Pada tanggal 1 sampai 5 maret 2018 yang lalu, saya berkesempatan untuk membimbing teman teman Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengoperasikan drone.
Awal Maret 2018 menjadi momen berharga bagi saya dan 25 peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, kami berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis Pengoperasian Drone Lingkup KLHK. Peserta berasal dari unit Penegakan Hukum, BKSDA, BPHP, dan UPT lain, mewakili Pusat, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Kegiatan dibuka dengan penuh semangat oleh Bapak Kepala Pusat Keteknikan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setelah sambutan dan pemasangan tanda peserta secara simbolis, suasana langsung terasa hangat dan penuh antusiasme. Saya pun mengambil alih, memulai sesi pengenalan drone dan teknologi aerodinamika.
Hari pertama diisi dengan materi dasar: mengenal komponen drone, prinsip kerja, dan regulasi penerbangan. Diskusi berjalan interaktif, peserta aktif bertanya tentang tantangan di lapangan dan potensi drone untuk mendukung tugas mereka. Sore harinya, kami memperkenalkan fitur Pilot Simulator pada aplikasi DJI Go. Malam itu, peserta mencoba simulasi terbang, belajar mengendalikan drone secara virtual sebelum praktik nyata.
Hari kedua, suasana semakin seru. Kami membahas teknik take off dan landing, baik manual maupun otomatis, serta tips keamanan dan troubleshooting. Peserta mulai mengenal aplikasi Pix4DCapture untuk pemetaan dan belajar tentang fotogrametri. Sesi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri peserta sebelum turun ke lapangan.
Praktik lapangan menjadi puncak antusiasme. Peserta dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing mencoba basic training: take off, landing, dan manuver zig-zag, kotak, hingga lingkaran. Skilled training menantang mereka untuk bergerak cepat dan presisi. Kami juga melakukan pemasangan GCP sebagai simulasi pemetaan profesional.
Setiap peserta mendapat kesempatan untuk memetakan area, mengambil foto udara, dan mengolah data menjadi peta digital. Hasilnya sangat membanggakan: seluruh peserta berhasil membuat peta dan mengumpulkannya kepada panitia. Beberapa contoh peta hasil praktik menjadi bukti nyata keberhasilan pelatihan ini.
Penutupan berlangsung khidmat, ditandai penyerahan sertifikat dan pencopotan tanda peserta oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kami mengabadikan momen kebersamaan dengan foto bersama, penuh rasa syukur dan bangga atas pencapaian selama lima hari.
Pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga membangun jejaring dan semangat kolaborasi antar UPT KLHK. Semoga pengalaman dan pengetahuan yang didapat bisa diterapkan di unit masing-masing, mendukung pengelolaan lingkungan dan kehutanan yang lebih modern dan berbasis data.