Training Trinity F90+ di IPB
Training Trinity F90+ di IPB

Training Trinity F90+ di IPB dilakukan selama 4 hari, dari tanggal 19 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2020. Pelatihan ini dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi dalam ruangan, dan luar ruangan. Untuk praktek lapangan, dilakukan di lahan milik IPB di Cigudeg.

Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS, dan diikuti oleh Prof Dr. Ir. Lilik Budi Prasetyo, M.Sc, Dr. Yudi Setiawan, M.Sc, Arif Kurnia Wijayanto, S. TP., M.Sc, Aswin Rahadian, S.Hut., M.Si, dan Sahid Agustian Hudjimartsu, S.T., M.Kom. Para peserta merupakan Guru Besar, Dosen dan peneliti di IPB Darmaga Bogor.

Adapun pelajaran yang disampaikan dalam training ini meliputi;

  1. Technical spesifications of Trinity F90+
  2. Flight preparation, mission planning and flight analysis in QBase
  3. Post processing kinematic systems
  4. Emergency procedure in extreme situation, normal situation, manual override for Trinity F90+
  5. Situational awareness for Trinity F90+ systems behaviour
  6. Mobile & tactical scenario for beyond visual line of sight (BVLOS) flight
  7. Maintenance and trouble shooting
  8. Data processing in QBase

Alur Kegiatan Training Trinity F90+ Quantum Systems

Hari pertama, peserta dikenalkan dengan Trinity F90+ dan teknologinya. Kemudian juga dikenalkan dengan Qbase, aplikasi mission planner milik Quantum Systems. Yovist Taufan selaku trainer, dibantu oleh Liu Purnomo dan Gilang Ramadhan. Antusiasme peserta membuat jadwal hari pertama yang seharusnya selesai pukul 16.00, ternyata selesai pukul 18.00.

Om Yovist sedang mengamati Pak Yudi memasang Baterai Drone
Pak Yovist sedang mengamati Pak Yudi praktek memasang Baterai Drone

Hari kedua, peserta mulai belajar cara mengoperasikan drone Trinity F90+. Meski para peserta pelatihan belum ada yang pernah mengoperasikan Fixed Wing, ternyata tidak menemukan kendala yang berarti saat mengoperasikan drone Trintity F90+ ini.

Hari ketiga, untuk memperkaya pengalaman peserta, kegiatan praktek terbang dilakukan di lahan tricky hilly area, dilahan milik IPB di Cigudeg.

Pada hari keempat, kegiatan ditutup dengan pengolahan data hasil terbang, dipadukan juga dengan data GCP.

Peserta belajar melakukan kalibrasi magnetometer
Peserta belajar melakukan kalibrasi magnetometer

Peserta diajak untuk mengenal lebih dalam drone eVTOL ini, mulai dari komponennya, sampai ke cara mengupdate drone. Baik update PMB, ESC dan lain sebagainya.

Semua peserta diminta untuk menginstal Aplikasi Qbase, dimana aplikasi ini merupakan hal mendasar yang harus diikuasai oleh pengguna drone Quantum Systems. Seluruh operasi pada drone Trinity F90+ berpusat di Qbase, mulai dari Update – update, flight planning, flight monitoring, sampai ke geotagged foto hasil penerbangan.

Qbase, Aplikasi untuk drone Quantum Systems
Qbase, Aplikasi untuk drone Quantum Systems

Om Yovist Taufan, selaku trainer menyampaikan banyak tips dan triks berdasarkan dari pengalaman nyata dilapangan, berhadapan dengan medan sulit dan kondisi cuaca yang tidak biasa di Indonesia.

Pembuatan misi menjadi point penting lainnya yang ditekankan oleh Om Yovist. Sebelum membuat misi, peserta diingatkan soal preflight checking list.

Foto bersama hari pertama
Foto bersama hari pertama

Tactical Aerial Mapping

Tactical Aerial Mapping adalah Kemampuan tim akuisisi data pemetaan menggunakan drone yang bisa menyesuaikan kegiatan akuisisi data di segala medan dan kondisi terrain serta memiliki kemampuan untuk mengambil solusi-solusi terhadap permasalahan di lapangan. Cigudeg merupakan wilayah yang ideal untuk mempraktikan tactical aerial mapping ini.

Pada penerbangan Cigudeg, tim Fakultas Kehutanan beserta trainer dan tim mendiskusikan secara real kondisi lapangan. Ada beberapa skenario misi, melanjutkan dengan mengaktifkan terrain following atau terbang rendah di 150 meter sehingga GSD di lembah tetap bisa pada standar resolusi yang bisa dianalisa.

Tricky area mapping di Cigudeg
Tricky area mapping di Cigudeg dengan skenario flight plan yang Terrain Following

Untuk tahap pengenalan medan, maka diputuskan untuk terbang tanpa terrain following. Keputusan ini diambil berdasarkan kondisi real medan yang akan disurvei. Titik take off terhalang oleh pepohonan dengan elevasi diatas 40 meter, sedangkan area yang disurvei ada dilembah.

Drone Trinity F90+ take off depan rektorat IPB
Drone Trinity F90+ take off di depan rektorat IPB

Dengan mengaktifkan terrain following maka pesawat akan berada di bawah titik take off. Disinilah kemampuan taktikal tim diuji, hingga akhirnya tim memutuskan untuk menerbangkan UAV di ketinggian 150 meter dan melakukan simulasi di QBASE. Saat semua indikator hijau, maka penerbangan dianggap aman.

Indikator merah pada misi menunjukkan misi ini belum bagus, harus dirubah
Indikator merah pada misi menunjukkan misi ini belum bagus, harus dirubah

Seluruh perencanaan disusun dengan skenario pesimis dan memperhatikan GSD Foto, keselamatan penerbangan dikondisi angin turbulensi (seperti yang diajarkan dalam sertifikasi FASI). Maka seluruh perencanaan misi diatur maksimal 40% penggunaan baterai dan maksimal 40 menit misi.

Pada saat pelaksanaan, beberapa misi berjalan sesuai dengan perencanaan. Namun ada misi yang benar-benar menguras baterai hingga 2 kali lipat sampai 75% untuk misi dan tersisa 25% untuk landing.

Indikator merah pada path menuju homepoint
Indikator merah pada path dari homepoint menuju misi menunjukkan drone akan menabrak jika skenario misi ini digunakan

Dari pelatihan inilah, akhirnya tim Fakultas Kehutanan IPB mendapatkan gambaran untuk melakukan penerbangan rendah di area tepi pantai, pegunungan dan di area turbulensi seperti perbukitan. Dimana seluruh perencanaan misi akan selalu dibuat dengan skenario pesimis, sehingga UAV akan memiliki banyak cadangan energi untuk diambil alih manual atau dikendalikan oleh Pilot In Command.

Pak Sahid sedang menganalisa rencana penerbangan di cigudeg
Pak Sahid sedang menganalisa rencana penerbangan di cigudeg
Memantau arah dan kecepatan angin di lokasi take off
Memantau arah dan kecepatan angin di lokasi take off

Pada saat terbang, tim dibagi menjadi 2, yaitu tim pilot (yang membawa remot), dan tim GCS (ground control station). Tim remote tetap berada pada homepoint, semetara tim GCS mendekati area misi agar drone tetap mendapatkan sinyal.

Tactical Aerial Mapping
Tactical Aerial Mapping – Tim GCS menggunakan mobil untuk mendekati lokasi misi agar sinyal drone tetap terhubung dengan laptop
Tim GCS sedang memantau drone
Tim GCS sedang memantau drone dari laptop didalam mobil yang bergerak mendekati posisi drone agar sinyal tetap kuat.

Hasil data foto udara

Kampus yang terletak di Kecamatan Dramaga bogor ini memiliki luas 200 hektar lebih ini berdiri di permukaan bumi yang relatif datar, sehingga sangat mudah untuk dipetakan.

Pada pelatihan drone kali ini, peserta pelatihan juga diminta untuk melakukan pemetaan di wilayah kampus, dengan luas hanya 200 hektar lebih, akan diambil dalam 2 kali penerbangan.

Untuk memperoleh data yang akurat dan detail, tim telah menyiapkan GCP dipasang 5 Titik GCP, sedangkan misi di set di ketinggian 150 meter dan terrain following untuk memastikan foto yang diambil bisa dibawah 4 cm GSD nya.

Dari penerbangan ini, diperoleh data sebanyak 1.977 foto resolusi tinggi dengan GSD (ground sampling distance) 3.49 cm/pixel.

Laporan Hasil Pengolahan Pemetaan dengan GSD 3.49 cm/pixel
Laporan Hasil Pengolahan Pemetaan dengan GSD 3.49 cm/pixel
RSME GCP mencapai 3 mm
RSME GCP mencapai 3 mm
Peta Kampus IPB
Peta Kampus IPB
Training Trinity F90+ IPB Darmaga Bogor
Training Trinity F90+ IPB Darmaga Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here