Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures
Drone LiDAR Ungkap Gua Perlindungan dan Seni Cadas di Australia

NWSLogbook entry

Drone LiDAR Ungkap Gua Perlindungan dan Seni Cadas di Australia

Peneliti University of Sydney dan komunitas Aborigin Dharug menemukan ceruk batu dan seni cadas tersembunyi di tebing Blue Mountains menggunakan drone LiDAR.

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 18 Oktober 2026
News

Sponsored

Flight Briefing · Newsletter

Suka tulisan ini? Dapatkan artikel berikutnya lewat email.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

Frequencies

  • #Drone LiDAR
  • #Arkeologi
  • #University of Sydney
  • #Blue Mountains
  • #Sensor Udara

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator

Flight Briefing · Newsletter

Artikel pilihan, langsung ke inbox.

Catatan terbaru soal drone, regulasi penerbangan, dan software, dikirim sesekali saja.

Tanpa spam. Berhenti kapan saja lewat link di setiap email.

0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

SYDNEY. Tim peneliti dari University of Sydney bersama Dharug Custodian Aboriginal Corporation mendeteksi tempat perlindungan batu dan seni cadas yang tersembunyi di kawasan tebing Blue Mountains menggunakan drone berteknologi LiDAR.

Riset yang terbit di jurnal Remote Sensing tersebut memadukan pemindaian laser udara dan pemodelan komputer untuk menembus tutupan kanopi hutan eukaliptus yang lebat. Medan Blue Mountains di barat Sydney memiliki jurang batu pasir yang dalam, sehingga pencarian peninggalan arkeologi lewat jalur darat kerap terlewat oleh tim survei.

Publication

Bongers, J. L., Brennan, W., Wilkins, E., Roach, L., Nutman, E., Lehner, J. W., & Way, A. M. (2026). LiDAR-assisted survey locates unregistered rock shelters in the Blue Mountains, Australia. Remote Sensing, 18(20), 3495. doi:10.3390/rs18203495

Sistem sensor LiDAR memancarkan pulse laser ke permukaan bumi dan menghitung waktu pantulannya. Sebagian pulse laser menyusup melalui celah pepohonan untuk memetakan kontur tanah di bawah kanopi. Penggunaan LiDAR untuk topografi menggunakan drone melengkapi data spasial wilayah yang sulit dijangkau manusia.

Bagian dalam ceruk perlindungan batu Honey Upgrade di Blue Mountains Australia
Interior tempat perlindungan batu Honey Upgrade di kawasan Blue Mountains yang teridentifikasi lewat pemindaian laser.

Perbandingan Dua Sumber Data

Peneliti membandingkan dua sumber data pada area seluas 1.057 kilometer persegi. Sumber pertama memanfaatkan data pesawat terbang milik pemerintah New South Wales dengan kerapatan minimal 0,5 titik per meter persegi. Sumber kedua mengandalkan drone yang terbang pada ketinggian 75 meter, menghasilkan kerapatan minimal 100 titik per meter persegi di empat zona terpilih.

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

Baca juga

DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan Objek

News

Model komputer yang dibangun pada perangkat lunak ArcGIS Pro memindai lereng curam, selisih tinggi tanah yang mencolok dalam area sempit, serta cekungan di dekat area terbuka. Dari penyaringan tersebut, model data pesawat menghasilkan 751.655 deteksi di seluruh kawasan, sedangkan model drone mencatat 2.017 titik di empat zona fokus.

Penemuan Ceruk dan Artefak Baru

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Survei lapangan menemukan tiga tempat perlindungan batu yang belum pernah tercatat resmi. Lokasi BM139 menyimpan tiga artefak batu berukuran besar di lantainya. Lokasi BM140 memuat 21 artefak batu dan panel dinding berisi dua cetakan stensil tangan berwarna merah berukuran 35 kali 15 sentimeter. Lokasi BM141 mengungkap 26 artefak batu dari pemeriksaan permukaan singkat.

Atas permintaan komunitas adat Dharug, para peneliti tidak memublikasikan koordinat rinci lokasi maupun dokumentasi foto karya seni cadas dan perkakas batu demi perlindungan situs. Tim gabungan masih melanjutkan verifikasi titik temuan lain di Blue Mountains, sebelum menguji coba metode pemindaian serupa di Arnhem Land barat dan New South Wales bagian barat.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01NWSNWS18 Oct 2026DJI Rilis Firmware Osmo Pocket 4, Permudah Pelacakan ObjekDJI meluncurkan pembaruan firmware v01.04.12.16 untuk Osmo Pocket 4 yang menghadirkan pintasan ActiveTrack pada tombol kustom dan transfer berkas otomatis.Sector NewsDuration--Boarding
  2. Gate 02NWSNWS18 Oct 2026Drone Petugas Padamkan Karhutla 200 Ekar di Missouri Usai Api Melompati SungaiDrone pemadam kebakaran Logan-Rogersville mendeteksi lompatan api melintasi sungai pada kebakaran lahan 200 ekar di Stone County, Missouri.Sector NewsDuration--Boarding
  3. Gate 03NWSNWS18 Oct 2026Zipline Bukukan 3 Juta Pengiriman 10 Tahun di RwandaZipline memperingati 10 tahun operasi drone medis di Rwanda dengan capaian lebih dari tiga juta pengiriman dan perluasan kerja sama ke Pantai Gading.Sector NewsDuration--Boarding
  4. Gate 04NWSNWS18 Oct 2026BAE Systems Luncurkan Senjata Gelombang Mikro Pelumpuh Kawanan DroneBAE Systems memperkenalkan senjata gelombang mikro daya tinggi yang mampu melumpuhkan sirkuit elektronik kawanan drone tanpa memerlukan rudal anti-pesawat berbiaya mahal.Sector NewsDuration--Boarding
  1. WPT 01Perbandingan Dua Sumber Data
  2. WPT 02Penemuan Ceruk dan Artefak Baru

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 19 OCTDRNFire Monitoring Drone Solusi Nyata Karhutla di IndonesiaOn time
  2. 19 OCTDRNSyarat dan Cara Mendapatkan Sertifikat Remote PilotOn time
  3. 19 OCTEDTDrone First Responder Norfolk Mengubah Standar Patroli UdaraOn time
  4. 19 OCTEDTDrone Cloud Seeding dan Babak Baru Modifikasi Cuaca PresisiOn time
  5. 19 OCTEDTLarangan Drone di Beijing dan Paradoks Ekonomi AviasiOn time
All departures

Peneliti memverifikasi data awan titik tiga dimensi secara visual dan mendatangi langsung 19 lokasi kandidat terkuat. Seluruh lokasi yang diperiksa di lapangan terbukti merupakan tempat perlindungan tebing batu, ceruk gantung, atau rongga batu bawah tebing. Verifikasi lapangan ini sekaligus mempertegas manfaat dan kegunaan drone untuk inventarisasi cagar budaya secara presisi.

Peta perbandingan deteksi LiDAR dengan batas tetesan air dan foto interior gua Emu Cave
Peta koordinat deteksi LiDAR yang berhimpitan dengan garis batas atap Emu Cave serta dokumentasi bagian dalam gua.

Metode pemindaian udara ini mendeteksi enam gua batu yang sebelumnya telah terdaftar dalam basis data warisan budaya, antara lain Honey Upgrade, Morley’s Creek, dan Emu Cave. Koordinat lama dalam arsip pemerintah memiliki deviasi 1,78 meter hingga 30,10 meter dari batas atap batuan terluar yang diukur menggunakan penerima GNSS, bahkan sebagian catatan masa lalu meleset hingga ratusan meter. Sebaliknya, deteksi sensor laser mendarat jauh lebih dekat pada posisi fisik tebing.

Keunggulan sensor wahana tanpa awak terlihat pada situs DJ1-028, yang hanya terbaca oleh pemindaian drone dan luput dari data pesawat terbang biasa. Keberhasilan ini menambah daftar efektivitas pemetaan menggunakan drone dalam membaca lanskap alam yang rumit.