Tips

Tips Memilih drone yang tepat untuk pemetaan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Memilih drone yang tepat untuk pemetaan bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, sehingga nantinya, drone bisa benar – benar berdayaguna.

Ada banyak sekali jenis drone yang bisa dipilih, bahkan karena banyaknya, kita sampai dibuat bingung.

Agar tidak bingung, dibawah ini beberapa kriteria yang bisa dipertimbangkan dalam memilih drone untuk pemetaan;

Daftar Konten

Klik salah satu judul untuk langsung membaca point tersebut.

A. Daya jelajah (Flight Time)
B. Akurasi dan sistem navigasi
C. Portabelitas, mudah dibawa kemana – mana
D. Kekuatan sinyal antara drone & GCS
E. Sensor dan kamera
F. Gampang di operasikan, termasuk proses take off & landing
G. Dukungan aplikasi pembuat misi

Lebih jauh tentang pemetaan menggunakan drone bisa anda baca pada artikel dibawah ini, klik dalam kotak dibawah ini untuk memabca lebih banyak.

Pemetaan Menggunakan Drone
+ Kembali ke daftar konten

A. Daya jelajah (Flight Time)

Daya jelajah drone adalah salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan saat akan membeli drone. Apalagi untuk tujuan khusus pemetaan.

Kebanyakan drone buatan DJI mampu terbang selama 15 – 30 Menit. Dengan catatan cuaca normal dan tidak terlalu banyak angin. Dalam kondisi angin kencang, bisa lebih cepat lagi durasi terbangnya.

Fixed Wing, Drone dengan daya jalajah lebih jauh

Semakin lama waktu terbangnya, semakin besar pula area yang di cover.

Inilah salah satu alasan mengapa drone jenis DJI ini sangat tidak cocok untuk kegiatan pemetaan skala luas.

Untuk luas wilayah yang lebih besar. Kita bisa menggunakan jenis drone VTOL, dengan Vertical Take Off and Landing, seperti Trinity F9 buatan Quantum System.

Gunakan Drone Copter untuk luas wilayah dibawah 2000 Ha, Jika lebih luas daripada itu, penggunaan Copter sudah sangat tidak efektif, gunakan Fixed Wing yang mampu terbang sampai dengan 60 menit

TIPS 1
+ Kembali ke daftar konten

B. Akurasi dan sistem navigasi

Sistem Navigasi yang digunakan pada drone sangat mempengaruhi hasil, ada banyak tipe sistem navigasi yang digunakan pada drone. Pada umumnya 3 Sistem, yaitu GPS, GLONASS dan Galileo.

Nama SatelitGPSGLONASSGalileo
PemilikAmerikaRusiaEU
AreaGlobalGlobalGlobal
Banyak SatelitTotal ada 31, namun yg digunakan hanya 242818 satellites in orbit,
15 fully operation capable,
11 currently healthy,
30 operational satellites budgeted
Frekuensi1.57542 GHz (L1 signal)
1.2276 GHz (L2 signal)
Around 1.602 GHz (SP)
Around 1.246 GHz (SP)
1.164–1.215 GHz (E5a and E5b)
1.260–1.300 GHz (E6)
1.559–1.592 GHz (E2-L1-E11)
StatusAktif BeroperasiAktif BeroperasiAktif Beroperasi
Presisi15m (tanpa DGPS atau WAAS)4.5m – 7.4m1 m (Public)
0.01m (Encrypted)
Ketinggian Orbit20,180 km (12,539 mi)19,130 km (11,887 mi)23,222 km (14,429 mi)

Kebanyakan drone DJI mampu menangkap sinyal satelit GPS dan GLONASS. Masih jarang menggunakan Galileo.

Menggunakan RTK & PPK

Selain jenis satelit, sistem pengukuran pada dronenya sendiri juga mempengaruhi akurasi pengukuran drone. Ada dua model sistem drone, yaitu Real Time Kinematic (RTK) dan Post Processing Kinematic (PPK).

Selain menggunakan RTK dan PPK, pemasangan GCP juga sangat membantu dalam peningkatan akurasi pemetaan drone.

Namun tentu saja, pengukuran dengan drone masih kalah jika dibandingkan dengan metode topografi darat.

Untuk pengukuran lebih presisi, gunakan drone yang mendukung RTK atau PPK

TIPS 2
+ Kembali ke daftar konten

C. Portabelitas, mudah dibawa kemana – mana

Tantangan utama bagi seorang surveyor udara adalah medannya yang ekstrim, tidak jarang kita harus menerobos hutan belantara untuk melaksanakan tugas.

Dalam keadaan demikian, kita dipaksa untuk membawa peralatan pemetaan, termasuk drone.

Beberapa tempat justru belum ada jalan yang bisa di akses. Boro – boro jalan mobil, motor pun belum tentu bisa masuk.

Dalam kondisi yang seperti ini, kita membutuhkan perangkat yang portabel serta mudah dibawa kemana – mana.

Cari peralatan yang mudah dibawa, juga tahan terhadap goncangan, kemas dengan rapi

TIPS 3
+ Kembali ke daftar konten

D. Kekuatan sinyal antara drone & GCS

Kekuatan sinyal adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, kondisi drone hilang sinyal bisa berakibat fatal bagi keselamatan dan keamanan drone.

Tanpa siyal, kita tidak bisa melakukan monitoring kondisi drone yang realtime.

Jika masih tetap terhubung, kita bisa memantau dengan baik kondisi drone, juga bisa dengan mudah mengambil tindakan saat ada hal – hal yang tidak diinginkan terjadi.

Jaringan yang sering digunakan adalah 2.4Ghz dan 5.8Ghz. Kedua jaringan ini paling banyak digunakan publik, oleh karenanya drone kadang ter-interferensi.

Menggunakan perangkat tambahan telemetry adalah salah satu cara agar kekuatan sinyal drone bisa bertambah.

Cari drone yang kuat sinyalnya, sehingga tidak mudah loss connection

TIPS 4
+ Kembali ke daftar konten

E. Sensor dan kamera

Saat ini, tidak hanya RGB, drone sudah bisa membawa kamera dan sensor yang beragam.

Drone Dengan Sensor LiDAR

Beberapa jenis kamera dan sensor yang digunakan di drone adalah sebagai berikut ;

1. Kamera RGB

Kamera RGB atau kamera biasa adalah jenis kamera yang paling banyak digunakan untuk pemetaan. Dengan kamera ini, kita bisa menghasilkan orthophoto.

Contoh kamera dengan sensor RGB

Selain bisa menghasilkan RGB, kamera dengan sensor ini bisa digunakan untuk menghasilkan Model Elevasi Digital (DEM), meski tidak seakurat Laser Scanner.

2. Kamera Multispektral

Kamera multispectral memiliki data dengan frekuensi sangat detail yang disuguhkan dalam spektrum elektromagnetik. Panjang gelombang elektromagnetik dibagi dalam beberapa filter dengan menggunakan beberapa instrumen yang sensitif dengan panjang gelombang, termasuk dari frekuensi penglihatan manusia.

Frekuensi penglihatan manusia berapa antara 400 sampai 700 nm, yang artinya bahwa manusia hanya bisa membedakan warna dari ungu sampai merah.

Dengan menggunakan kamera FLIR thermal ini, kita dapat melihat spektrum cahaya lain yang sangat bermanfaat bagi berbagai macam kebutuhan misalnya:

  1. Untuk penyelidikan kesuburan tanaman, mengidentifikasi munculnya hama, yang semakin membuat efisien upaya pemeliharan tanaman pertanian.
  2. Digunakan sebagai penanda awal munculnya titik api sebelum melebar menjadi kebakaran hebat.
  3. Mendeteksi keberadaan makluk hidup berdasarkan suhu tubuh.
  4. Bisa digunakan dalam upaya pendeteksian korban bencana alam yang sulit dijangkau.

Pembagian Spektrum Multispektral

GelombangPanjang EnergiPemanfaatan
Biru450-520 nmDigunakan untuk pencitraan gambar yang ada di atmosfer dan bawah air dengan tingkat kedalaman hingga 50 m
Hijau520-600 nmUntuk pencitraan gambar agrikultural dan struktur bawah air dengan kedalaman hingga 30 m
Merah600-690 nmPencitraan benda-benda buatan manusia, obyek di bawah air dengan kedalam 9 m, pertambangan, dan perkebunan dan pertanian
Near Infrared (NIR)750-900 nmUntuk perkebunan dan Pertanian
Mid Infrared (MIR)1550-1750 nmBanyak diaplikasikan pada kebutuhan agrikultural, tingkat kesuburan tanah, dan upaya pemadaman titik api di hutan
Far Infrared (FIR)2080-2350 nmDigunakan untuk pengecekkan kesuburan tanah, pertambangan, dan pemadaman titik api di hutan
Thermal Infrared10400-125000 nmDigunakan untuk kebutuhan pertambangan, upaya pemadaman titik api di hutan, dan penelitian di malam hari.
Contoh Jenis Kamera Multispektral

3. Sensor LiDAR

LiDAR adalah singkatan dari Light Detecting and Ranging. LiDAR bekerja dengan cara yang mirip dengan Radar dan Sonar namun menggunakan gelombang cahaya dari laser, bukan gelombang radio atau suara.

Contoh Sensor LiDAR yang sering dipasang di UAV

Sistem LiDAR menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menabrak objek atau permukaan dan memantulkan kembali ke pemindai.

Jarak kemudian dihitung menggunakan kecepatan cahaya, Ini dikenal sebagai pengukuran Flight Velocity .

Sistem LiDAR dapat menembakkan sekitar 1.000.000 pulsa per detik. Hasil pengukuran kemudian dapat diproses menjadi visualisasi 3D yang dikenal sebagai ‘titik awan’ atau Point Clouds.

Sayangnya, dengan Sensor LiDar ini, kita hanya bisa mendapatkan elevasi model saja, tidak bisa menghasilkan Orthophoto sebagaimana hasil kamera RGB.

Sensor LiDAR harganya sangat mahal, Milyaran Rupiah. Wajar jika jasa pemetaan LiDAR juga biasanya memasang tarif 1 juta sampai 1.5 Juta untuk setiap hektarnya. Output datanya pun sangat akurat

Sebelum membeli drone, pastikan kalian sudah tahu terlebih dahulu akan membuat peta apa? Jika untuk pemetaan biasa dengan hasil berupa orthophoto, maka gunakan saja kamera RGB, Namun jika kalian ingin melakukan pemetaan untuk menganalisis kesehatan tanaman maka gunakan Kamera Multispektral. Untuk Pemetaan elevasi resolusi tinggi, pakai sensor LiDAR

TIPS 5
+ Kembali ke daftar konten

F. Gampang di operasikan, termasuk proses take off & landing

Mendapatkan data yang akurat dan baik adalah tujuan utama dari proses pemetaan menggunakan drone. Namun seringkali, kita dilapangan justru sibuk dengan proses perakitan drone dan error system dronenya.

Drone rakitan seperti skywalker dan sejenisnya, memang cukup sering mengalami error.

Belum lagi proses take Off dan Landing yang membutuhkan lokasi yang luas (runway).

Oleh karenanya, memastikan drone yang kita gunakan aman dan tidak susah ditangani adalah hal tepat sebelum menyesal kemudian hari.

Drone dengan kemampuan Vertical Take Off and Landing (VTOL) adalah pilihan tepat untuk melakukan pemetaan.

TIPS 6
+ Kembali ke daftar konten

G. Dukungan aplikasi pembuat misi

Melakukan pemetaan tidak segampang menerbangan drone untuk foto dan videografi.

Dalam Pemetaan, kita harus membuat sebuah rencana terbang atau Flight Plan. rencana terbang ini bisa berbentuk kotak (grid), Memanjang (Korridor), Acak sesuai area (Poligon), dan melingkar (Circular).

Contoh Jenis MIsi Yang Sering Dibuat

Agar bisa membuat rencana terbang, kita membutuhkan aplikasi. Beda drone beda pula rencana aplikasi yang mendukungnya.

Jenis Aplikasi dan Drone Yang di Supportnya

Setiap aplikasi punya kelebihan den kekurangannya. Soal seberapa mudah digunakan juga sangat relatif, masing – masing pengguna punya pendapatnya sendiri.

Pilih drone yang didukung oleh aplikasi yang kamu kuasai

TIPS 7

Nah demikian Tips Memilih Drone Yang Tepat Untuk Pemetaan. Semoga artikel ini membantu kamu dalam mempertimbangkan akan membeli drone apa. Baca juga ebook Panduan Lengkap Pemetaan Menggunakan Drone yang telah saya tulis beberapa waktu yang lalu. Disana juga terdapat beberapa rekomendasi merek drone yang bisa kamu pilih.

Suka main drone dan Hobby jalan - jalan

2 Comments

  1. Informasi yang sangat membantu pak.

    Btw saya mau nanya soal drone keluaran xiaomi yaitu FIMI X8 SE apakah bisa digunakan untuk pemetaan mengingat harga yang lumayan terjangkau? Dan apakah aplikasi 3rd party yang bisa digunakan oleh drone tersebut untuk membuat misi pemotretannya pak? Siapa tau bapak pernah berpengalaman menggunakan drone tersebut.

    Terima kasih.

    • Terima kasih apresiasinya, sayangnyam saya belum pernah mencoba drone dimaksud, jadi tidak bisa berkomentar lebih banyak.

Write A Comment