebut melengkung untuk menyerap energi benturan sehingga wahana tidak langsung jatuh ke tanah.

Rangka melingkar fleksibel drone FlexiQuad saat ditekuk dan dipasangi empat baling-baling
Purwarupa drone FlexiQuad dengan rangka melingkar fleksibel yang dirancang menyerap benturan saat terbang.

Dalam uji coba, FlexiQuad terbukti mampu bertahan dari benturan pada kecepatan sekitar 25 kilometer per jam. Selain itu, drone ini dapat dipacu hingga kecepatan 80 kilometer per jam dalam mode penerbangan normal.

Houthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di Mekkah

Baca juga

Houthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di Mekkah

News

Terinspirasi Mekanisme Sayap Alami

FlexiQuad dirancang oleh peneliti Luca Girardi dan Stefano Mintchev di Environmental Robotics Lab ETH Zurich. Girardi kini bertugas di Mobile Robotics Lab ETH Zurich, sedangkan Mintchev melanjutkan penelitian di University of Bonn.

Para periset mengadopsi prinsip biologis dari sayap burung dan serangga yang lentur ke arah samping, tetapi tetap kokoh menahan beban vertikal. Rangka FlexiQuad melentur ketika mengalami tabrakan mendatar, namun tetap kaku secara vertikal untuk menjaga daya angkat.

Empat rotor, baterai, serta sistem kendali terbang dipasang langsung melingkari bodi cincin tersebut. Tata letak komponen ini meniadakan kebutuhan bodi tengah yang biasa ditemukan pada wahana nirawak kaku.

"Drone kami sangat lincah dan dapat terbang dengan kecepatan hingga 80 km per jam. Akselerasi linier dan sudutnya sebanding dengan drone berstruktur kaku. Lembut tidak otomatis berarti lambat," kata Girardi.

Sponsored

Tim peneliti telah mendaftarkan permohonan paten untuk rancangan wahana ini. ETH Zurich juga menominasikan temuan tersebut dalam ajang Spark Award 2026.

Potensi Aplikasi Lapangan dan Mitigasi Getaran

Kelenturan struktur memberikan keunggulan gerak saat melewati lorong sempit. Rangka yang dapat berubah bentuk memungkinkan drone berukuran besar melintasi celah yang lebih kecil dari lebar normalnya, sehingga operator dapat membawa muatan sensor lebih berbobot.

Girardi menjelaskan bahwa ketahanan fisik wahana memberi rasa aman saat drone harus dipacu kencang di lintasan panjang. Apabila sensor terlambat membaca pohon atau dinding, benturan tidak langsung menggagalkan operasi.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

"Ketika sebuah misi menuntut drone melintasi jarak jauh dengan cepat, drone harus terbang kencang, tetapi sensornya mungkin mendeteksi rintangan terlambat untuk menghindari tabrakan. Bagi drone berstruktur kaku, benturan seperti itu dapat menghentikan misi," tutur Girardi.

Meski menjanjikan, FlexiQuad masih berstatus purwarupa laboratorium karena masih menyisakan masalah getaran pascatabrakan. Guncangan berlebih pada rangka dapat mengaburkan tangkapan kamera dan mengganggu orientasi sistem navigasi.

Untuk menstabilkan penerbangan otonom pascabenturan, tim peneliti kini mengintegrasikan model kecerdasan buatan berbasis reinforcement learning dengan memanfaatkan sensor gerak internal. Dari sisi biaya, bahan pembentuk badan utama FlexiQuad tergolong ekonomis karena menghabiskan biaya kurang dari 15 franc Swiss.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS30 Oct 2026Houthi Bantah Luncurkan Drone yang Dicegat Saudi di MekkahKelompok Houthi membantah tuduhan koalisi militer pimpinan Arab Saudi terkait peluncuran pesawat tanpa awak yang dicegat di atas Mekkah.Via #DroneDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS30 Oct 2026Kilang Minyak Novokuibyshevsk di Rusia Terbakar Usai Serangan DroneKilang minyak Novokuibyshevsk di Samara, Rusia, mengalami kebakaran besar pada Jumat (30/10/2026) setelah dihantam serangan drone.Via #DroneDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS30 Oct 2026Indiana Luncurkan Pusat Uji Drone Midwest UAS di Terre HautePusat pengujian sistem pesawat tanpa awak Midwest UAS resmi dibuka di Bandara Regional Terre Haute untuk mendorong riset dan teknologi pertahanan Indiana.Via #DroneDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS29 Oct 2026Toei Kisen Uji Drone AI untuk Inspeksi Lambung KapalPerusahaan pelayaran Jepang Toei Kisen bermitra dengan Exa untuk menguji coba drone berbasis kecerdasan buatan pada lambung kapal. Pengujian lapangan dijadwalkan berlangsung pada November.Via #DroneDuration--Boarding
  1. WPT 01Terinspirasi Mekanisme Sayap Alami
  2. WPT 02Potensi Aplikasi Lapangan dan Mitigasi Getaran

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 04 NOVADVSertifikasi General Banking Jenjang Kualifikasi 4 BNSPOn time
  2. 04 NOVACTTraining Project Management untuk Sukses Proyek TeknikOn time
  3. 04 NOVACTPengelolaan dan Pengembangan SDM untuk Efektivitas OrganisasiOn time
  4. 04 NOVEDTBand Satelit Landsat dari Generasi Pertama hingga Landsat 10On time
  5. 04 NOVNWSDJI Rilis Cuplikan Drone Lipat Termal untuk Peluncuran 5 NovemberOn time
All departures

Struktur lentur ini berpotensi digunakan untuk inspeksi tangki balas kapal, pemantauan hutan rapat, dan misi pencarian serta pertolongan di reruntuhan bangunan. Pada pengujian penanganan barang, drone ini berhasil mengangkat perlengkapan medis darurat serta mengangkat beban yang lebih berat dari bobot wahana sendiri.