Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures
BRIN dan Universitas Nurtanio Kembangkan Drone Berbahan Serat Alam

NWSLogbook entry

BRIN dan Universitas Nurtanio Kembangkan Drone Berbahan Serat Alam

BRIN dan Universitas Nurtanio mengembangkan prototipe pesawat nirawak VTOL dan quadcopter berbahan komposit serat abaka dan sawit.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 19 Agustus 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Frequencies

  • #BRIN
  • #Universitas Nurtanio
  • #Drone VTOL
  • #Serat Abaka
  • #Teknologi Penerbangan

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

TANGERANG SELATAN, Rabu (19/8/2026) – Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Universitas Nurtanio Bandung mengembangkan dua prototipe wahana udara nirawak berstruktur ringan dari komposit serat alam.

Kedua wahana tersebut adalah unmanned aerial vehicle (UAV) vertical take-off and landing (VTOL) dan drone quadcopter. Pengembangan material lokal ini diarahkan untuk menekan bobot rangka sekaligus meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

UAV VTOL memanfaatkan komposit serat abaka serta serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dipadukan dengan karbon aktif TKKS. Sementara itu, struktur frame drone pada quadcopter menggunakan material epoksi yang dipadukan bersama komposit serat abaka dan karbon aktif bambu.

Pintu gerbang kampus Universitas Nurtanio Bandung di bawah naungan Yayasan Adi Upaya
Gerbang kampus Universitas Nurtanio Bandung yang menjalin riset bersama BRIN untuk pembuatan drone berbahan serat alam.

Dosen Program Studi Teknik Penerbangan yang juga Wakil Rektor I Universitas Nurtanio, Lies Banowati, memaparkan hasil inovasi tersebut dalam acara Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Talk and Expo 2026 di KST B.J. Habibie Serpong, Tangerang Selatan.

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

Baca juga

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

News

"UNNUR melakukan kolaborasi riset bersama BRIN, mengembangkan prototipe pesawat nirawak UAV VTOL dengan Maximum Takeoff Weight (MTOW) 5,5 kg, berbahan serat biomass. Selain itu kami juga mengembangkan Quadcopter drone dengan MTOW 3 kg," kata Lies.

Karakteristik Serat Abaka

Menurut Lies, keunggulan utama kedua jenis drone ini terletak pada strukturnya yang ringan jika dibandingkan material plastik atau logam. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, densitas serat abaka tercatat sekitar 1 gram per sentimeter kubik, lebih rendah dibandingkan serat karbon sebesar 2,2 gram per sentimeter kubik dan aluminium 3,8 gram per sentimeter kubik.

Pada pengujian tarik material, serat abaka yang diterapkan pada quadcopter memiliki kekuatan tarik berkisar 111,5 MPa. Karakteristik ini dinilai memenuhi syarat teknis untuk menggantikan material komposit sintetis konvensional.

"Kita ingin mengedepankan TKDN melalui pemanfaatan bahan biomassa yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Namun, potensi tersebut hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal," ujar Lies.

Sponsored

Kesiapan Uji Terbang dan Paten

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

"Kita telah melakukan uji coba UAV menggunakan prototipe dengan ukuran wingspan yang berbeda. Dengan baterai LiPo, UAV mampu menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Sementara itu, penggunaan baterai LiPo dengan kapasitas operasi hingga satu jam memungkinkan UAV menempuh jarak lebih dari 15 kilometer," ucap Nidya.

Nidya menambahkan, UAV quadcopter telah resmi memperoleh paten pada 2026, sedangkan pendaftaran paten untuk UAV VTOL berbasis biomassa sedang berjalan. Prototipe UAV VTOL selanjutnya dijadwalkan menjalani uji terbang di Pangkalan Udara Sulaiman, Bandung, sebelum melangkah ke proses hilirisasi industri bersama mitra komersial.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS18 Oct 2026DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan ObjekDJI meluncurkan pembaruan firmware v01.04.12.16 untuk Osmo Pocket 4 yang menghadirkan pintasan ActiveTrack pada tombol kustom dan transfer berkas otomatis.Sector NewsDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS18 Oct 2026Drone Petugas Padamkan Karhutla 200 Ekar di Missouri Usai Api Melompati SungaiDrone pemadam kebakaran Logan-Rogersville mendeteksi lompatan api melintasi sungai pada kebakaran lahan 200 ekar di Stone County, Missouri.Sector NewsDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS18 Oct 2026Dominion Energy Tambah 100 Drone Skydio untuk Inspeksi ListrikDominion Energy menambah 100 unit drone otomatis Skydio dan melatih teknisi listrik menjadi pilot jarak jauh untuk memeriksa gardu induk.Sector NewsDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS18 Oct 2026BAE Systems Luncurkan Senjata Gelombang Mikro Pelumpuh Kawanan DroneBAE Systems memperkenalkan senjata gelombang mikro daya tinggi yang mampu melumpuhkan sirkuit elektronik kawanan drone tanpa memerlukan rudal anti-pesawat berbiaya mahal.Sector NewsDuration--Boarding
  1. WPT 01Karakteristik Serat Abaka
  2. WPT 02Kesiapan Uji Terbang dan Paten

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures

Wahana nirawak ini disiapkan guna mendukung 10 manfaat dan kegunaan drone dalam berbagai bidang, khususnya sektor pertanian dan kebencanaan. Prototipe ini dapat difungsikan untuk memetakan tanaman, mengidentifikasi hama, menyemprot lahan, mengukur kadar air tanah, menyalurkan bantuan medis darurat, hingga memantau aktivitas Sesar Lembang di Bandung.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Nidya Chitraningrum, menyampaikan bahwa UAV VTOL telah dilengkapi muatan kamera dan menyelesaikan tahap uji darat (ground test). Pasokan daya kedua wahana mengandalkan baterai drone jenis lithium polymer (LiPo).