Home
Blog
TutorialsEventsProjectsAboutContact

Menu

Departures

Latest posts

  1. 16 OCTDRNReview DJI Zenmuse H30 Series Sensor Flagship EnterpriseOn time
  2. 16 OCTDRNKebakaran Hutan, Drone Thermal, dan Modifikasi CuacaOn time
  3. 16 OCTTCHMathspocalypse dan Dampak AI terhadap Dunia Matematika ModernOn time
  4. 16 OCTDRNPanduan Sidopi Go untuk Registrasi Drone dan PilotOn time
  5. 16 OCTDRNPerusahaan Drone Terbaik 2026, 36 Pembuat Hardware dan AppOn time
All departures
Foto Udara dalam Pemetaan Menggunakan Drone

EDTLogbook entry

Foto Udara dalam Pemetaan Menggunakan Drone

Foto udara adalah foto permukaan bumi yang diambil dari udara, entah dari pesawat atau drone. Untuk pemetaan, pemotretannya harus teratur

Liu Purnomo
Oleh Liu PurnomoDi tulis tanggal 8 Oktober 2026
Editorial

Sponsored

Sponsored

Liu PurnomoCallsign · LPLiu Purnomo

Pendiri Drone Indonesia, direktur Remote Pilot Indonesia, software engineer, dan penulis tiga buku tentang drone.

Selengkapnya
seedbacklinkDMCA.com Protection StatusBanner BlogPartner Backlink.co.id

NAVJelajahi

  • Beranda
  • Blog
  • Tutorial
  • Events
  • Projects
  • Buku

INFTentang

  • Tentang Saya
  • Kerja Sama
  • Kontak
  • Buku Tamu
  • Bio Links
  • Traktir Author

SYSOthers

  • Changelog
  • Systems
  • Sitemap
  • Kalkulator GSD
  • QR Code Generator
0927

Tower online · Jakarta (WIB)

© 2026 Liu Purnomo. Some rights reserved.

Kebijakan PrivasiKetentuan Penggunaan
Ikuti tulisan baru

Kecuali dinyatakan lain, tulisan di situs ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda boleh mengutip, menyalin, menerbitkan ulang, dan menjadikannya referensi, termasuk untuk keperluan komersial, selama menyebutkan Liu Purnomo sebagai penulis dan menautkan ke artikel aslinya. Foto atau materi pihak lain, logo, dan merek dagang tidak termasuk. Ketentuan lengkap

0
0

Dulu foto udara identik dengan pesawat berawak dan kamera besar yang harganya selangit. Sekarang cukup satu drone dan tim kecil.

Area ratusan hektare bisa dipotret dalam sehari, lalu diolah jadi orthophoto, model 3D, atau peta garis.

Supaya hasilnya akurat, prinsip fotogrametrinya tetap harus dipahami.

Berikut konsep dasar foto udara dalam pemetaan menggunakan drone yang perlu kamu kuasai.

Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026

Baca juga

Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026

Editorial

Apa Itu Foto Udara dan Fotogrametri?

Foto udara adalah foto permukaan bumi yang diambil dari udara, entah dari pesawat atau drone. Untuk pemetaan, pemotretannya harus teratur.

Jalurnya rapi, tinggi terbangnya konsisten, dan antarfoto saling bertampalan.

Ilmu yang mengolah foto-foto ini menjadi data ukur disebut fotogrametri. Pekerjaannya terbagi dua.

Hasil akhirnya bisa berupa orthophoto, peta garis, DSM, DTM, atau point cloud 3D.

Sponsored

Jenis-Jenis Foto Udara

Foto tegak jadi andalan karena skalanya relatif seragam dan objek tidak saling menutupi.

Foto miring tetap berguna untuk pemodelan 3D karena sisi tegak bangunan ikut terekam. Makanya misi pemetaan kota sering menggabungkan keduanya.

Kamera Metrik vs Kamera Drone

Pesawat pemotretan konvensional memakai kamera metrik. Kamera ini dibuat khusus untuk pemetaan, lensanya stabil, dan distorsinya sangat kecil.

Drone umumnya memakai kamera non-metrik alias kamera digital biasa yang lensanya tidak dikalibrasi untuk fotogrametri.

Hoaks AI Meningkat Pesat dan Cara Kita Menghadapinya

Baca juga

Hoaks AI Meningkat Pesat dan Cara Kita Menghadapinya

Editorial

Solusinya adalah self-calibration, yaitu software menghitung parameter kamera sekaligus saat mengolah foto.

Hasilnya tetap akurat untuk peta skala besar, asal overlap dan titik kontrolnya cukup.

Skala Foto dan GSD

Skala foto udara adalah perbandingan jarak di foto dengan jarak sebenarnya di lapangan.

Sponsored

S = f / (H − h)

Kalau medannya datar, rumusnya cukup S = f / H.

Di dunia drone, yang lebih sering dipakai adalah GSD (Ground Sampling Distance), yaitu ukuran satu piksel foto di permukaan tanah.

Pro Kontra Drone Delivery dan Peluangnya di Indonesia

Baca juga

Pro Kontra Drone Delivery dan Peluangnya di Indonesia

Editorial

GSD = (ukuran piksel × tinggi terbang) / panjang fokus

Contohnya, kamera sensor 1 inci (lebar 13,2 mm, 5.472 piksel) dengan lensa 8,8 mm yang terbang di ketinggian 100 m menghasilkan GSD sekitar 2,7 cm. Turun ke 50 m, GSD jadi 1,4 cm, tapi jumlah foto dan waktu terbangnya naik sekitar empat kali.

Patokan kasarnya, peta skala 1:1.000 butuh GSD sekitar 10 cm atau lebih kecil.

Di lapangan, GSD 2 sampai 5 cm lebih sering dipakai supaya detail lebih jelas saat digitasi.

Sponsored

Sumber Distorsi pada Foto Udara

Geometri foto udara hampir selalu menyimpang dari kondisi ideal.

Penyebabnya antara lain sebagai berikut.

Pergeseran Relief

Objek yang tinggi, seperti gedung atau tower, akan tampak rebah menjauhi titik tengah foto.

Inilah yang disebut pergeseran relief.

Sertifikat Dulu atau Mahir Dulu untuk Menjadi Remote Pilot

Baca juga

Sertifikat Dulu atau Mahir Dulu untuk Menjadi Remote Pilot

Editorial

d = (r × h) / H

Karena drone terbang rendah, efek ini jauh lebih terasa dibanding foto dari pesawat.

Overlap dan Sidelap

Agar bisa diolah jadi 3D, setiap bagian lahan harus terekam di beberapa foto sekaligus.

Sponsored

Pemotretan dengan pesawat biasanya cukup memakai overlap 60% dan sidelap 20 sampai 30%.

Drone butuh lebih banyak, umumnya overlap 75 sampai 80% dan sidelap 65 sampai 70%. Alasannya, cakupan tiap foto kecil dan software berbasis Structure from Motion (SfM) perlu banyak titik yang sama di banyak foto.

Untuk area yang teksturnya seragam, seperti sawah, kebun rapat, atau air, naikkan lagi overlap-nya.

Metadata Foto Drone

Foto udara analog punya informasi tepi, misalnya fiducial mark, nivo, jam, altimeter, dan panjang fokus yang tercetak di pinggir foto.

Dengung Penyelamat di Tengah Krisis

Baca juga

Dengung Penyelamat di Tengah Krisis

Editorial

Pada drone, semua info itu pindah ke metadata EXIF/XMP di tiap file foto.

Drone RTK atau PPK bisa mencatat posisi kamera sampai ketelitian beberapa sentimeter, jadi jumlah GCP bisa dikurangi.

Satu hal yang sering terlewat, tinggi di metadata drone biasanya relatif terhadap titik take-off atau tinggi elipsoid.

Kalau peta kamu butuh tinggi ortometrik (MSL), konversi dulu pakai model geoid.

Sponsored

Cara Membaca Foto Udara

Mengenali objek di foto udara disebut interpretasi.

Bisa dilakukan manual dengan mata, bisa juga digital, misalnya klasifikasi tutupan lahan atau deteksi objek pakai machine learning.

Ada tujuh unsur yang biasa dipakai penafsir.

Alur Kerja Pemetaan Foto Udara Menggunakan Drone

Rektifikasi vs Orthophoto

Foto mentah belum bisa diukur seperti peta. Ada dua cara untuk mengoreksinya.

Kualitas orthophoto drone sangat tergantung model elevasinya. Kalau pakai DTM, bangunan masih tampak rebah.

Kalau pakai DSM, atap sudah di posisi yang benar, tapi tepi bangunan kadang bergelombang.

Hasil paling bersih disebut true orthophoto, dan butuh DSM yang rapat plus overlap besar.

Kesimpulan

Prinsip foto udara dalam pemetaan menggunakan drone sama dengan pemotretan udara konvensional.

Fuel the next flight

Suka dengan tulisan ini?

Kalau artikel ini membantu, traktir saya secangkir kopi. Dukunganmu bikin saya bisa terus menulis dan berbagi lebih banyak.

Traktir kopi

Bedanya, drone terbang lebih rendah, memakai kamera non-metrik, dan butuh overlap lebih besar.

Karena itu kualitas peta sangat ditentukan oleh perencanaan misi, kalibrasi kamera, dan sebaran GCP.

Kalau tiga hal itu beres, drone bisa menghasilkan peta skala besar dengan biaya dan waktu yang jauh lebih hemat.

Comments

You must be logged in to comment

No comments yet. Be the first to comment!

Crew ID · Flight deckCaptain
Photo of Liu Purnomo

Written by

Liu Purnomo

I'm a Software Engineer who turns coffee into code, and sometimes I even make interactive web things that work! ☕💻 I'm also a certified multitasker: an Expert Drone Pilot (ask me for aerial selfies!), a Certified Instructor/Public Speaker (I talk a lot), and a Seasonal Runner who believes in running only when the weather is perfect. Let's connect!

Callsign
LPI
Handle
@liupurnomo
Home base
Jakarta, Indonesia
On dutyView profile
Connecting flights

Related posts

More articles headed the same way as this one.

  1. Gate 01EDTEDT13 Oct 2026Ujian FAA Part 107 Berubah Total per 26 Oktober 2026FAA memperbarui format ujian teori Part 107 mulai 26 Oktober 2026 dengan menyematkan peta penerbangan langsung ke soal layar komputer.Sector EditorialDuration--Boarding
  2. Gate 02EDTEDT13 Oct 2026Hoaks AI Meningkat Pesat dan Cara Kita MenghadapinyaPenyebaran hoaks AI makin marak lewat manipulasi video deepfake dan narasi bantuan palsu. Publik membutuhkan langkah verifikasi mandiri untuk menyaring informasi rekayasa digital.Sector EditorialDuration--Boarding
  3. Gate 03EDTEDT13 Oct 2026Pro Kontra Drone Delivery dan Peluangnya di IndonesiaPro kontra drone delivery memicu perdebatan logistik global antara efisiensi kecepatan dan kendala regulasi. Pelajari analisis studi kasus Amazon di Amerika Serikat dan potensi penerapannya di Indonesia.Sector EditorialDuration--Boarding
  4. Gate 04EDTEDT9 Oct 2026Sertifikat Dulu atau Mahir Dulu untuk Menjadi Remote PilotMenentukan urutan antara sertifikasi dan kemahiran teknis sering membingungkan calon remote pilot profesional. Simak pandangan industri aviasi berikut.Sector EditorialDuration--Boarding
  1. WPT 01Apa Itu Foto Udara dan Fotogrametri?
  2. WPT 02Jenis-Jenis Foto Udara
  3. WPT 03Kamera Metrik vs Kamera Drone
  4. WPT 04Skala Foto dan GSD
  5. WPT 05Sumber Distorsi pada Foto Udara
  6. WPT 06Cara Membaca Foto Udara
  7. WPT 07Alur Kerja Pemetaan Foto Udara Menggunakan Drone
  8. WPT 08Rektifikasi vs Orthophoto
  9. WPT 09Kesimpulan

Sponsored

Departures

Latest posts

  1. 16 OCTDRNReview DJI Zenmuse H30 Series Sensor Flagship EnterpriseOn time
  2. 16 OCTDRNKebakaran Hutan, Drone Thermal, dan Modifikasi CuacaOn time
  3. 16 OCTTCHMathspocalypse dan Dampak AI terhadap Dunia Matematika ModernOn time
  4. 16 OCTDRNPanduan Sidopi Go untuk Registrasi Drone dan PilotOn time
  5. 16 OCTDRNPerusahaan Drone Terbaik 2026, 36 Pembuat Hardware dan AppOn time
All departures
  1.  Fotogrametri metrik: mengukur posisi, jarak, luas, volume, dan tinggi objek 
  2.  Fotogrametri interpretatif: mengenali objek, misalnya jenis tutupan lahan atau bangunan 
1

Foto tegak

Kamera menghadap lurus ke bawah, miringnya maksimal 3°. Ini yang dipakai untuk peta.
2

Foto miring rendah

Kamera miring lebih dari 3°, horizon belum terlihat.
3

Foto miring tinggi

Kamera miring jauh sampai horizon ikut terlihat.
Jenis foto udara dibedakan dari kemiringan kamera saat memotret
Jenis foto udara dibedakan dari kemiringan kamera saat memotret

Tips : Pilih drone dengan mechanical shutter. Kamera rolling shutter bisa menghasilkan foto yang sedikit melengkung saat drone melaju.

Rolling shutter distortion effect
Rolling shutter distortion effect

f adalah panjang fokus, H tinggi terbang dari datum, dan h tinggi rata-rata tanah.

  • Guncangan wahana: angin bikin drone naik turun dan berputar, sehingga skala antarfoto berubah
  • Kamera miring: batas toleransi foto tegak adalah 3°.
  • Crab dan drift: angin samping mendorong drone keluar jalur atau membuat badannya serong, sehingga bisa muncul celah antarjalur.
  • Distorsi lensa: kamera non-metrik punya distorsi lebih besar, jadi wajib dikoreksi lewat kalibrasi.

d adalah besar pergeseran, r jarak objek dari titik utama foto, h tinggi objek, dan H tinggi terbang.

Ilustrasi pergeseran relief
Ilustrasi pergeseran relief
  • Overlap: tampalan antarfoto dalam satu jalur terbang.
  • Sidelap: tampalan antarjalur yang bersebelahan.
typescript
1· Koordinat GNSS kamera
2· Tinggi terbang
3· Sudut gimbal (roll, pitch, yaw)
4· Waktu pemotretan
5· Model kamera dan panjang fokus
Contoh foto udara
Contoh foto udara
  • Rona dan warna: terang gelapnya objek di foto.
  • Bentuk: petunjuk paling kuat, contohnya lapangan bola atau landasan pacu.
  • Ukuran: membantu membedakan rumah dengan gudang.
  • Pola: misalnya deretan pohon sawit atau jaringan jalan perumahan.
  • Tekstur: kasar halusnya kumpulan objek kecil, misalnya tajuk hutan dibanding rumput.
  • Tekstur: kasar halusnya kumpulan objek kecil, misalnya tajuk hutan dibanding rumput.
  • Bayangan: membantu menebak tinggi objek, meski objek di dalamnya jadi susah dikenali.
  • Lokasi atau asosiasi: dermaga pasti ada di tepi air.
Gambaran umum pembuatan geo-informasi dengan metode fotogrametri
Gambaran umum pembuatan geo-informasi dengan metode fotogrametri
1

Planning

Rencanakan misi. Tentukan area, GSD, tinggi terbang, overlap, dan arah jalur. Cek juga cuaca dan izin terbang.
2

Premark

Pasang GCP dan ICP. Sebar merata di area survei, lalu ukur dengan GNSS RTK atau statik.
3

Flying

Terbangkan drone. Idealnya antara pukul 09.00 dan 15.00 saat angin tenang dan bayangan pendek.
4

Rappid Processing

Cek data di lokasi. Pastikan foto tajam dan tidak ada area yang bolong sebelum pulang.
5

Processing

Olah data. Pakai Agisoft Metashape, Pix4D, atau WebODM untuk menghasilkan point cloud, DSM, DTM, dan orthophoto.
6

Evaluating

Uji akurasi. Bandingkan hasil dengan ICP untuk menghitung RMSE. Acuannya Perka BIG Nomor 15 Tahun 2014 tentang ketelitian peta dasar.
7

Layouting and Reporting

Digitasi dan sajikan. Buat peta garis, kontur, hitung volume, atau tampilkan langsung sebagai peta foto.
“
Catatan penting, foto udara tidak sepenuhnya menggantikan pengukuran lapangan. Batas bidang tanah, misalnya, tetap harus dicek dan diukur langsung karena patok atau pagar bisa tertutup pohon.
”

Rektifikasi

Menghilangkan efek kamera miring dan menyamakan skala. Cocok untuk daerah datar karena pergeseran relief tidak ikut dikoreksi.

Orthorektifikasi

Mengoreksi kemiringan, skala, dan pergeseran relief sekaligus dengan bantuan model elevasi. Hasilnya orthophoto, yaitu foto berskala seragam yang bisa diukur langsung seperti peta.