HomeBlogTutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Table of Contents

Tulisan Terbaru

Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot

Drone

Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub

Drone

Panduan Fitur Interaksi Blog Ini

Tutorial

Panduan Pengaturan Profil dan Dashboard Pengguna Blog

Tutorial

Mengenal Struktur Homepage Blog dan Navigasi Bertema Aviasi

Tutorial
Apakah Saham BUMI Masih Relevan di 2026? 5 Pertimbangan Sebelum Membeli di Makmur Aplikasi Saham Terpercaya

ADVLogbook entry

Apakah Saham BUMI Masih Relevan di 2026? 5 Pertimbangan Sebelum Membeli di Makmur Aplikasi Saham Terpercaya

BUMI merupakan kode saham Bumi Resources, perusahaan induk pertambangan batu bara yang beroperasi melalui anak usaha seperti PT KPC dan PT Arutmin Indonesia

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 11 Oktober 2026
Advertorial

ADVKonten bersponsor

Artikel ini dibuat atas kerja sama berbayar. Link ke pihak pengiklan ditandai sebagai link bersponsor.

Sponsored

Kerja sama · Artikel bersponsor

Mau produk atau layanan kamu diulas seperti ini?

Saya menerima artikel bersponsor, review produk, dan pemasangan banner untuk pembaca seputar drone, teknologi, dan bisnis. Ditulis dengan gaya blog ini, ditandai jelas sebagai konten bersponsor, dan dipublikasikan permanen.

Hubungi via WhatsAppEmailLihat paket kerja sama

Sponsored

Liu PurnomoLiu PurnomoBlog

Jelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

Tentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Bio Links
  • Traktir Author

Others

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Ikuti Saya

  • Github
  • LinkedIn
  • Instagram
  • YouTube
  • X

Hak Cipta © 2026 Liu Purnomo. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
0
0

Saham batu bara dapat kembali menjadi perhatian investor ketika pergerakan harganya cukup besar. Untuk melihat apakah saham BUMI masih relevan pada 2026, investor dapat menilainya melalui beberapa indikator, mulai dari valuasi, profitabilitas, hingga pola return.

DISCLAIMER

Konten ini bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko.

BUMI merupakan kode saham Bumi Resources, perusahaan induk pertambangan batu bara yang beroperasi melalui anak usaha seperti PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Pada 7 Oktober 2026, market cap BUMI tercatat Rp66,84 triliun dengan volume 1,32 miliar saham, sementara rata-rata volume tiga bulan mencapai 2,98 miliar saham.

1. Valuasi BUMI Lewat P/E, P/S, dan P/B

Pertimbangan pertama adalah valuasi, yaitu melihat harga saham dari beberapa ukuran fundamental. BUMI mencatat P/E sebesar 32,09 dengan EPS Rp5,61. P/E membandingkan harga saham dengan laba per saham, sehingga angka tersebut memberikan gambaran berapa kali harga saham dihargai terhadap laba yang dihasilkan perusahaan.

Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot

Baca juga

Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot

Drone

Dua rasio lain memberikan sudut pandang berbeda. Price to sales atau P/S BUMI tercatat 2,35 dan membandingkan harga saham dengan penjualan per saham. Sementara itu, price to book atau P/B berada di 2,24 dan membandingkan harga pasar dengan nilai buku per saham.

Ketiga rasio tersebut tidak memberikan kesimpulan yang sama karena menggunakan dasar perhitungan berbeda. Karena itu, P/E, P/S, dan P/B lebih berguna ketika dibaca secara berdampingan daripada dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai apakah harga BUMI menarik.

2. Profitabilitas BUMI dari ROA, ROE, dan Margin

Pertimbangan kedua adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Return on assets atau ROA BUMI tercatat 2,56%, sedangkan return on equity atau ROE mencapai 7,07%. ROA melihat laba relatif terhadap aset perusahaan, sementara ROE mengukurnya terhadap ekuitas pemegang saham.

Margin memberikan tambahan konteks mengenai hasil dari kegiatan usaha. Gross profit margin atau GPM BUMI berada di 16,83%, sedangkan operating profit margin atau OPM tercatat 9,59%. Perbedaan keduanya menunjukkan bahwa sebagian margin berkurang setelah biaya operasional diperhitungkan.

Sponsored

Dengan membaca ROA, ROE, dan margin secara bersamaan, Anda dapat melihat profitabilitas BUMI dari beberapa sisi. Angka tersebut juga dapat menjadi pembanding ketika menilai apakah pergerakan harga saham didukung oleh kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

3. Leverage BUMI dan Posisi DER

Pertimbangan ketiga adalah struktur permodalan. Salah satu rasio yang dapat digunakan untuk membacanya adalah debt to equity ratio atau DER, yang membandingkan total utang dengan ekuitas. Berdasarkan data 7 Oktober 2026, DER BUMI tercatat 0,99 kali.

Angka tersebut sebaiknya tidak dibaca sendirian. DER dapat dibandingkan dengan ROE 7,07% dan OPM 9,59% untuk melihatnya bersama kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Dengan pendekatan tersebut, investor tidak hanya mengetahui besarnya rasio utang, tetapi juga memiliki konteks mengenai profitabilitas perusahaan.

Bagi investor yang memperhatikan risiko struktur modal, perbandingan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli. Rasio leverage yang tercatat tetap perlu ditempatkan dalam konteks bisnis dan indikator keuangan lainnya.

Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub

Baca juga

Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub

Drone

4. Dividen BUMI pada Data Terbaru

Pertimbangan keempat adalah potensi imbal hasil dari dividen. Pada data yang digunakan dalam artikel ini, dividend per share atau DPS BUMI tidak tercatat. Dividend yield juga tidak tersedia.

Ketiadaan data tersebut penting diperhatikan, terutama bagi investor yang menjadikan dividen sebagai bagian dari strategi investasi. Artinya, berdasarkan katalog yang digunakan per 7 Oktober 2026, artikel ini tidak dapat menggunakan angka DPS atau dividend yield untuk memperkirakan imbal hasil dividen BUMI.

Dengan demikian, catatan return harga menjadi salah satu informasi lain yang dapat diamati. Namun, return historis juga tidak menjamin hasil pada periode berikutnya, sehingga tetap perlu dibaca bersama fundamental perusahaan.

5. Pola Return Bulanan BUMI di 2026

Pertimbangan kelima adalah pola return bulanan. Sepanjang 2026, BUMI mencatat kenaikan pada April sebesar 11,11%, Juli 25,00%, Agustus 16,36%, dan Oktober 2,86%. Sebaliknya, Januari turun 29,51% dan Mei melemah 30,00%, sementara Februari berada di 0,00%.

Sponsored

Rata-rata return bulanan BUMI pada 2026 tercatat -5,07%. Sebagai pembanding, rata-rata tahunan pada 2025 berada di +12,55%. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kinerja saham dapat berubah cukup jauh antarkurun waktu.

Dalam periode Juli sampai September 2026, gabungan return berdasarkan perhitungan dari data bulanan mencapai sekitar 32,58%. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup besar dalam periode tersebut, tetapi tidak berarti harga BUMI bergerak naik setiap bulan. Karena itu, periode pengamatan perlu diperhatikan ketika membaca kinerja saham.

Apakah BUMI Masih Relevan untuk Dipantau?

Lima indikator tersebut memberikan gambaran yang berbeda mengenai BUMI. Dari sisi valuasi, saham ini memiliki P/E 32,09 dan P/B 2,24. Profitabilitasnya tercermin dari ROE 7,07%, sementara DER berada di 0,99 kali. Data dividen tidak tercatat, sedangkan gabungan return Juli sampai September mencapai sekitar 32,58%.

Tidak ada satu angka yang cukup untuk menentukan relevansi sebuah saham. Kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir dapat menjadi alasan untuk memantau BUMI, tetapi investor tetap perlu melihat apakah valuasi, profitabilitas, struktur modal, dan tujuan investasinya sesuai dengan keputusan yang akan diambil.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Mulai Berinvestasi di Makmur

Setelah memahami lima pertimbangan tersebut, Anda dapat memantau BUMI melalui Makmur. Cari kode BUMI untuk melihat pergerakan sahamnya, lalu cocokkan kembali dengan data P/E, P/B, ROE, DER, dan return bulanan yang telah dibahas.

Gunakan informasi tersebut sebagai bahan riset sebelum menentukan waktu dan porsi pembelian. Dengan membandingkan beberapa indikator sekaligus, Anda dapat menilai BUMI secara lebih menyeluruh daripada hanya melihat kenaikan harga dalam satu periode. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko Anda.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Author profile picture

Liu Purnomo

@liupurnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Table of Contents

  • 1. Valuasi BUMI Lewat P/E, P/S, dan P/B
  • 2. Profitabilitas BUMI dari ROA, ROE, dan Margin
  • 3. Leverage BUMI dan Posisi DER
  • 4. Dividen BUMI pada Data Terbaru
  • 5. Pola Return Bulanan BUMI di 2026
  • Apakah BUMI Masih Relevan untuk Dipantau?
  • Mulai Berinvestasi di Makmur

Sponsored

Tulisan Terbaru

  • Panduan Fitur Fly Zone di Drone Indonesia untuk Pilot
    Drone
  • Panduan Kurikulum Remote Pilot SPUKTA Resmi Kemenhub
    Drone
  • Panduan Fitur Interaksi Blog Ini
    Tutorial
  • Panduan Pengaturan Profil dan Dashboard Pengguna Blog
    Tutorial
  • Mengenal Struktur Homepage Blog dan Navigasi Bertema Aviasi
    Tutorial

Data tersebut dapat menjadi titik awal untuk memahami posisi BUMI sebelum mengambil keputusan investasi. Anda dapat memantau saham BUMI melalui Makmur aplikasi saham terbaik versi Infovesta, kemudian membandingkan pergerakan harganya dengan rasio fundamental dan catatan return yang tersedia.

Tangkapan Layar Saham Bumi
Tangkapan Layar Saham Bumi