
NWSLogbook entry
Ditpolairud NTT Kerahkan Sonar dan Drone Bawah Laut Cari Korban KM Feronia
Ditpolairud Polda NTT mengerahkan sonar dan drone bawah laut untuk mencari korban KM Feronia di Taman Nasional Komodo sebelum operasi resmi ditutup.
Departures

NWSLogbook entry
Ditpolairud Polda NTT mengerahkan sonar dan drone bawah laut untuk mencari korban KM Feronia di Taman Nasional Komodo sebelum operasi resmi ditutup.
KUPANG, Sabtu (24/10/2026) — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan teknologi sonar dan drone robot bawah air untuk mencari korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Operasi pencarian berlangsung selama 10 hari hingga resmi dihentikan oleh Basarnas Maumere pada Kamis (22/10/2026). Sebanyak 76 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, serta warga setempat dilibatkan dalam operasi tersebut.
Penyisiran difokuskan pada titik awal tenggelamnya kapal serta wilayah pergeseran arus, mencakup perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, dan Sebayur. Korban yang belum ditemukan berinisial VBJ (23), seorang dive master yang berdomisili di Kompleks Bandara Batu Cermin, Labuan Bajo.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda NTT Komisaris Besar Polisi Irwan Deffi Nasution mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah sarana utama untuk membantu tim SAR gabungan selama penyisiran dasar perairan.
"Sampai dengan hari kesepuluh pencarian korban tenggelam yang merupakan dive master belum juga ditemukan, walaupun sejumlah alat canggih sudah diterjunkan," kata Irwan di Kupang, Sabtu (24/10/2026).
Ditpolairud Polda NTT menurunkan satu unit kapal pemburu cepat KPC 2007, satu unit rigid inflatable boat (RIB) 02, sonar single beam, dan drone bawah air. Tim SAR gabungan juga mengoperasikan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Farmindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya dengan dukungan KRI Pulau Fani-731, armada KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang, serta RIB Lanal Labuan Bajo.
Teknologi sonar bekerja dengan memancarkan pulsa gelombang akustik berfrekuensi tinggi menuju dasar laut, lalu menangkap kembali pantulan gelombang untuk mengidentifikasi kontur maupun anomali wujud benda di bawah air. Sementara itu, wahana selam nirawak atau ROV berfungsi mengirimkan rekaman visual secara langsung ke permukaan untuk memastikan target yang terdeteksi sonar di area yang sulit dijangkau penyelam.
Irwan menyebutkan, dinamika pergerakan air di kawasan selat menjadi hambatan utama dalam membaca hasil deteksi sensor maupun navigasi wahana selam nirkabel.
"Berdasarkan evaluasi dan analisis hasil rekaman drone bawah air serta pencarian menggunakan sonar keberadaan korban maupun bangkai kapal KM Feronia masih nihil. Faktor arus bawah laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan," ujar Irwan.
Meskipun operasi pencarian gabungan resmi ditutup, personel Ditpolairud Polda NTT melalui Markas Unit Labuan Bajo tetap menggelar patroli rutin di perairan Taman Nasional Komodo. Kepolisian meminta kapal wisata dan nelayan melapor ke layanan 101 SPKT Polres Manggarai Barat jika menemukan petunjuk bangkai kapal, sementara agenda doa bersama disiapkan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
You must be logged in to comment
No comments yet. Be the first to comment!

Written by
Liu PurnomoI'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!
More articles headed the same way as this one.
Pemanfaatan teknologi nirawak ini memperluas fungsi armada nirawak dalam misi kemanusiaan, melengkapi keragaman 10 manfaat dan kegunaan drone dalam berbagai bidang serta penerapan wahana khusus pada aksi dengung penyelamat di tengah krisis.