
NWSLogbook entry
Drone LiDAR Ungkap Gua Perlindungan dan Seni Cadas di Australia
Peneliti University of Sydney dan komunitas Aborigin Dharug menemukan ceruk batu dan seni cadas tersembunyi di tebing Blue Mountains menggunakan drone LiDAR.
Departures

NWSLogbook entry
Peneliti University of Sydney dan komunitas Aborigin Dharug menemukan ceruk batu dan seni cadas tersembunyi di tebing Blue Mountains menggunakan drone LiDAR.
SYDNEY. Tim peneliti dari University of Sydney bersama Dharug Custodian Aboriginal Corporation mendeteksi tempat perlindungan batu dan seni cadas yang tersembunyi di kawasan tebing Blue Mountains menggunakan drone berteknologi LiDAR.
Riset yang terbit di jurnal Remote Sensing tersebut memadukan pemindaian laser udara dan pemodelan komputer untuk menembus tutupan kanopi hutan eukaliptus yang lebat. Medan Blue Mountains di barat Sydney memiliki jurang batu pasir yang dalam, sehingga pencarian peninggalan arkeologi lewat jalur darat kerap terlewat oleh tim survei.
Sistem sensor LiDAR memancarkan pulse laser ke permukaan bumi dan menghitung waktu pantulannya. Sebagian pulse laser menyusup melalui celah pepohonan untuk memetakan kontur tanah di bawah kanopi. Penggunaan LiDAR untuk topografi menggunakan drone melengkapi data spasial wilayah yang sulit dijangkau manusia.

Peneliti membandingkan dua sumber data pada area seluas 1.057 kilometer persegi. Sumber pertama memanfaatkan data pesawat terbang milik pemerintah New South Wales dengan kerapatan minimal 0,5 titik per meter persegi. Sumber kedua mengandalkan drone yang terbang pada ketinggian 75 meter, menghasilkan kerapatan minimal 100 titik per meter persegi di empat zona terpilih.
Model komputer yang dibangun pada perangkat lunak ArcGIS Pro memindai lereng curam, selisih tinggi tanah yang mencolok dalam area sempit, serta cekungan di dekat area terbuka. Dari penyaringan tersebut, model data pesawat menghasilkan 751.655 deteksi di seluruh kawasan, sedangkan model drone mencatat 2.017 titik di empat zona fokus.
Survei lapangan menemukan tiga tempat perlindungan batu yang belum pernah tercatat resmi. Lokasi BM139 menyimpan tiga artefak batu berukuran besar di lantainya. Lokasi BM140 memuat 21 artefak batu dan panel dinding berisi dua cetakan stensil tangan berwarna merah berukuran 35 kali 15 sentimeter. Lokasi BM141 mengungkap 26 artefak batu dari pemeriksaan permukaan singkat.
Atas permintaan komunitas adat Dharug, para peneliti tidak memublikasikan koordinat rinci lokasi maupun dokumentasi foto karya seni cadas dan perkakas batu demi perlindungan situs. Tim gabungan masih melanjutkan verifikasi titik temuan lain di Blue Mountains, sebelum menguji coba metode pemindaian serupa di Arnhem Land barat dan New South Wales bagian barat.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Peneliti memverifikasi data awan titik tiga dimensi secara visual dan mendatangi langsung 19 lokasi kandidat terkuat. Seluruh lokasi yang diperiksa di lapangan terbukti merupakan tempat perlindungan tebing batu, ceruk gantung, atau rongga batu bawah tebing. Verifikasi lapangan ini sekaligus mempertegas manfaat dan kegunaan drone untuk inventarisasi cagar budaya secara presisi.

Metode pemindaian udara ini mendeteksi enam gua batu yang sebelumnya telah terdaftar dalam basis data warisan budaya, antara lain Honey Upgrade, Morley’s Creek, dan Emu Cave. Koordinat lama dalam arsip pemerintah memiliki deviasi 1,78 meter hingga 30,10 meter dari batas atap batuan terluar yang diukur menggunakan penerima GNSS, bahkan sebagian catatan masa lalu meleset hingga ratusan meter. Sebaliknya, deteksi sensor laser mendarat jauh lebih dekat pada posisi fisik tebing.
Keunggulan sensor wahana tanpa awak terlihat pada situs DJ1-028, yang hanya terbaca oleh pemindaian drone dan luput dari data pesawat terbang biasa. Keberhasilan ini menambah daftar efektivitas pemetaan menggunakan drone dalam membaca lanskap alam yang rumit.